TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, Bandar Lampung – Satuan Tugas Makan Bergizi Gratis (Satgas MBG) Provinsi Lampung merilis jadwal distribusi program Makan Bergizi Gratis (MBG) selama bulan Ramadan 2026.
Adapun menu MBG selama bulan Ramadan diutamakan makanan kering.
Ketua Pelaksana Satuan Tugas Makan Bergizi Gratis (Satgas MBG) Provinsi Lampung Saipul menjelaskan, program MBG saat Ramadan pernah dilaksanakan pada tahun lalu.
Namun saat itu cakupannya masih terbatas lantaran jumlah dapur penyedia yang belum banyak.
“MBG di bulan puasa sebenarnya sudah ada di tahun sebelumnya. Hanya saja waktu itu dapurnya masih terbatas, sehingga pelaksanaannya belum maksimal seperti sekarang,” kata saipul, Minggu (8/2/2025) .
Baca juga: Disdikbud Lampung Akan Bahas Skema Distribusi MBG Selama Ramadan
Ia menyebutkan, seiring bertambahnya jumlah dapur MBG, distribusi makanan kini dapat dilakukan lebih optimal dan menjangkau lebih banyak penerima manfaat di berbagai daerah di Lampung.
Selama bulan Ramadan, pendistribusian MBG dilakukan pada siang hari, yakni sekitar pukul 12.00 hingga 13.00 WIB.
Waktu tersebut disesuaikan dengan kondisi penerima manfaat yang sedang menjalankan ibadah puasa.
Terkait menu makanan, Satgas MBG menyesuaikan jenis sajian agar tetap layak dikonsumsi hingga waktu berbuka puasa.
Umumnya makanan yang dibagikan berupa makanan kering, namun makanan basah tetap dimungkinkan selama memiliki daya tahan yang cukup.
“Untuk menunya, kita utamakan makanan kering. Tetapi makanan basah juga bisa, seperti orek tempe, bubur kacang hijau, buah-buahan, hingga telur rebus, asalkan masih aman dan kualitasnya terjaga sampai waktu berbuka,” jelasnya.
Ketentuan yang sama juga berlaku untuk pendistribusian MBG bagi ibu hamil.
Selama Ramadan, bantuan makanan bergizi bagi ibu hamil tetap disalurkan dengan penyesuaian waktu dan jenis menu.
“Distribusi MBG untuk ibu hamil tetap berjalan selama bulan puasa. Prinsipnya, makanan yang diberikan harus bergizi dan aman dikonsumsi,” tegasnya.
Melalui pelaksanaan MBG selama Ramadan ini, Satgas MBG berharap kebutuhan gizi penerima manfaat tetap terpenuhi meski tengah menjalankan ibadah puasa.
Sementara itu, mekanisme pendistribusian program MBG, khususnya selama bulan Ramadan, masih akan dibahas lebih lanjut bersama pihak terkait.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Lampung Thomas Amrico mengatakan, pembahasan lanjutan diperlukan agar pelaksanaan MBG dapat berjalan optimal serta sesuai dengan kondisi sekolah dan peserta didik selama menjalankan ibadah puasa.
“Terkait pendistribusian MBG, nanti akan kita bahas lebih lanjut. Kita perlu melihat skema yang paling tepat agar pelaksanaannya tetap efektif,” kata Thomas Amrico, Minggu (8/2/2026).
Ia menjelaskan, Disdikbud akan berkoordinasi dengan berbagai pihak, termasuk Satuan Tugas Makan Bergizi Gratis (Satgas MBG), untuk memastikan distribusi makanan tidak mengganggu proses belajar-mengajar serta tetap memenuhi kebutuhan gizi siswa.
Menurutnya, penyesuaian perlu dilakukan, baik dari sisi waktu pendistribusian maupun jenis makanan yang akan dibagikan selama bulan Ramadan.
“Kita ingin program ini tetap berjalan dengan baik, tetapi juga menyesuaikan dengan situasi Ramadan. Karena itu, semuanya perlu dirumuskan secara matang,” jelasnya.
Thomas menegaskan, pada prinsipnya Disdikbud Lampung mendukung penuh program MBG sebagai upaya peningkatan gizi peserta didik.
Namun demikian, setiap kebijakan teknis akan ditetapkan setelah melalui pembahasan dan kesepakatan bersama.
“Intinya, MBG tetap kita dukung. Tinggal bagaimana teknis pendistribusiannya nanti kita finalkan bersama,” pungkasnya.
(Tribunlampung.co.id/Riyo Pratama)