Renungan Kristen Malam Bilangan 1:1-3, Hitung dan Catatlah Umat Tuhan
Alpen Martinus February 08, 2026 11:22 PM

TRIBUNMANADO.CO.ID- Membaca dan merenungkan Firman Tuhan setiap hari akan membantu kita dalam pertimbuhan iman.

Terlebih kita diminta untuk melakukan Firman Tuhan.

Berikut rekomendasi renungan harian Kristen berjudul Hitung dan Catatlah Umat Tuhan.

Baca juga: Renungan Harian Kristen Ulangan 32:1-25, Kesetiaan Allah dan Ketidaksetiaan Umat

Bacaan Alkitab dalam Bilangan 1:1-3.

Ketika orang Israel berkemah di Padang gurun Sinai, datanglah firman Tuhan kepada Musa.

Itu terjadi pada tahun kedua setelah mereka keluar dari Mesir dari tanah perbudakan selama kurang lebih 430 tahun mereka di sana.

Firman Tuhan itu disampaikan kepada Musa ketika dia berada di Kemah Pertemuan.

Firman Tuhan dalam bentuk perintah itu adalah agar Musa beserta kakaknya Harun untuk menghitung dan mencatat semua umat Tuhan, agar diketahui berapa jumlahnya.

Mereka dicatat menurut pasukannya masing-masing, yakni sesuai bani atau suku mereka.

Namun, yang diperintahkan Tuhan untuk dihitung dan dicatat hanyalah laki-laki berusia 20 tahun ke atas, yakni mereka yang sanggup berperang, orang demi orang.

Sedangkan yang Lansia yakni yang tidak bisa berperang, perempuan dan anak-anak di bawah 20 tahun, tidak mereka hitung dan catat.

Dengan demikian, sesungguhnya jumlah mereka adalah 4 kali lipat dari hasil hitungan yang dapat dicatat oleh Musa dan Harun.

Itulah untuk pertama kalinya dilakukan penghitungan dan pencatatan jumlah umat Israel.

Dalam catatan sejarah Israel, setidaknya ada 3 kali dilakukan pencatatan terhadap umat Israel.

Pertama dilakukan ketika mereka di padang gurun Sinai, yang kedua ketika mereka berkemah di dataran Moab (Bilangan 26) sebelum mereka masuk ke tanah Perjanjian, Kanaan dan terakhir yang ketiga, adalah di zaman kerajaan.

Tepatnya ketika Daud meraja dan pada puncak kejayaan kerajaannya yang berkuasa penuh atas seluruh Israel, baik Yehuda maupun Israel lainnya.

Namun, dari ketiga penghitungan dan pencatatan itu, hanya 2 saja yang diperintahkan atau dikehendaki oleh Allah, yakni penghitung pertama dan kedua yng dilakukan oleh Musa didampingi Harun.

Sedangkan penghitungan dan pencatatan yang dilakukan oleh Daud, sangat ditentang oleh Allah.

Sebab penghitungan yang dilakukan Musa dan Harun berbeda motivasi dan orientasinya dengan yang dilakukan oleh Daud.

Apalagi yang dilakukan keduanya adalah berdasarkan perintah atau firman Tuhan demi kebaikan dan kebahagiaan umat Israel sendiri.

Sedangkan yang dilakukan oleh Daud, bukan untuk kemuliaan Tuhan, tapi untuk kesombongan dan kegagahannya. Sebab dia bermaksud hendak memegahkan diri saat mengetahui kekuatan militernya.

Dengan demikian, dia tidak lagi mengandalkan Tuhan, tapi pada manusia dengan senjata dan alat perangnya.

Ini yng akan kemudian menjadi kemegahannya, bukan lagi Tuhan.

Maka ketika dia memerintahkan Yoab panglimanya mendaftarkan atau menghitung dan mencatat jumlah laskar Israel, dia menegur Daud bahwa hal itu tidak wajar karena telah menyakiti hati Tuhan.

Maka Tuhan murka dan menghukum Daud bersama bangsa itu. Dia memilih dikenakan sakit sampar yng mengakibatkan 75.000 orang meninggal.

Musa dan Harun mendata orang Israel menurut sukunya, sesuai perintah Tuhan.

Artinya pendataannya dilakukan karena ketaatan mereka kepada Tuhan.

Sebab Tuhan memiliki rencana yang indah dari pencatatan itu.

Yakni supaya mereka mengenal siapa Allah yang telah membuat mereka menjadi banyak dan besar dan yang terus menyertai dan memimpin mereka.

Tetapi juga tegas menghukum setiap umat yang tidak setia. Jadi, pencatatan atau pendataan itu dilakukan untuk kemuliaan nama Tuhan.

Demikian firman Tuhan hari ini.

"TUHAN berfirman kepada Musa di padang gurun Sinai, dalam Kemah Pertemuan, pada tanggal satu bulan yang kedua dalam tahun yang kedua sesudah mereka keluar dari tanah Mesir:

"Hitunglah jumlah segenap umat Israel menurut kaum-kaum yang ada dalam setiap suku mereka, dan catatlah nama semua laki-laki di Israel yang berumur dua puluh tahun ke atas dan yang sanggup berperang, orang demi orang.

Engkau ini beserta Harun harus mencatat mereka menurut pasukannya masing-masing." (ay 1-3)

Sahabat Kristus, Musa dan Harun adalah orang-orang takut akan Tuhan setia dan taat pada-Nya.

Ketika mereka ditugaskan menghitung dan mendata umat Israel, dilakukan dalam ketaatan kepada Tuhan.

Mereka melakukan apapun yang difirmankan Tuhan, bukan yang tidak diperintahkan Tuhan. Sebab mereka melakukannya untuk kemuliaan Tuhan.

Itu kiranya juga yang kita lakukan sebagai hamba-Nya yang setia.

Marilah kita kerjakan apa yang Tuhan perintahkan sesuai firman-Nya dalam Alkitab, bukan mengatur Tuhan sesuai keinginan kita.

Sebab akibatnya akan dihukum Tuhan.

Jika kita mengikuti firman-Nya, kita menuai berkat melimpah. Maka setialah kepada Tuhan dan senangkanlah hati-Nya. Amin

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.