Atasi Krisis Air Bersih, KORPRI Serahkan Bantuan Sumur Bor untuk Warga Jatimulyo Bantul
Muhammad Fatoni February 09, 2026 01:14 PM

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Korps Pegawai Republik Indonesia (KORPRI) pusat berupaya menuntaskan masalah krisis air dengan memberikan bantuan sumur bor untuk warga Padukuhan Semuten, Kalurahan Jatimulyo, Kapanewon Dlingo, Kabupaten Bantul, DI Yogyakarta. 

Ketua Dewan Pengurus KORPRI Nasional, Zudan Arif Fakrulloh, berujar bantuan sumur bor ini merupakan bagian dari gerakan KORPRI Peduli, yang fokus pada penyelesaian persoalan nyata di masyarakat. 

"Kami dan KORPRI Kabupaten Bantul bersama-sama untuk melihat dan mencoba menyelesaikan masalah yang ada. Kami datang ke beberapa daerah yang kesulitan air, kita bantu semampu kami," katanya, melalui keterangan resmi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantul yang diterima Senin (9/2/2026).

Dikatakannya, bantuan sumur bor memiliki kedalaman sekitar 110 meter dan diproyeksikan mampu menopang kebutuhan air secara berkelanjutan.

Dengan begitu, keberadaan sumur bor diharapkan dapat mempermudah masyarakat untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. 

Bendahara Kelompok Air Bersih, Dwi Amrozi, mengatakan kapasitas debit air sumur bor ini cukup untuk 60–100 kepala keluarga dengan rata-rata 10–20 meter kubik per bulan. 

"Sumur bor ini menjadi penanda akhir musim kering panjang dan awal kehidupan yang lebih baik bagi masyarakat Semuten," tuturnya.

Ketua Kelompok Air Bersih, Yuni, menjelaskan kondisi masyarakat setempat sebelum mendapatkan bantuan sumur bor.

Saat musim kemarau berlangsung, banyak yang memanfaatkan air sumur kali untuk mengairi sawah dan mencuci baju.

"Dulunya sumur kali hanya dipakai pengairan sawah atau mencuci baju. Untuk saat ini air sumur bor dapat digunakan untuk makan, mandi, masak," ujarnya. 

Baca juga: Enam Pelajar di Bantul Serang Warga Gunakan Celurit, Polisi Beberkan Kronologinya

Sumber Kehidupan Baru

Bagi warga Semuten, sumur bor ini bukan sekadar infrastruktur, melainkan sumber kehidupan baru di wilayah perbukitan kapur yang rawan kekeringan di musim kemarau. 

Lurah Jatimulyo, Mukidi, menyatakan selama ini terdapat empat padukuhan di Kalurahan Jatimulyo yang setiap tahun harus menerima pasokan air dari luar dikarenakan debit air menurun saat musim kemarau.

Empat padukuhan itu merupakan Semuten, Badean, Tegalawas, dan Gayam. 

"Tapi, Alhamdulillah hari ini kita dibantu dari KORPRI Pusat. Insya Allah tahun ini atau tahun depan tidak ada dropping air lagi di Semuten," tuturnya.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bantul, Agus Budiraharja, menyebut, bantuan sumur bor adalah langkah fundamental dan strategis untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat, terutama di wilayah pegunungan kapur yang sulit air. 

"Bantuan yang sudah kita terima ini kita kelola dengan baik dan tidak boleh berhenti. Air yang hari ini mengalir harus selamanya tetap mengalir dan mengaliri rumah-rumah di seluruh Padukuan Semuten dan sekitarnya," pesan Agus.(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.