SURYA.CO.ID, TULUNGAGUNG - Aksi kejar-kejaran dramatis mewarnai penangkapan pelaku tabrak lari yang melibatkan mobil Isuzu Panther nopol AG 1230 OI pada Minggu (8/2/2026) dini hari di Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur (Jatim).
Insiden ini tidak hanya mengakibatkan kerusakan kendaraan, tetapi juga melukai seorang personel Satlantas Polres Tulungagung yang berusaha melindungi pelaku dari amuk massa.
Peristiwa bermula saat anggota Satlantas Polres Tulungagung melakukan patroli rutin menggunakan mobil sedan. Tiba-tiba, seorang pengendara sepeda motor menghampiri petugas dan melaporkan adanya insiden tabrak lari di kawasan Pasar Ngemplak.
Kasat Lantas Polres Tulungagung, AKP Mohammad Taufik Nabila, menjelaskan kronologi kejadian tersebut. "Ternyata pengendara sepeda motor itu salah satu warga yang ikut mengejar sejak dari Pasar Ngemplak. Anggota kami segera mengejar mobil Panther itu," jelas Taufik kepada SURYA.co.id, Senin (9/2/2026).
Mobil pelaku melaju kencang dengan agresif ke arah utara menuju wilayah Kabupaten Kediri. Meski petugas berulang kali memberikan peringatan, pelaku MD (62), warga Kelurahan Bago, Kecamatan Tulungagung, tetap tancap gas dengan kecepatan tinggi.
Pengejaran pun masuk ke wilayah Kecamatan Kras, Kabupaten Kediri. Sesampainya di Jembatan Kras, personel Satlantas Polres Tulungagung berusaha memblokade dan menghentikan laju mobil tersebut, namun nekat ditabrak oleh pelaku.
"Mobil kami ditabrak, tapi tidak terlalu rusak parah. Pelaku terus ngebut ke arah utara," sambung Taufik.
Pelarian MD akhirnya terhenti setelah mobil Panther yang dikemudikannya menabrak sebuah pom mini milik warga.
Saat itulah, massa yang terdiri dari sejumlah pengendara motor yang mengejar sejak awal langsung meluapkan emosinya.
Situasi menjadi tidak terkendali ketika warga yang geram menyerang pelaku. Melihat pengemudi Panther menjadi sasaran amuk massa, anggota polisi berusaha melindunginya sesuai prosedur hukum, namun justru menjadi korban salah sasaran.
"Melihat pengemudi Panther itu jadi sasaran amarah, anggota kami berusaha melindunginya, tapi malah kena pukul," ungkap Taufik.
Akibat kejadian tersebut, personel bernama Muhadi terkena pukulan benda keras di bagian kepala hingga terluka dan mengeluarkan darah.
Sementara itu, pelaku MD juga mengalami sejumlah luka memar akibat diamuk massa sebelum akhirnya berhasil diamankan.
"Kami sempat membawa pengemudi Panther itu ke fasilitas kesehatan, karena dia mengalami sejumlah luka memar," ucap Taufik.
Saat ini, MD beserta barang bukti mobil telah diamankan di Unit Gakkum Satlantas Polres Tulungagung untuk proses hukum lebih lanjut.
Sebelum insiden pengejaran, MD diketahui menabrak becak motor (bentor) di kawasan Pasar Ngemplak, Tulungagung. Korban adalah H (60), seorang tukang angkut sayur yang biasa beroperasi di pasar tersebut.
Saat kejadian, MD melaju dari arah barat ke timur, sementara H sedang berhenti di badan jalan depan pasar.
"Dari arah barat, diduga pengemudi Panther ini kurang memperhatikan situasi arus lalu lintas di depannya, hingga menabrak bentor itu," terang Taufik.
Parahnya, usai menabrak, MD malah kabur ke arah timur. Bagian depan bentor sempat tersangkut di bodi depan sebelah kiri Panther dan terseret.
Muatan berupa ikan pindang dan sayuran pun rusak berserakan. Korban H kini dirawat di RSUD dr Iskak akibat luka-luka yang dideritanya.