Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Anggit Pujie Widodo
TRIBUNJATIM.COM, JOMBANG - Tak semua bentuk pengabdian lahir dari podium atau forum diskusi.
Bagi Husnul Khotimah, hidup justru mengajarkannya bahwa dapur kecil dan adonan sederhana bisa menjadi medium perjuangan yang tak kalah bermakna.
Perempuan 40 tahun asal Jombang itu pernah lama berkecimpung di dunia aktivis. Namun, takdir membawanya menempuh jalan berbeda.
Sebagai ibu rumah tangga sekaligus orang tua tunggal dengan dua anak, Husnul memilih bertahan dan bangkit lewat usaha kuliner yang kini dikenal luas dengan nama 'Pizza Citra Rasa'.
Baca juga: Kecelakaan Maut di Tol Jombang-Mojokerto: Truk Boks Hantam Pantat Tronton, Remaja Tewas di Lokasi
Setiap hari, aroma adonan pizza menguar dari dua titik usahanya di Kota Jombang. Satu lapak berada di Kelurahan Kaliwungu, tak jauh dari Pasar Pon, Kecamatan Jombang, Kabupaten Jombang, sementara cabang lainnya berdiri di kawasan Kepanjen, belakang Kantor Dukcapil Jombang.
Dengan slogan 'jajanan enak dan mewah nggak harus mahal', usaha ini berhasil menarik perhatian berbagai kalangan.
Tak banyak yang tahu, di balik etalase sederhana itu tersimpan perjalanan panjang penuh liku. Husnul memulai usahanya sekitar tahun 2020, dari teras rumah sang ibu di Desa Sumbermulyo, Kecamatan Jogoroto, Kabupaten Jombang.
Kala itu, menu yang ditawarkan masih sangat terbatas kebab dan burger ukuran kecil dengan modal harian yang nyaris pas-pasan.
"Awalnya cuma berani putar uang Rp50 ribu sampai Rp100 ribu. Bahkan ada menu yang dijual seribuan," ucapnya saat dikonfirmasi Tribunjatim.com pada Minggu (8/2/2026).
Sedikit demi sedikit, usaha itu tumbuh. Dari berjualan di rumah, Husnul mampu membeli rombong sendiri dan mangkal di kawasan Bunderan Sumbermulyo.
Konsistensi dan keberaniannya mencoba berbagai menu akhirnya membuahkan hasil. Permintaan meningkat, pelanggan bertambah, hingga ia memberanikan diri membuka dua cabang permanen di pusat kota.
Kini, Pizza Citra Rasa menyajikan beragam pilihan, mulai dari aneka varian pizza, roti maryam, kebab, burger, hingga minuman kekinian.
Harga yang ramah di kantong mulai Rp5.000 hingga Rp35.000 menjadi daya tarik utama. Menu favorit pelanggan adalah pizza full topping seharga Rp15.000 yang kerap ludes setiap hari.
Dalam sehari, omzet usahanya bisa menembus ratusan ribu hingga jutaan rupiah, angka yang jauh dari bayangan Husnul saat pertama kali memulai.
Di sela kesibukan berdagang dan mengurus anak-anaknya yang masih belia, nilai-nilai sosial yang pernah ia pelajari semasa aktif di organisasi tak pernah benar-benar ditinggalkan.
Husnul tercatat pernah berkiprah di Lakpesdam NU Jombang pada era kepemimpinan KH. M. Salmanudin Yazid (Gus Salman) sebagai Ketua PCNU Jombang periode 2017-2022.
Ia juga tercatat menjadi kader Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) semasa ia berkuliah di Universitas PGRI Jombang jurusan Ekonomi dan lulus pada tahun 2009.
Nilai itu pula yang mendorongnya rutin menggelar kegiatan Jumat Berkah. Setiap pekan, ia membagikan minuman gratis ke masjid-masjid sekitar sebagai bentuk syukur atas rezeki yang diterimanya.
"Kalau bisa berbagi, kenapa tidak? Rezeki itu akan kembali dengan cara yang tak kita sangka," ujarnya melanjutkan.
Baca juga: Ngotot Sebut Bung Karno Lahir di Jombang, Ahli Sejarah Minta Semua Pihak Perhatikan Seruan Presiden
Kepada para ibu rumah tangga dan anak muda, Husnul selalu menyampaikan pesan sederhana, jangan takut memulai. Keterbatasan modal bukan alasan untuk berhenti bermimpi.
"Tak perlu menunggu semuanya siap. Mulai saja dari yang kecil, yang penting konsisten dan jujur," katanya wanita single parents ini.
Usahanya kini juga aktif dipromosikan lewat media sosial, mulai dari TikTok, Instagram, Facebook, hingga WhatsApp. Cara itu membuat Pizza Citra Rasa semakin dikenal, terutama di kalangan keluarga muda.
Produknya bisa dilihat di beragam media sosial, seperti di tiktok: citra rasa pizza, instagram: citrarasa_pizza, facebok: Husnul khotimah dan whatsapp: 0852-5931-9289.
Bagi Husnul, kesuksesan bukan semata angka omzet. Baginya, setiap adonan yang mengembang adalah simbol harapan bahwa dari keterbatasan pun, seseorang tetap bisa melangkah dan memberi manfaat bagi sekitar.
"Intinya kita mau belajar, konsisten, serta jujur. Pasti ada jalan," pungkasnya.