Pelajar Tewas Akibat Jalan Berlubang di Matraman, Pemprov DKI Diminta Gercep Perbaiki Usai Banjir
Ferdinand Waskita Suryacahya February 09, 2026 04:52 PM

TRIBUNJAKARTA.COM, JAKARTA – DPRD DKI Jakarta menyoroti kecelakaan tunggal yang menewaskan seorang pelajar di Jalan Matraman Raya, Jakarta Timur, Senin (9/2/2026).

Insiden tersebut diduga dipicu kondisi jalan berlubang yang membahayakan pengguna jalan.

Anggota DPRD DKI Jakarta Ade Suherman menilai, pemerintah daerah harus bergerak cepat dalam merespons kerusakan jalan, khususnya pascabanjir dan hujan dengan intensitas tinggi yang belakangan melanda Jakarta.

“Tadi saya juga lewat, di depan itu memang sedang diperbaiki. Tapi tentu kita mendorong pemerintah agar gercep (gerak cepat) dalam merespons kondisi jalan-jalan yang habis hujan,” kata Ade, Selasa (9/2/2026).

PEMPROV HARUS GERCEP - Anggota DPRD DKI Jakarta Ade Suherman meminta Pemerintah Provinsi DKI Jakarta gerak cepat (gercep) dalam penanganan jalan berlubang, hal ini merespons kabar kecelakaan seorang pelajar yang tewas diduga akibat Jalan berlubang di Matraman Raya, Jakarta Timur, Senin (9/2/2026). (TribunJakarta/Yusuf Bachtiar)

Menurutnya, cuaca ekstrem yang masih berpotensi terjadi harus diantisipasi dengan pemantauan intensif terhadap kondisi infrastruktur jalan. Ia menegaskan, keselamatan warga harus menjadi prioritas utama.

“Cuaca masih terus berjalan, dan pemerintah harus memastikan warga jangan sampai kecelakaan dan seterusnya,” ujarnya.

Ade menekankan, perbaikan jalan tidak seharusnya menunggu adanya korban jiwa ataupun laporan dari masyarakat. Pemerintah diminta proaktif memetakan titik-titik rawan yang berpotensi menimbulkan kecelakaan.

“Jangan perlu menunggu ada kecelakaan, jangan menunggu ada laporan. Semua harus memantau. Kalau ada potensi yang bisa menyebabkan kecelakaan, segeralah diperbaiki,” tegasnya.

Terkait penanganan kecelakaan lalu lintas, Ade juga meminta Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta untuk memperkuat koordinasi dengan instansi terkait, khususnya Dinas Bina Marga yang bertanggung jawab terhadap kondisi jalan.

“Dishub harus bekerja sama dengan dinas lain, ya Bina Marga, yang bertanggung jawab dengan lubang-lubang jalan. Semua pihak harus kerja sama supaya jangan sampai warga celaka,” katanya.

Korban Hendak Berangkat Sekolah 

Seorang pelajar pengendara motor tewas dalam kecelakaan lalu lintas di Jalan Matraman Raya, Matraman, Jakarta Timur pada Senin (9/2/2026) sekira pukul 06.00 WIB.

Warga sekitar, Ardhi mengatakan korban berinisial AI yang merupakan siswa SMK tersebut tewas saat dalam perjalanan berangkat menuju sekolahnya di wilayah Kecamatan Senen, Jakarta Pusat.

Belum diketahui pasti penyebab kejadian, namun diduga korban terjatuh akibat kondisi Jalan Matraman Raya yang rusak dan bergelombang karena di sekitar lokasi AI tergeletak terdapat bekas tambalan.

"Mungkin karena jalannya ada bekas tambalan enggak rata ya. Karena pas saya melihat korban sudah tergeletak itu kondisi jalan sepi," kata Ardhi di Matraman, Jakarta Timur, Senin (9/2/2026).

Dugaan warga bahwa korban terjatuh akibat kondisi jalan rusak juga karena kondisi sepeda motor korban tidak mengalami kerusakan parah layaknya membentur kendaraan lain.

Sehingga warga menduga korban mengalami kecelakaan akibat jalan rusak, dan faktor kondisi ruas Jalan Matraman Raya yang licin karena saat kejadian sedang hujan.

"Untuk kerusakan sepeda motornya enggak terlalu parah, (body) depan agak pecah saja. Memang di sini (Jalan Matraman Raya) rawan kecelakaan, sudah beberapa kali kejadian," ujar Ardhi.

Diperbaiki 

Ruas Jalan Matraman Raya di Kelurahan Kebon Manggis, Kecamatan Matraman, Jakarta Timur yang rusak akhirnya diperbaiki pada Senin (9/2/2026).

Warga sekitar, Roni mengatakan perbaikan dilakukan jajaran Sudin Bina Marga Jakarta Timur usai kasus kecelakaan pelajar berinisial AI meninggal dunia diduga akibat jalan rusak.

"Baru ditambal tadi setelah kejadian. Sebelumnya memang jalannya bergelombang agak panjang, dan ada legokan (amblas)," kata Roni di Jakarta Timur, Senin (9/2/2026).

Setidaknya terdapat dua titik jalan rusak di sekitar korban terjatuh di Jalan Matraman Raya yang ditambal jajaran Sudin Bina Marga Jakarta Timur agar, penambalan dilakukan menggunakan aspal.

Selain penambalan jajaran Sudin Bina Marga Jakarta Timur juga memberikan tanda pylox putih di sekitar area jalan rusak sebagai tanda agar lokasi nantinya dapat diperbaiki secara utuh.

"Sebenarnya sebelum kejadian sudah pernah ditambal, belum lama ini juga sudah ditambal. Tapi namanya musim hujan, jadi jalan rusak lagi, nanti ditambal lagi," ujarnya.

BERITA TERKAIT

  • Baca juga: Kronologi Kecelakaan Maut Pelajar di Matraman Raya, Motor Hilang Kendali Usai Hantam Lubang
  • Baca juga: Siswa SMK Tewas Usai Terperosok Jalan Rusak, Pramono: Biaya RS hingga Pemakaman Ditanggung Pemprov
  • Baca juga: Kecelakaan Hari Ini di Tol JORR Fatmawati, Mobil Ringsek Tabrak Bus, Ada Korban Luka
© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.