TRIBUNMANADO.CO.ID,MANADO- Banyak sampah yang terkumpul dari Pantai Karangria, Manado, Sulawesi Utara.
Kini Pantai Karangria terlihat bersih karena kerjasama ratusan anggota TNI, ASN, siswa, komunitas serta masyarakat, bahu membahu menggaruk sampah di sana, Jumat (6/2/2026)
Pantai Karangria di Kelurahan Karangria, Kecamatan Tuminting, Kota Manado, Provinsi Sulut.
Baca juga: Potret Kondisi Pantai Karangria Manado Awal Februari 2026, Tampak Kotor Dipenuhi Sampah
Kini sudah menjadi destinasi wisata murah meriah dengan keindahannya serta khasiat untuk menyembuhkan penyakit.
Pantai ini berada sekira 2 kilometer dari pasar 45 dan sekira 10 kilometer dari Bandar Udara Sam Ratulangi.
Sayangnya, pantai ini babak belur oleh sampah di tiap musim pasang dan angin barat.
Seperti di awal Februari 2026 ini.
Sampah beraneka jenis mengotori pesisir pantai ini.
Banyaknya sampah membuat petugas sampah kelimpungan. Dibersihkan jam ini, sampah datang pula di jam berikutnya.
Alhasil tempat itu tak pernah benar - benar bersih.
Gerakan Indonesia Asri pada Jumat (6/2/2026) membuat tempat itu terlihat bersih.
Namun keberlanjutan kebersihan belum bisa dipastikan.
Karena masih banyak sampah yang tersembunyi di air.
Juga masih banyak warga yang membuang sampah sembarangan di sungai.
Heis dari komunitas Beach Clean Up menuturkan, sampah disana berasal dari sungai kecil yang berada tak jauh dari sana.
"Sampah berasal dari sana," kata dia Minggu (8/2/2026).
Sebut dia, sampah di sana terbawa angin selatan ke tengah lautan.
Lama sampah terombang ambing disana. Hingga angin barat datang.
"Angin lantas membawa sampah ke pesisir pantai ini, jadi alam mengembalikannya," kata dia.
Ia mengaku rutin membersihkan sampah di pantai tersebut bersama komunitasnya.
Kadang, ia menuturkan, sampah tak hanya berada di pesisir, tapi bersembunyi di dalam gulungan air.
"Makanya kami dalam membersihkan, selalu juga turun ke air," kata dia.
Dikatakannya, kotornya pantai di Manado semestinya menyadarkan semua pihak untuk tidak membuang sampah di sungai. (ART)