5 Berita Populer Kota Bengkulu Sepekan 2-8 Februari 2026
M Syah Beni February 08, 2026 10:54 PM

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Jiafni Rismawarni 

 

 

 

1. Balai Adat Rajo Penghulu Bengkulu, Ruang Edukasi Sejarah Lewat Koleksi Barang Antik

 

Balai Adat Rajo Penghulu di Bengkulu hadir sebagai ruang edukasi sejarah yang menampilkan berbagai koleksi barang antik dari masa lalu. Berlokasi di Jl Pariwisata, Malabero, Kota Bengkulu, tempat ini menjadi salah satu destinasi unik yang tidak hanya menyimpan benda-benda lawas, tetapi juga memberikan pengalaman belajar bagi masyarakat, khususnya generasi muda.

 

Pemilik Balai Adat Rajo Penghulu, Asni mengatakan bersama suaminya Junai, ia membangun tempat ini dengan tujuan mengenalkan sejarah melalui benda-benda yang pernah digunakan pada masa lampau. Mereka ingin remaja saat ini dapat memahami perkembangan zaman dengan melihat langsung berbagai koleksi yang ada.

 

"Tujuan kami membuat balai adat ini untuk edukasi, supaya para remaja zaman sekarang tahu seperti apa barang-barang tempo dulu dan memahami nilai sejarahnya," kata Asni, Sabtu (7/2/2026).

 

Dijelaskannya di dalam balai adat tersebut, pengunjung dapat menemukan berbagai koleksi menarik, mulai dari peralatan rumah tangga lama, televisi tabung, kamera jadul, hingga koleksi buku-buku lama. Selain itu, terdapat juga uang koin dan uang kertas kuno yang menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung yang tertarik pada sejarah ekonomi dan budaya.

 

2. Ribuan Warga Padati Festival Yo Botoi-Botoi 2026, Tradisi Budaya dan UMKM Jadi Daya Tarik

 

 Ribuan warga memadati kawasan Kota Tuo, Kelurahan Pasar Bengkulu, Minggu, (8/2/ 2026), dalam gelaran Festival Yo Botoi-Botoi 2026 di Kawasan Kota Tuo, Kota Bengkulu. Event budaya yang masuk dalam Kalender Event Pariwisata Kota Bengkulu ini berlangsung meriah dengan berbagai pertunjukan seni tradisional serta kehadiran pelaku UMKM yang menjadi daya tarik utama bagi pengunjung.

 

Festival secara resmi dibuka oleh Wakil Wali Kota Bengkulu Ronny PL Tobing. Kedatangannya disambut dengan tari persembahan yang dibawakan oleh anak-anak sekolah dasar, menambah nuansa budaya dalam rangkaian pembukaan acara.

 

"Bismillahirohman nirohim, gelaran Yo Botoi-Botoi Festival ini kami buka. Dan semoga Yo Botoi-Botoi ini akan selalu dikenang oleh masyarakat dan terus dilaksanakan setiap tahunnya," kata Ronny, sembari melepaskan balon sebagai tanda resmi dibukanya festival tersebut.

 

Turut hadir dalam pembukaan tersebut Ketua TP PKK Kota Bengkulu, Dian Fitriani Wahyudi yang juga istri Wali Kota Bengkulu Dedy Wahyudi, bersama jajaran pejabat Pemerintah Kota Bengkulu. Sementara itu, Gubernur Bengkulu Helmi Hasan diwakili oleh Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bengkulu, Murlin Hafizar.

 

3. Sosok Nurlia Dewi, Birokrat Perempuan Bengkulu Jadi Kadis Kominfo Kota Bengkulu 

 

Dr. Nurlia Dewi, SH, MH merupakan salah satu sosok birokrat perempuan di Kota Bengkulu, yang memiliki pengalaman panjang dan rekam jejak strategis di berbagai bidang pemerintahan daerah. Dengan latar belakang akademik yang kuat serta pengalaman kepemimpinan lintas sektor, ia kini dipercaya menjabat sebagai Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kota Bengkulu sejak Februari 2026.

 

Karier Nurlia Dewi di lingkungan pemerintahan terbilang konsisten dan berkembang dari waktu ke waktu. Sebelum memimpin Dinas Kominfo Kota Bengkulu, ia menjabat sebagai Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Bengkulu pada periode 2024 hingga Januari 2026. Dalam jabatan tersebut, ia terlibat dalam pengelolaan kebijakan pendapatan daerah serta strategi optimalisasi sumber pendapatan untuk mendukung pembangunan daerah.

 

Sebelumnya, ia juga dipercaya sebagai Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kota Bengkulu pada 2021 hingga 2024. Pada masa ini, Nurlia Dewi berperan dalam mendorong penguatan sektor usaha mikro kecil dan menengah, serta mengembangkan kebijakan pemberdayaan ekonomi masyarakat berbasis potensi lokal. Pengalaman di bidang hukum juga menjadi bagian penting dalam perjalanan kariernya, saat menjabat sebagai Kepala Bagian Hukum Sekretariat Daerah Kota Bengkulu pada periode 2019 hingga 2021.

 

4. Di Era Kepemimpinan Dedy–Ronny, Program Belanja ASN Dorong Ekonomi Pedagang

 

 Pemerintah Kota (Pemkot) Bengkulu terus mendorong penguatan ekonomi masyarakat melalui program belanja bersama aparatur sipil negara (ASN) di pasar tradisional. Program ini menjadi salah satu langkah strategis di bawah kepemimpinan Wali Kota Bengkulu Dedy Wahyudi dan Wakil Wali Kota Ronny PL Tobing, untuk menghidupkan kembali aktivitas perdagangan sekaligus meningkatkan pendapatan pedagang lokal.

 

Gerakan belanja ASN ini dimulai pada Kamis (5/2/2026), usai apel gabungan yang dipimpin langsung oleh Wali Kota Bengkulu di Jalan KZ Abidin I. Kegiatan tersebut dirangkaikan dengan program “Rame-Rame Belanjo” yang melibatkan ratusan ASN untuk berbelanja di Pasar Minggu PTM dan Mega Mall sebagai bentuk dukungan nyata terhadap pedagang.

 

Plt Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Bengkulu, Alex Periyansyah, mengatakan bahwa kegiatan belanja ASN akan dilakukan secara berkelanjutan dan bergilir di sejumlah pasar yang telah ditata oleh pemerintah. Menurutnya, pasar yang pedagangnya telah diarahkan masuk ke dalam area resmi akan menjadi prioritas pelaksanaan program tersebut.

 

"Di setiap pasar yang sudah kita tata dan pedagangnya masuk ke dalam, nanti akan kita ajak seluruh ASN bersama Pak Wali Kota untuk belanja. Insyaallah dengan begitu rezeki para pedagang bisa semakin bertambah," kata Alex.

 

5. Bertemu di Komisi X DPR RI, Dedy Wahyudi Ajak Puti Guntur Soekarno Ziarah ke Bengkulu

 

 Walikota Bengkulu Dedy Wahyudi mengajak salah satu anggota DPR RI Komisi X, Puti Pramathana Puspa Seruni Paundrianagari Guntur Soekarnoputri atau yang lebih dikenal dengan Puti Guntur Soekarno, untuk datang dan berziarah ke Kota Bengkulu, kampung halaman Ibu Negara pertama Republik Indonesia, Fatmawati Soekarno.

 

Ajakan tersebut disampaikan Dedy Wahyudi saat menghadiri rapat bersama DPR RI Komisi X, pada Selasa 3 Februari 2026. Dalam pertemuan itu, Dedy bertemu langsung dengan Puti Guntur Soekarno yang merupakan cucu dari Ibu Fatmawati dan Presiden pertama RI, Ir. Soekarno.

 

Dedy menegaskan keinginannya agar Puti Guntur Soekarno dapat pulang ke Bengkulu dan mengikuti agenda ziarah bersama keluarga besar keturunan Ibu Fatmawati. Menurutnya, kegiatan tersebut memiliki makna historis yang penting bagi masyarakat Bengkulu.

 

"Kami ingin betul mengundang Bu Puti ke Bengkulu. Ada sebuah event semacam ziarah bersama keturunan Bu Fatmawati, dan itu akan membangkitkan rasa cinta kami, warga Bengkulu, terhadap keturunan Ibu Fatmawati," kata Dedy.

 

Ia juga menyampaikan kesannya saat bertemu langsung dengan Puti Guntur Soekarno. Rencana ziarah dan kunjungan tersebut diharapkan dapat memperkuat ikatan sejarah antara Bengkulu dengan keturunan Ibu Fatmawati, sekaligus menumbuhkan kembali semangat kecintaan masyarakat terhadap warisan sejarah bangsa.

 

"Saya hari ini bertemu langsung dengan cucu Ibu Fatmawati, Putri Bung Karno, Ibu Puti Guntur Soekarno. Beliau sangat mirip dengan Ibu Fatmawati. Saya mengundang beliau juga untuk pulang dan ziarah bersama," ujarnya.

 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.