Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung - Pemerintah Kota Bandar Lampung terus memperkuat komitmen dalam menciptakan lingkungan kerja yang aman, sehat, rapi, dan indah (ASRI).
Hal tersebut disampaikan Asisten III Bidang Administrasi Umum Setkot Bandar Lampung Muhammad Nur Ramdhan saat menjadi pembina upacara mingguan di halaman kantor Pemkot Bandar Lampung, Senin (9/2/2026).
Dalam amanatnya, Ramdhan menegaskan bahwa ASRI merupakan tindak lanjut dari arahan strategis Presiden dalam Rapat Koordinasi Pemerintah Pusat dan Daerah beberapa waktu lalu, yang kemudian diperkuat melalui Instruksi Gubernur Lampung Nomor 8 Tahun 2026.
Menurutnya, kegiatan kerja bakti atau korve yang rutin dilakukan di lingkungan Pemkot Bandar Lampung bukan sekadar aktivitas membersihkan area kantor.
"Kegiatan korve ini bukan hanya rutinitas menyapu atau membuang sampah. Ini adalah bentuk disiplin pegawai dan budaya kerja baru," ujarnya, Senin (9/2/2026).
Ia menilai, lingkungan kerja yang bersih dan tertata akan berdampak langsung pada kualitas kinerja aparatur.
"Lingkungan yang bersih akan menciptakan pikiran yang jernih, kantor yang rapi meningkatkan produktivitas pelayanan kepada masyarakat, dan suasana yang nyaman membuat kita lebih betah dalam mengabdi," jelasnya.
Ramdhan juga mengingatkan seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) agar lebih peduli terhadap kebersihan dan kerapian lingkungan kerja masing-masing.
"Saya tidak ingin melihat ada berkas yang menumpuk tak beraturan, taman kantor yang gersang, atau saluran air yang tersumbat di lingkungan OPD," tegasnya.
Ia menginstruksikan agar pimpinan OPD dapat menjadi teladan bagi jajarannya dengan terlibat langsung dalam kegiatan kebersihan.
"Jangan hanya memerintah, tapi ikut turun tangan bersama staf. Budaya bersih harus dimulai dari atasan," katanya.
Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya keberlanjutan gerakan ASRI agar tidak bersifat seremonial semata.
"Gerakan ini jangan hanya aksidental. Lakukan secara rutin setiap minggu dan jadikan kebersihan sebagai bagian dari KPI di unit kerja masing-masing," ujarnya.
Selain itu, ia juga mendorong penerapan digitalisasi dokumen guna mengurangi penumpukan kertas di ruang kerja.
"Manfaatkan sistem digital agar ruang kerja lebih lapang, efisien, dan tertata," tambahnya.
Melalui langkah tersebut, ia berharap Pemkot Bandar Lampung dapat menunjukkan keseriusannya kepada pemerintah pusat dan Pemerintah Provinsi Lampung dalam menyukseskan gerakan ASRI.
"Bandar Lampung harus siap menjadi kota yang paling nyaman, baik bagi warganya maupun bagi tamu yang datang," imbuh dia.
Dalam kesempatan itu, Ramdhan juga menyoroti pentingnya disiplin aparatur sipil negara.
"Disiplin adalah kunci utama dalam menjalankan tugas pemerintahan. Disiplin waktu, disiplin bekerja, dan disiplin dalam pelayanan kepada masyarakat harus terus kita jaga," ucapnya.
Ia mengajak seluruh pegawai menjadikan lingkungan Sekretariat Pemerintah Kota Bandar Lampung sebagai contoh birokrasi yang tertib, profesional, dan berintegritas tinggi.
( Tribunlampung.co.id / Dominius Desmantri Barus )