TRIBUNMANADO.CO.ID,MANADO- Gubernur Sulawesi Utara Yulius Selvanus Komaling (YSK) terus menunjukkan komitmennya dalam memperjuangkan pembangunan kawasan Bolaang Mongondow Raya (BMR).
Jarak antara Manado Ibukota Sulawesi Utara ke Kota Kotamobagu 181 kilometer.
Sejumlah program prioritas telah dan sedang diperjuangkan YSK agar wilayah BMR mendapat perhatian pembangunan yang merata, mulai dari sektor kesehatan, pendidikan, pertanian hingga infrastruktur.
Baca juga: Jawaban Gubernur Sulut YSK Soal Provinsi BMR, Sudah Ditemui Panitia Pembentukan DOB
“Sejauh ini program-program untuk BMR sudah saya perjuangkan dan akan terus saya kawal,” ujar YSK Minggu (8/2/2026).
Di sektor kesehatan, YSK mendorong pembangunan dua rumah sakit baru, masing-masing di Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel) dan Kabupaten Bolaang Mongondow Utara (Bolmut).
Kehadiran rumah sakit ini diharapkan memperkuat layanan kesehatan masyarakat dan memangkas ketergantungan rujukan ke daerah lain.
Perhatian terhadap sektor pertanian juga diwujudkan melalui penyaluran bantuan kepada kelompok tani.
Pada Selasa (13/5/2025), Gubernur YSK menyerahkan langsung sejumlah bantuan berupa alat dan mesin pertanian (alsintan) serta bibit-bibit tanaman kepada masyarakat di Desa Wineru, Kecamatan Poigar, Kabupaten Bolaang Mongondow.
Tak hanya itu, YSK juga menyiapkan langkah besar di bidang pendidikan.
Pemerintah Provinsi Sulut berencana membangun SMK Pertambangan di Kabupaten Bolaang Mongondow, sebagai upaya menyiapkan sumber daya manusia lokal yang siap bersaing di sektor industri dan pertambangan.
Selain SMK, YSK juga menyampaikan rencana pembangunan universitas di Bolmong, yang diharapkan menjadi pusat pendidikan tinggi baru di wilayah BMR.
Untuk mendukung peningkatan kualitas tenaga kesehatan, Gubernur YSK juga telah menyiapkan 15 orang perwakilan dari kabupaten/kota di wilayah BMR untuk dipersiapkan menjadi mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Negeri Manado (UNIMA).
Di sisi pemerintahan, YSK menegaskan komitmennya terhadap keterwakilan BMR dengan menunjuk Sekretaris Provinsi (Sekprov) yang berasal dari Bolaang Mongondow Raya, sebagai bentuk kepercayaan sekaligus pemerataan peran strategis di tingkat provinsi.
“Semua ini saya lakukan agar BMR benar-benar maju dan masyarakatnya merasakan kehadiran pemerintah,” tegas YSK.
Dengan berbagai program tersebut, Bolaang Mongondow Raya diproyeksikan menjadi salah satu kawasan penyangga pertumbuhan baru di Sulawesi Utara.(REN)