TRIBUNPAPUABARAT.COM, FAKFAK - Ketua NU Kabupaten Fakfak, Ali Hindom, menyampaikan pesan mendalam untuk simpatisan Nahdlatul Ulama (NU) dan khalayak saat peringatan 1 abad Nahdlatul Ulama.
Satu abad NU jatuh pada 31 Januari 2026, tetapi acara besarnya di Stadion Gajayana, Malang, Jawa Timur, Minggu (8/2/2026).
Perjalanan satu abad NU bukan sekadar angka, ucapnya, melainkan simbol keteguhan NU dalam merawat tradisi keislaman Ahlussunnah Wal Jama’ah.
"Termasuk memperkuat persaudaraan serta terus hadir di tengah umat dengan cara yang santun dan menyejukkan," kata Ali Hindom di Kabupaten Fakfak, Papua Barat, Minggu (8/2/2026).
Ia menyebut momentum 1 abad NU dimaknai sebagai organisasi keagamaan yang telah menorehkan sejarah panjang dalam menjaga nilai-nilai Islam yang damai, moderat, dan menyatu dengan kehidupan masyarakat Indonesia.
"NU telah membuktikan diri bukan hanya sebagai organisasi keagamaan, tetapi juga sebagai pilar kebangsaan yang konsisten menjaga persatuan di tengah perbedaan," kata Ketua Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB) Fakfak tersebut.
Baca juga: Wabup Teluk Bintuni Letakkan Batu Pertama Pembangunan Sekolah Berbasis NU
Ia juga mengucapkan selamat memperingati 1 abad NU untuk simpatisan NU di Kabupaten Fakfak.
"Semoga Allah SWT merahmati selalu langkah kita, tetap solid para simpatisan," katanya.
Ia menilai tema besar "Merawat Jagat Membangun Peradaban" yang diusung pada peringatan 1 abad NU sangat relevan dengan tantangan zaman saat ini.
"Tema tersebut bukan hanya slogan seremonial, melainkan pesan mendalam yang menggambarkan peran NU dalam menjaga keseimbangan kehidupan baik dalam aspek sosial, kemanusiaan, kebudayaan, hingga lingkungan," katanya.
"Merawat Jagat" berarti merawat kehidupan bersama, menjaga harmoni sosial, serta memperkuat nilai persaudaraan lintas suku, agama, dan golongan.
Baca juga: NU Fakfak Turut Sukseskan Islam Masuk Papua, Ini Pesan Khusus Ali Hindom
"NU selama ini memainkan peran besar dalam merawat jagat itu melalui dakwah yang menyejukkan, pendidikan pesantren, gerakan sosial, hingga upaya membangun perdamaian di tengah masyarakat," ucap Ali Hindom.
"Membangun Peradaban" merupakan sebagai ajakan untuk menjadikan Nahdlatul Ulama semakin maju dan berdaya.
"NU ke depan perlu terus memperkuat kualitas sumber daya manusia, memperluas kontribusi di bidang pendidikan, ekonomi umat, teknologi, serta memastikan nilai-nilai keislaman tetap menjadi fondasi dalam menjawab perkembangan zaman," kata Ali Hindom.
Ia juga mengingatkan bahwa tantangan abad ini semakin kompleks. Dunia menghadapi berbagai persoalan besar, mulai dari krisis moral, konflik sosial, kemiskinan, perubahan budaya, hingga ancaman kerusakan lingkungan.
Dalam situasi seperti itu, Ali menilai NU memiliki posisi strategis sebagai penuntun umat agar tetap berada di jalan yang moderat, tidak mudah terpecah, dan tidak terjebak pada sikap ekstrem yang merusak persatuan.
"Saya menyampaikan harapannya agar NU tetap menjadi rumah besar bagi umat sekaligus benteng yang menjaga Indonesia dari perpecahan," ujarnya.