TRIBUNNEWS.COM – Real Madrid kembali menegaskan dominasinya sebagai klub sepak bola dengan pendapatan tertinggi di dunia. Los Blancos mencatat sejarah sebagai klub pertama yang berhasil melampaui pendapatan lebih dari €1 miliar (sekitar Rp19,9 triliun) dalam satu tahun.
Dalam laporan keuangan terbaru yang dipresentasikan pada musim panas 2025, Real Madrid mengumumkan pendapatan fantastis sebesar €1,185 miliar (sekitar Rp23 triliun) untuk tahun fiskal 2024/2025, dikutip dari Defensa Central .
Meski hanya membukukan laba bersih €24 juta (sekitar Rp478 miliar) setelah pajak, kontribusi Real Madrid terhadap negara Spanyol justru mencuri perhatian karena nilainya yang sangat besar.
Total pajak dan kontribusi jaminan sosial yang dibayarkan Real Madrid kepada Departemen Keuangan dan Jaminan Sosial Spanyol mencapai €356,2 juta (sekitar Rp7 triliun) dalam satu tahun fiskal.
Angka tersebut menegaskan betapa besarnya dampak ekonomi klub ibu kota Spanyol tersebut, bukan hanya di dunia sepak bola, tetapi juga bagi negara.
Rincian pembayaran pajak Real Madrid meliputi:
Jika dikonversi ke rupiah, total kontribusi tersebut setara lebih dari Rp6 triliun.
Baca juga: Langkah Pede Real Madrid di Liga Spanyol Bareng Mbappe, sang Cristiano Ronaldo Baru
Kondisi keuangan yang sangat sehat ini tak lepas dari tangan dingin Florentino Perez, yang baru saja terpilih kembali sebagai presiden Real Madrid hingga tahun 2029.
Di bawah kepemimpinannya, Real Madrid menjelma menjadi tolok ukur global dalam hal, seperti renovasi stadion modern (Santiago Bernabeu), strategi komersial, dan optimalisasi pendapatan global.
Real Madrid juga menatap masa depan dengan optimisme tinggi.
Los Blancos tengah mempersiapkan perpanjangan kontrak sponsor utama seperti Adidas dan Fly Emirates, yang diproyeksikan meningkatkan pendapatan secara signifikan.
Selain itu, kontribusi hak citra pemain bintang seperti Kylian Mbappe turut menjadi sumber pemasukan penting dalam struktur ekonomi klub.
Tak berhenti di situ, Florentino Perez bahkan mulai mempertimbangkan perubahan model kepemilikan, dengan membuka peluang investasi hingga 10 persen.
Langkah ini disebut bertujuan membantu Real Madrid yang kini diperkirakan bernilai €10 miliar (sekitar Rp198,5 triliun) agar tetap kompetitif menghadapi klub-klub milik negara di era baru sepak bola global.
Dengan fondasi keuangan yang sangat kuat, Real Madrid tak hanya berjaya di lapangan, tetapi juga menjadi raksasa ekonomi sepak bola dunia.
(Tribunnews.com/Ali)