TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - PSS Sleman terus mematangkan persiapan dalam waktu dua pekan persiapan menuju putaran ketiga Pegadaian Championship 2025/226.
Setelah menghabuskan satu pekan untuk berlatih, terdekat, Super Elja akan menghadapi Deltras FC di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Sabtu (14/2/2026).
Direktur Teknik PSS Sleman, Pieter Huistra, memastikan kondisi kebugaran pemain menjadi fokus utama tim selama masa jeda dua pekan dari laga terakhir.
Huistra mengatakan tim pelatih memanfaatkan waktu persiapan dengan intensitas latihan yang terukur.
Pada pekan lalu, Super Elja menjalani sesi latihan berat untuk meningkatkan kondisi fisik pemain.
“Kami punya waktu dua minggu dari laga sebelumnya untuk bersiap. Minggu kemarin kami bekerja sangat keras. Pekan ini latihannya lebih ringan, tetapi kemarin sangat berat dan besok juga akan berat,” ujar Huistra, Senin (9/2/2026).
Menurutnya, menjaga kebugaran pemain menjadi kunci agar PSS Sleman mampu tampil konsisten pada putaran ketiga.
Apalagi, jadwal pertandingan ke depan diperkirakan akan menguras mental dan fisik pemain.
“Kami harus memastikan kebugaran pemain tetap terjaga,” tegas pelatih asal Belanda tersebut.
Baca juga: Dirtek PSS Sleman Optimistis Super Elja Bisa Bersaing Rebut Tiket Promosi
Huistra juga menegaskan PSS Sleman tidak terlalu khawatir dengan potensi absennya pemain akibat cedera maupun akumulasi kartu.
Ia menyebut PSS Sleman di musim ini memiliki kedalaman skuad yang cukup untuk tetap tampil kompetitif.
“Kami memiliki skuad yang dalam. Jadi jika ada pemain yang cedera atau terkena suspensi, kami masih bisa bermain dengan baik,” jelasnya.
Terkait rumor peminjaman M Tahir ke Persipura Jayapura, Huistra dengan tegas membantah kabar tersebut.
Ia menyebut secara regulasi, hal itu tidak memungkinkan terjadi.
Apalagi jenda transfer paruh musim sudah ditutup pada 6 Februari 2026 kemarin.
“Itu tidak benar karena tidak memungkinkan. Seorang pemain hanya bisa bermain untuk dua klub dalam satu musim,” kata Huistra.
Ia menjelaskan, M Tahir hanya memiliki dua opsi, yakni bertahan di PSS Sleman atau kembali ke PSBS Biak sebagai klub asalnya.
Namun, opsi kembali ke Biak juga tertutup lantaran PSBS tengah terkena sanksi larangan transfer.
“Dia tidak bisa ke klub ketiga. Dia hanya bisa tetap di sini atau kembali ke Biak, tapi Biak sedang terkena sanksi larangan transfer, jadi itu tidak mungkin,” jelasnya.
Dengan kondisi tersebut, Huistra memastikan tidak akan ada perubahan komposisi skuad PSS Sleman dalam waktu dekat.
“Sepertinya tidak akan ada perubahan dalam skuad,” pungkasnya. (*)