TRIBUNJAKARTA.COM, TAMANSARI - Suasana kawasan Pecinan Glodok, Taman Sari, Jakarta Barat, mulai dipadati pengunjung menjelang perayaan Tahun Baru Imlek.
Salah satu titik yang menjadi pusat perhatian adalah Vihara Dharma Jaya Toasebio, klenteng bersejarah yang berada di jantung kawasan Pecinan Glodok.
Pantauan TribunJakarta.com Senin (9/2/22026), sejumlah petugas terlihat melakukan penggantian lampion baru di bagian langit-langit vihara.
Lampion-lampion merah khas Imlek tampak menghiasi area dalam Vihara, menambah nuansa perayaan yang kental.
Sementara itu, umat yang datang untuk beribadah terlihat silih berganti keluar masuk area Vihara.
Salah satu pengurus Vihara Dharma Jaya Toasebio, Andi, mengatakan bahwa tidak ada persiapan khusus atau perubahan besar yang dilakukan menjelang Imlek tahun ini.
“Persiapannya seperti biasa saja, tidak ada yang khusus. Paling pembersihan rutin, ganti lampion, sama pengecatan di beberapa titik bangunan,” ujar Andi.
Andi mengatakan, saat Imlek, jemaat yang datang ke Vihara ini tak hanya berasal dari wilayah Jakarta saja. Tetapi juga berasal dari sejumlah wilayah lain di sekitarnya.
"Jemaatnya lumayan banyak. Tapi kan di sini itu enggak kaya gereja atau masjid. Mereka enggak datang barengan, mereka satu-satu aja datangnya karena di sini kan enggak tergantung jam ibadahnya," kata dia.
Selain jemaat, banyak pula wisatawan, termasuk dari mancanegara yang datang untuk melihat perayaan Imlek di vihara tersebut.
Menurutnya, daya tarik utama Vihara Dharma Jaya Toasebio terletak pada nilai sejarah dan arsitekturnya yang khas, sekaligus menjadi bagian tak terpisahkan dari kawasan wisata Pecinan Glodok yang terintegrasi dengan kawasan Kota Tua Jakarta.
“Kan ini dianggapnya klenteng tertua di Indonesia, ini masih sama dengan (Klenteng) Dharma Bhakti (Petak Sembilan)," ujar Andi.
Selain vihara, pedagang musiman pernak-pernik Imlek di Glodok juga ramai pembeli.
Sejumlah pedagang pernak-pernik Imlek di Glodok mengaku omzet tahun ini cukup bagus alias cuan dibanding tahun sebelumnya.
Salah satunya disampaikan oleh Alex, yang lapaknya berjualan tepat di seberang toko manisan mimi.
"Lumayan lah di shio kuda ini lumayan dibanding di shio ular yang tahuh kemarin," kata Alex saat ditemui TribunJakarta.com Sabtu (7/2/2026).
Di lapaknya, Alex menjual berbagai macam pernak-pernik Imlek. Mulai dari gambar tempel, gantungan, patung, angpao hingga yang paling mahal yakni lampion menyala.
"Untuk harganya mulai dari Rp 15 ribuan. Yang paling mahal itu lampion yang bisa nyala itu Rp 2 juta," kata Alex.
Pembeli yang datang ke pasar musiman Imlek ini tak hanya berasal dari Jakarta. Banyak pula yang datang dari kota tetangga Jakarta demi berburu aneka pernak-pernik Imlek yang menjadi tradisi tahunan.
"Saya dari Bekasi. Tiap tahun emang kalau mau Imlek beli pernak-perniknya di sini sekalian jalan-jalan juga," kata Irma (34) yang tengah membeli angpao.
Untuk Imlek tahun ini, Irma membeli angpao dan gambar tempel bergambar shio kuda.
"Kalau lampion itu masih bisa pakai yang tahun lalu. Biasanya gantinya itu dua tahunan, Jadi paling beli angpao aja buat bagi-bagi ke saudara," kata dia.