Gunung Lewotolok Meletus Pagi Ini, 6 Jam Terakhir 9 Kali Gempa Erupsi
Gordy Donovan February 09, 2026 11:35 AM

TRIBUNFLORES.COM, LEWOTOLOK - Gunung Lewotolok dilaporkan meletus, Senin (9/2/2026) sekitar pukul 08:58 Wita.

Gunung Api Ili Lewotolok terletak di Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur dengan posisi geografis di Latitude -8.272°LU, Longitude 123.505°BT dan memiliki ketinggian 1423 mdpl.

Gunung Lewotolok saat ini status Siaga atau level III.

"Terjadi erupsi G. Ili Lewotolok pada hari Senin, 09 Februari 2026, pukul 08:58 WITA. Tinggi kolom letusan teramati ± 200 m di atas puncak (± 1623 m di atas permukaan laut). Kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal ke arah timur. Erupsi terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 18.7 mm dan durasi 49 detik,"tulis petugas PGA Lewotolok, Yeremias Kristianto Pugel dikutip dari laman magma.esdm.go.id.

Baca juga: Teramati Lontaran Material Pijar di Kawah, Gunung Lewotolok 145 Kali Gempa Erupsi 274 Hembusan

6 Jam Terakhir

Sementara 6 jam terakhir, gunung api terlihat jelas hingga tertutup Kabut 0-I. 

Teramati asap kawah utama berwarna putih dengan intensitas tipis hingga sedang tinggi sekitar 20-100 meter dari puncak.

Cuaca cerah hingga berawan, angin lemah ke arah timur dan barat laut. Suhu udara sekitar 25-28°C.

Pengamatan Kegempaan

9 kali gempa Letusan/Erupsi dengan amplitudo 22.5-32.8 mm, dan lama gempa 44-45 detik.

58 kali gempa Hembusan dengan amplitudo 1.7-12.3 mm, dan lama gempa 23-40 detik.

11 kali Harmonik dengan amplitudo 1.6-9.5 mm, dan lama gempa 169-570 detik.

Rekomendasi

1. Masyarakat di sekitar G. Ili Lewotolok maupun pengunjung/pendaki/wisatawan agar tidak memasuki dan tidakmelakukan aktivitas didalam wilayah radius 3 km daripusat aktivitas G. Ili Lewotolok.

2. Mewaspadai potensi ancaman bahaya guguran/longsoran lava dan awan panas pada sektor selatan dan tenggara, sektor barat, serta sektor timur laut G. Ili Lewotolok.

3. Masyarakat yang berada di sekitar G. Ili Lewotolok diimbau menggunakan masker pelindung mulut dan hidung serta perlengkapan lain untuk melindungi mata dan kulit untuk menghindari gangguan pernapasan(ISPA) maupun gangguan kesehatan Iainnya serta untuk menutup tempat penampungan air bersih yang disebabkan oleh paparan abu vulkanik.

4. Pemerintah daerah dan masyarakat senantiasa berkoordinasi dengan Pos Pengamatan G. Ili Lewotolok di Desa Laranwutun,Kecamatan Ile Ape atau Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi atau Badan Geologi di Bandung untuk mendapatkan informasi terkait aktivitas G.Ili Lewotolok.

5. Perkembangan aktivitas serta rekomendasi teknis G.Ili Lewotolok dapat juga dipantau melalui aplikasi/website Magma Indonesia (www.vsi.esdm.go.id atau https://magma.esdm.go.id) dan media sosial Badan Geologi, serta website Badan Geologi.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.