TRIBUNPAPUABARAT.COM, MANOKWARI - Gubernur Papua Barat, Dominggus Mandacan, melantik pengurus Kerukunan Keluarga Besar Pegunungan Tengah Papua Barat (K2BPT) di Aula Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Papua Barat, Sabtu (7/2/2026).
Ia mengingatkan pengurus K2BPT agar terlibat dan mendukung program pembangunan pemerintah Provinsi Papua Barat.
Ia mengatakan keberadaan masyarakat Pegunungan Tengah di Papua Barat dirintis oleh para pendahulu sejak lama.
Kehidupan sosial masyarakat Pegunungan Tengah dengan suku-suku nusantara di Papua Barat juga terjalin dengan baik hingga saat ini.
“Hubungan kekeluargaan ini bukan baru ada hari ini, tetapi sudah terjalin sejak dahulu,” ujar Dominggus Mandacan.
Menurutnya, Kerukunan Keluarga Besar Pegunungan Tengah harus mampu menjadi organisasi kemasyarakatan yang fokus pada kegiatan-kegiatan sosial serta berperan dalam pembinaan generasi muda agar tidak terjerumus ke hal-hal negatif.
Baca juga: Dominggus Mandacan Ungkap Proyeksi APBD Papua Barat 2026
Ia menegaskan kehidupan sosial yang harmonis, aman, dan damai merupakan salah satu indikator penting dalam mendukung pembangunan daerah.
“Bagaimana pemerintah dapat menggenjot pembangunan di berbagai sektor jika kehidupan sosial masyarakat tidak aman? Karena itu, mari kita bersama-sama menjaga Papua Barat tetap aman dan damai,” ucapnya.
Gubernur juga mengapresiasi keterlibatan masyarakat Pegunungan Tengah dalam berbagai kegiatan adat dan sosial di Manokwari.
“Setiap pesta adat di Manokwari, masyarakat Pegunungan Tengah selalu terlibat,” katanya.
Ketua K2BPT Papua Barat, Abner Itlay, menyatakan siap menjalankan amanah bersama semua pengurus yang baru dilantik.
Ia menegaskan pentingnya kerja sama dan kekompakan seluruh pengurus dalam menjalankan tugas dan fungsi organisasi.
Baca juga: Tradisi Barapen Sambut Pelantikan Pengurus K2BPT Papua Barat di Manokwari
“Ini adalah tugas besar dari masyarakat Pegunungan Tengah kepada kita. Karena itu harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab,” kata Abner.
Menurutnya, K2BPT Papua Barat sebagai wadah pemersatu untuk mempererat tali persaudaraan masyarakat Pegunungan Tengah.
Kerukunan ini tidak hanya berfungsi sebagai organisasi formal, ucapnya, tetapi juga menjadi ruang untuk membangun solidaritas sosial, budaya, serta memperkuat interaksi masyarakat Pegunungan Tengah.
Ia juga mengajak seluruh masyarakat Pegunungan Tengah untuk tetap menjaga persatuan dan tidak membentuk kerukunan lain di Papua Barat.
“Kita sudah satu dan sepakat. Kerukunan ini adalah wadah resmi kita bersama. Mari kita jaga kebersamaan dan hindari perpecahan,” ujar Abner Itlay.