Paket MBG untuk Balita di Rejang Lebong Cuma Dibungkus Plastik, SPPG Akhirnya Buka Suara
Hendrik Budiman February 09, 2026 04:54 PM

 

Laporan Wartawan TribunBengkulu.com, M. Rizki Wahyudi

TRIBUNBENGKULU.COM, REJANG LEBONG – Kemasan paket Makanan Bergizi Gratis (MBG) untuk balita di Kabupaten Rejang Lebong menjadi sorotan publik. 

Program yang digulirkan pemerintah tersebut menuai perhatian setelah paket makanan diketahui hanya dibungkus plastik, sehingga memicu pertanyaan soal standar keamanan dan kelayakan. 

Menanggapi hal itu, pihak SPPG akhirnya buka suara dan memberikan penjelasan resmi.

Diketahui, sebelumnya unggahan berisi keluhan seorang warga penerima program Makan Bergizi Gratis (MBG) terkait kondisi makanan yang diterima untuk balita, pada Senin (9/2/2026).

Dalam unggahan yang beredar, warga tersebut mengeluhkan paket MBG yang diterima dibungkus menggunakan plastik, bukan ompreng sebagaimana mestinya.

Bahkan, nasi MBG tersebut disebut dicampur langsung dengan buah-buahan dalam satu bungkus.

Keluhan itu pun menyebut bahwa paket MBG tersebut berasal dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sindang Dataran.

Baca juga: 5 Dapur MBG di Seluma Dievaluasi Imbas Ketahuan Pekerjakan Tenaga dari Luar

Pengunggah mempertanyakan apakah memang prosedur penyaluran MBG dilakukan dengan menggunakan plastik.

Unggahan tersebut menuai beragam komentar dari warganet.

Tak sedikit yang menyayangkan pengemasan makanan balita yang dinilai tidak sesuai standar gizi dan kebersihan.

Klarifikasi Kepala SPPG Sindang Dataran

Menanggapi viralnya video tersebut, pihak SPPG Sindang Dataran memberikan klarifikasi.

Kepala SPPG Sindang Dataran Abdul Rahman Habibullah menyampaikan, pengemasan MBG menggunakan plastik tersebut merupakan kesalahan dari kader posyandu.

“Assalamualaikum izin sebelumnya, perkenalkan nama saya Abdul Rahman Habibullah Kepala SPPG Sindang Dataran. Izin konfirmasi dan klarifikasi terkait video yang beredar mengenai paket makan bergizi yang dibungkus dengan plastik. Itu merupakan kesalahan dari kader kami dan yang bersangkutan sudah mengakui,” tulisnya dalam pesan klarifikasi.

Baca juga: Jelang Ramadan, LPG 3 Kg di Rejang Lebong Makin Sulit, Harga Tembus Rp40 Ribu, Warga Menjerit

Pihak SPPG juga menyatakan akan melakukan klarifikasi langsung kepada kader yang bersangkutan agar kejadian serupa tidak kembali terulang ke depannya.

Koordinator Wilayah (Korwil) Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Rejang Lebong, Anastasia Intan, saat dikonfirmasi terkait hal tersebut menjawab bahwa permasalahan itu sedang dibuat klarifikasi oleh kader.

Kader yang memasukkan plastik, sedangkan dari dapur SPPG pengemasan menggunakan ompreng.

"Lagi dibuat klarifikasinya, karena dari pihak SPPG bentuknya ompreng, seharusnya sampai ke rumah penerima dalam bentuk ompreng," jelas Intan.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.