Usia Waduk Gajah Mungkur Kini Tinggal Tersisa 5 Tahun Lagi
GH News February 08, 2026 11:08 PM
Wonogiri -

Umur Waduk Gajah Mungkur disebut hanya tersisa lima tahun lagi akibat sedimentasi parah dan batas usia efektif yang cuma berusia 50 tahun.

Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo dalam kunjungan ke Waduk Gajah Mungkur tahun 2025 silam menyebut bahwa usia waduk tersebut hanya bertahan beberapa tahun lagi.

Pernyataan ini bukan tanpa sebab, waduk yang sudah beroperasi sejak tahun 1981 tersebut hanya memiliki usia efektif hingga 50 tahun. Hal ini berarti usia produktif dari Waduk Gajah Mungkur hanya tersisa sekitar lima tahun lagi hingga tahun 2031 mendatang.

Dalam kesempatan tersebut, Dody menyampaikan bahwa terjadi sedimentasi parah pada dinding waduk yang menyebabkan material padat di sekitar waduk mulai terkikis.

"Ke Wonogiri untuk melihat kondisi Waduk Gajah Mungkur yang informasinya sedimentasinya sangat parah," ujar Dody, dikutip dari arsip detikTravel, Minggu (8/2/2026).

Dody menjelaskan Waduk Gajah Mungkur dibuat dengan bobot menahan lebih dari 500 juta meter kubik air, namun pada tahun 2025 hanya tersisa 340 meter kubik.

Upaya untuk Memperpanjang Usia Waduk Gajah Mungkur

Pihak Kementerian PU menyatakan akan melakukan upaya dalam rangka memperpanjang keberlangsungan usia waduk yang berada di Wonogiri, Jawa Tengah itu.

Dody menjelaskan upaya yang tengah dikerahkan untuk mengatasi masalah sedimentasi dengan membuat closure dike atau tanggul penutup.

Dengan sistem ini, Dody berharap umur bendungan terbesar di Wonogiri ini bisa lebih panjang. Ia juga menjelaskan bahwa jika sedimen cluster semakin tinggi, maka diperlukan juga closure dike baru sehingga volume tampung air di sana tidak berkurang.

"Mengalirkan air Sungai Keduang masuk ke closure dike adalah langkah utama. Air dari sungai yang penuh sedimentasi masuk ke closure dike dan air yang bersih akan masuk ke bendungan," jelas Dody.

Kondisi Waduk Gajah Mungkur Tahun 2026

Merujuk pada beberapa sumber informasi, kondisi Waduk Gajah Mungkur masih sama seperti biasanya. Kawasan yang tidak hanya sebagai penopang debit banjir ini juga menjadi destinasi wisata masyarakat lokal.

Kawasan Waduk Gajah Mungkur menyajikan lanskap pemandangan yang indah dengan bendungan yang membentang luas dan pemandangan pepohonan yang asri.

Masyarakat sekitar masih ramai mengunjungi waduk tersebut untuk menghabiskan waktu bersama keluarga atau hanya bersantai-santai di sore hari.

Waduk Gajah Mungkur bahkan masih menjadi destinasi favorit wisatawan pada libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2026 lalu.

Ribuan wisatawan tercatat mengunjungi Waduk Gajah Mungkur untuk untuk menikmati panorama waduk, udara sejuk, serta beragam fasilitas wisata yang tersedia di kawasan tersebut.

Tingginya minat wisatawan pada periode Nataru tak lepas dari daya tarik Waduk Gajah Mungkur sebagai ruang rekreasi keluarga yang mudah dijangkau dan relatif terjangkau.

Aktivitas seperti bersantai di tepi waduk, menikmati kuliner lokal, hingga berfoto dengan latar bentang alam menjadi pilihan utama pengunjung yang ingin melepas penat akhir tahun.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.