TRIBUNNEWSSULTRA.COM - Timnas Malaysia dalam situasi genting, setelah muncul kekhawatiran serius terkait potensi sanksi dari FIFA.
Berdasarkan sejumlah sumber, federasi sepak bola Malaysia berisiko menghadapi skorsing dari badan pengatur sepak bola dunia tersebut.
Isu ini mencuat seiring dinamika internal melanda Asosiasi Sepak Bola Malaysia (FAM), dalam beberapa waktu terakhir.
Salah satu figur angkat bicara adalah mantan anggota Komite Eksekutif FAM, Datuk Dr PS Sugumaran.
Baca juga: 4 Amunisi Anyar Timnas Vietnam Berpeluang Absen saat Bersua Malaysia, Menepi Akibat Cedera
Ia memberikan penjelasan terkait pengunduran diri massal, para pejabat FAM, kemudian mengundang banyak spekulasi.
Menurut Sugumaran, langkah drastis tersebut tidak bisa dilihat sebagai kesalahan individu tertentu.
Ia menegaskan bahwa keputusan itu diambil demi kepentingan lebih besar, yakni menyelamatkan masa depan sepak bola Malaysia.
Salah satu tujuan utama dari pengunduran diri kolektif tersebut, meminimalkan risiko FAM terkena sanksi FIFA.
Mengutip soha.vn, Sugumaran menilai skorsing dari FIFA, akan membawa dampak sangat luas dan merugikan.
Ia meyakini jika FAM benar-benar diskors, struktur pengembangan sepak bola nasional akan terganggu secara signifikan.
Dampak tersebut tidak hanya terasa di level elite, tetapi juga menjalar hingga ke fondasi sepak bola Malaysia.
Baca juga: Timnas Malaysia Bakal Kalah WO Melawan Vietnam, Bahkan Sanksi 7 Naturalisasi Bisa Merembet ke Klub
"Kepentingan nasional harus menjadi prioritas utama. Masa depan sepak bola Malaysia bergantung pengembangan berkelanjutan, bukan hanya keputusan jangka pendek," ujar Sugumaran.
Ia menekankan pentingnya memikirkan keberlanjutan jangka panjang ketimbang solusi instan.
Menurutnya, sanksi FIFA akan menjadi hambatan besar bagi pertumbuhan sepak bola di berbagai lini.
"Jika FIFA menangguhkan FAM, hal itu pasti akan menghambat perkembangan sepak bola, memengaruhi program sepak bola akar rumput, liga domestik."
"Dan merugikan semua pihak yang terlibat, termasuk pemain, pelatih, dan penggemar," tambahnya.
Situasi ini membuat langkah pengunduran diri massal dinilai sebagai bentuk tanggung jawab moral.
Sebelumnya, Komite Eksekutif FAM secara kolektif mengumumkan keputusan untuk mundur dari jabatan mereka.
Pengunduran diri tersebut dipicu oleh kekhawatiran serius mengenai tata kelola organisasi FAM.
Pada saat yang sama, Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) tengah melakukan penilaian terhadap struktur organisasi dan manajemen FAM.
Evaluasi tersebut mencakup aspek administratif, tata kelola, serta kepatuhan terhadap regulasi internasional.
Langkah pengunduran diri ini dipandang sebagai upaya preventif agar FAM tetap sejalan dengan aturan FIFA dan AFC.
Dengan demikian, federasi berharap dapat menghindari tindakan disipliner yang berpotensi mencoreng reputasi sepak bola Malaysia.
Baca juga: Timnas Vietnam Resmi Naturalisasi Jebolan Timnas Slovakia, Tambahan Amunisi Kontra Timnas Malaysia
Sugumaran juga melihat momentum ini sebagai peluang untuk melakukan pembenahan menyeluruh.
Ia berharap akan ada reformasi struktural yang lebih transparan dan profesional ke depannya.
Menurutnya, restrukturisasi yang tepat dapat membawa sepak bola Malaysia ke arah yang lebih kompetitif.
Isu ini sebelumnya juga disoroti oleh Datuk Christopher Raj, mantan anggota dewan eksekutif FAM.
Dalam keterangannya, Christopher Raj menyebut situasi ini sebagai salah satu ancaman terberat dalam sejarah sepak bola Malaysia.
Ia mengungkapkan bahwa AFC tengah berupaya membantu FAM agar terhindar dari skorsing penuh oleh FIFA.
Namun, Christopher Raj mengingatkan risiko terburuk, tetap ada jika persoalan ini tidak terselesaikan dengan baik.
Jika skenario tersebut terjadi, dampaknya tidak hanya menimpa tim nasional putra.
Sanksi juga akan menjalar ke seluruh ekosistem sepak bola Malaysia.
Tim junior, tim wanita, serta berbagai kompetisi domestik berpotensi terkena imbas langsung.
Saat ini, FAM masih menunggu keputusan final dari Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS).
Putusan tersebut berkaitan dengan kasus naturalisasi yang sedang menjadi sorotan.
Kecuali terjadi kejutan besar, tim nasional Malaysia diperkirakan akan dinyatakan kalah oleh AFC.
Baca juga: Vietnam Dirugikan 7 Pemain Naturalisasi Malaysia Lepas Sanksi, Peluang Main Kualifikasi Piala Asia
Kekalahan administratif tersebut berpotensi terjadi dalam dua laga melawan Timnas Vietnam dan Nepal.
Kedua pertandingan tersebut merupakan bagian dari Kualifikasi Piala Asia 2027.
Jika skenario itu terwujud, maka tim asuhan Kim Sang-sik akan otomatis melaju ke putaran final.
Situasi ini menempatkan sepak bola Malaysia dalam persimpangan penting antara krisis dan pembenahan.