Renungan Harian Kristen Senin 9 Februari 2026, Bilangan 1:4–16, Pemimpin yang Bertanggungjawab
Chintya Rantung February 09, 2026 02:22 PM

TRIBUNMANADO.CO.ID - Renungan harian keluarga kristen Senin 9 Februari 2026.

Pembacaan alkitab terdapat pada Bilangan 1:4–16.

(4) Dari tiap-tiap suku harus ada satu orang yang mendampingi kamu, yakni orang yang menjadi kepala dari suku yang diwakilinya itu. 

(5) Dan inilah nama semua orang yang harus mendampingi kamu. Dari suku Ruben: Elizur bin Syedeur; 

(6) dari suku Simeon: Selumiel bin Zurisyadai; 

(7) dari suku Yehuda: Nahason bin Aminadab; 

(8) dari suku Isakhar: Netaneel bin Zuar; 

(9) dari suku Zebulon: Eliab bin Helon; 

(10) dari keturunan Yusuf: Elisama bin Amihud dari suku Efraim, dan Gamaliel bin Pedazur dari suku Manasye; 

(11) dari suku Benyamin: Abidan bin Gideoni; 

(12) dari suku Dan: Ahiezer bin Amisyadai; 

(13) dari suku Asyer: Pagiel bin Okhran; 

(14) dari suku Gad: Elyasaf bin Rehuel; 

(15) dari suku Naftali: Ahira bin Enan.” 

(16) Itulah orang-orang yang dipilih dari umat itu, masing-masing sebagai pemimpin dari suku bapa leluhurnya; mereka inilah kepala-kepala pasukan Israel.

Tema perenungan adalah Pemimpin yang Bertanggungjawab.

Khotbah:

Keluarga Kristen yang dikasihi dan diberkati Tuhan Yesus,

Tuhan Allah tidak pernah menghendaki umat-Nya bekerja dalam kesendirian. Ketika Israel keluar dari Mesir, Ia memilih Musa sebagai pemimpin utama dan menetapkan Harun dan para pemimpin suku sebagai pendampingnya.

Firman Tuhan Allah hari ini mengungkap prinsip ilahi yaitu, otoritas manusia hanya sah ketika tunduk pada otoritas Tuhan Allah. Dia tidak memilih berdasarkan latar belakang atau nama, melainkan kesediaan hati untuk dipakai dalam rencana-Nya.

Saat Israel bersiap melakukan perjalanan di padang gurun, Tuhan Allah mengingatkan Musa dan Harun agar dapat mengangkat satu orang setiap suku menjadi kepala untuk mendampingi kepemimpinan mereka.

Menarik bahwa kata Ibrani maṭṭeh (cabang), secara kiasan berarti sebuah suku; juga berarti tongkat, baik untuk menghukum (secara kiasan sebagai koreksi), memerintah (tongkat kerajaan).

Hal ini mengandung pengertian bahwa setiap kepala suku sesungguhnya adalah pemimpin yang dapat mengarahkan sukunya. Biasanya tongkat adalah simbol kepemimpinan sekaligus lambang kepercayaan Tuhan Allah kepada para pemimpin untuk menggembalakan umat-Nya.

Dengan demikian kepala suku sangat berperan penting dalam keberlangsungan perjalanan umat Tuhan Allah.

Keluarga Kristen yang dikasihi dan diberkati Tuhan Yesus,

Setiap nama pemimpin memiliki arti teologis: Elizur (“Allahku adalah Batu Karang”), Selumiel (“Damai Sejahtera Allah”), Ahira (“Saudaraku adalah Kemalangan”).

Namun, Tuhan Allah tidak memilih mereka karena arti nama, melainkan kedaulatan-Nya sebagai Pemimpin tertinggi. Misalnya, Ahira dari suku Naftali, meski namanya bermakna negatif, dipakai Tuhan Allah sebagai pendamping Musa dan Harun.

Di satu sisi pengangkatan kepala di setiap suku Israel dimaksudkan agar, Musa dan Harun mendapatkan pendampingan di tengah tanggung jawab yang besar.

Di sisi lain, Tuhan Allah juga memberikan tanggung jawab bagi setiap kepala suku untuk dapat menata dan mengatur kaumnya.

Demikian pula dengan kita sebagai jemaat dengan berbagai tanggung jawab yang dipercayakan termasuk ketika memimpin, kiranya dapat ditunaikan dengan taat dan setia. Tugas itu adalah pemberian Tuhan Allah. Sambil mengingat bahwa dalam memenuhi tanggung jawab tersebut, Tuhan Allah tetap setia mendampingi dan memampukan kita. Yesus kristus memberkati kita. Amin.

Doa: Ya Tuhan Allah, mampukan kami untuk menunaikan tanggung jawab yang Engkau percayakan dengan setia. Mampukan kami juga untuk menjadi berkat bagi sesama lewat tugas dan tanggung jawab itu. Dalam nama Yesus Kristus, Amin.

Sumber: dodokugmim.com

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.