Berharap Hujan Lebat di Lokasi, Sepekan Api Karhutla di Desa Sungai Upih Pelalawan Belum Padam
Firmauli Sihaloho February 09, 2026 03:29 PM

TRIBUNPEKANBARU.COM, PELALAWAN - Satu pekan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Desa Sungai Upih, Kecamatan Kuala Kampar, Kabupaten Pelalawan, Riau belum berhasil dipadamkan hingga Senin (9/2/2026). 

Api Karhutla masih membara di lokasi yang membakar semak belukar dan kebun kelapa milik masyarakat.

Hamparan lahan yang dilalap si jago merah mulai dari Desa Sungai Upih sampai ke Desa Teluk Beringin. 

Upaya pemadaman terus dilanjutkan seratusan personil gabungan dari berbagai instansi menggunakan peralatan Damkar.

"Kondisi api masih sama dengan sebelumnya, hanya berkurang sedikit. Ini sudah satu pekan. Hanya saja tidak ada penyebaran lagi," tutur Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pelalawan, Zulfan M.Si kepada tribunpekanbaru.com, Senin (9/2/2026). 

Ia menyebutkan, pola penanggulangan api Karhutla di lokasi menggunakan sistem pengepungan.

Seluruh personel gabungan dibagi dalam beberapa tim dan ditempatkan di setiap sudut lahan yang sedang dilanda kebakaran, untuk mengantisipasi api meluas. Kemudian dilanjutkan dengan pendinginan ke arah bagian tengah. 

Baca juga: 180 PMI Bermasalah Dideportasi dari Malaysia Tiba Lewat Pelabuhan Dumai, Terbanyak Asal Jatim

Baca juga: Pemadaman Karhutla di Dumai Terbantu Hujan, Wako Paisal Ungkap Hal Ini

"Dari awal diprediksi, pemadamannya bakal lama. Kita berharap hujan lebat turun di lokasi, itu sangat membantu," kata Zulfan. 

Dalam satu pekan terakhir tidak ada hujan turun di sekita Desa Sungai Upih dan Desa Teluk Beringin.

Melainkan cuaca panas terik dan kering yang dihadapi petugas di lapangan. Kondisi itulah yang membuat api Karhutla sempat meluas.

Berbanding terbalik dengan Kecamatan Pangkalan Kerinci dan beberapa wilayah di Pelalawan yang hampir setiap hari dilanda hujan lebat. 

Dikatakannya, permintaan bantuan helikopter Water Bombing ke perusahaan Sinar Mas belum bisa dikabulkan oleh pihak swasta itu.

Di sisi lain, BNPB belum melelang armada helikopter untuk penanggulangan Karhutla, lantaran cuaca di Provinsi Riau masih dominan hujan dan belum ada penetapan status siaga darurat Karhutla. 

"Jadi kondisinya agak dilema. Makanya saat ini hanya bisa mengandalkan operasi pemadaman darat, meskipun banyak rintangan di lapangan," ujar Zulfan. 

Seratusan personil dari berbagai instansi masih berjibaku di lokasi untuk memadamkan api.

Diantaranya BPBD, Dinas Damkar, TNI, Polri, Masyarakat Peduli Api (MPA), pemerintah kecamatan dan desa serta warga setempat. 

Luas lahan gambut yang telah hangus terbakar belum dihitung, lantaran petugas masih fokus pemadaman.

"Mudah-mudahan bisa padam sebelum bulan ramadhan. Kasihan juga tim di lapangan memadamkan api pas puasa," tukasnya. (Tribunpekanbaru.com/Johannes Wowor Tanjung)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.