Detik-detik Wali Kota Bekasi Ditodong Golok oleh Pedagang Es Kelapa, Tak Terima PKL Ditertibkan
Vivi Febrianti February 09, 2026 12:07 PM

TRIBUNNEWSBOGOR.COM -- Wali Kota Bekasi Tri Adhianto ditodong senjata tajam oleh seorang pedagang es kelapa saat menertibkan pedagang kaki lima (PKL) di wilayah Perumahan Duta Harapan, Kelurahan Harapan Baru, Kecamatan Bekasi Utara, Minggu (8/2/2026). 

Pelaku bernama Barmizon (60) diduga menolak ditertibkan dan mengamuk dengan membawa golok.  

Dalam rekaman video yang beredar di Instagram @infobekasiutara, pria berbaju merah itu mulanya adu mulut dengan sejumlah petugas dan pejabat.

Pria tersebut juga sempat melontarkan kata-kata kasar.

Tak lama pelaku masuk ke lapaknya lalu keluar lagi sambil membawa golok dan menodongkannya ke para petugas dan pejabat.

"Awas Pak Wali, awas Pak Wali. Amankan itu, senjata tajam itu," seru pria yang merekam video

Petugas dan para pejabat seketika  menjauh. 

Tak lama, pria yang membawa golok tersebut mundur meski tetap marah-marah. 

Situasi berhasil dikendalikan setelah dilakukan pendekatan persuasif dan negosiasi, sehingga tidak menimbulkan korban. 

Menanggapi kejadian tersebut, Wali Kota Bekasi Tri Adhianto menegaskan bahwa pemerintah harus tetap tenang dan tidak bersikap represif dalam menghadapi situasi di lapangan. 

“Dalam menghadapi situasional itu kan harus dengan tenang. Kita sebagai aparatur bukan represif, karena itu warga kita, saudara kita,” ujar Tri saat ditemui Kompas.com di Plaza Pemerintah Kota Bekasi, Senin (9/2/2026). 

Menurut Tri, pendekatan yang dilakukan harus bersifat persuasif dan mengedepankan penyadaran kepada masyarakat sehingga tidak menimbulkan kegaduhan. 

"Yang perlu adalah kita elus, kita sadarkan bahwa ada satu proses yang memang tidak baik. Saya melihat memang ada degradasi moral hari ini. Masyarakat mudah tersulut emosi, mudah mengeluarkan kata-kata kotor. Justru saya mengingatkan aparatur untuk tidak terpancing,” katanya. 

Ia juga menekankan bahwa kegiatan penertiban tidak dilakukan secara tergesa-gesa, melainkan bertahap dan disertai edukasi kepada masyarakat. 

“Program pemerintah tidak akan pernah berhasil kalau masyarakat tidak ikut serta. Termasuk yang hari ini kami fokuskan, seperti penanganan sampah. Ini juga menjadi catatan dari Bapak Presiden,” kata Tri. 

Pascakejadian, lapak pedagang es kelapa yang sebelumnya berada di tepi jalan mulai digeser ke area yang tidak mengganggu badan jalan. 

Sementara itu, pelaku sempat diamankan petugas bersama barang bukti sebilah senjata tajam di Polsek Bekasi Utara.

Sumber: Kompas.com

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.