TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali terjadi di sejumlah wilayah Provinsi Riau.
Hingga Senin (9/2/2026), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Riau mencatat sedikitnya 11 titik api aktif yang tersebar di beberapa kabupaten dan kota.
Sementara itu, data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menunjukkan 75 hotspot atau titik panas terpantau di wilayah Riau.
Kepala BPBD Provinsi Riau, M. Edy Afrizal, mengatakan seluruh unsur penanggulangan bencana telah bergerak cepat melakukan pemadaman dan pendinginan guna mencegah api meluas, terutama di wilayah yang masih terpantau asap dan nyala api.
“Sejak pagi, tim di lapangan terus melakukan pemadaman dan pendinginan di lokasi-lokasi yang terdeteksi titik api. Beberapa titik sudah berhasil dipadamkan total, namun masih ada lokasi yang membutuhkan penanganan intensif karena api dan asap masih muncul,” kata Edy Afrizal, Senin (9/2/2026).
Berdasarkan pemantauan BMKG, 75 hotspot tersebar di enam daerah, dengan rincian terbanyak berada di Kabupaten Pelalawan sebanyak 52 titik, disusul Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) 9 titik, Kabupaten Siak 6 titik, Kota Dumai 5 titik, Kabupaten Bengkalis 2 titik, dan Kabupaten Rokan Hilir (Rohil) 1 titik.
Baca juga: Berharap Hujan Lebat di Lokasi, Sepekan Api Karhutla di Desa Sungai Upih Pelalawan Belum Padam
Baca juga: Pantauan Drone Terhalang Asap Tebal, Luas Karhutla di Desa Sungai Upih Pelalawan Belum Diketahui
Sementara itu, 11 firespot atau titik api terkonfirmasi berada di tujuh wilayah. Di Kabupaten Bengkalis, terdapat empat titik api yang tersebar di Desa Sukarjo Mesim, Desa Tanjung Leban, Desa Air Putih, dan Desa Kelebuk.
Dari empat lokasi tersebut, satu titik dilaporkan sudah padam, sementara tiga lainnya masih dalam proses pemadaman dan pendinginan karena api dan asap masih terpantau.
“Untuk Bengkalis, personel masih fokus di beberapa desa karena kondisi lahan gambut membuat api mudah muncul kembali. Pendinginan terus dilakukan agar tidak terjadi kebakaran susulan,” jelas Edy.
Di Kabupaten Kepulauan Meranti, satu titik api di Desa Selat Panjang Timur, Kecamatan Tebing Tinggi, dilaporkan padam total.
Hal serupa juga terjadi di Kota Pekanbaru, tepatnya di Jalan Mulya Sari, Kelurahan Tangkerang Selatan, Kecamatan Bukit Raya, yang berhasil dipadamkan sepenuhnya.
Namun, kondisi berbeda terjadi di Kabupaten Siak, tepatnya di Kampung Simpang Mempura, Kecamatan Mempura.
Di lokasi ini, petugas masih melakukan pendinginan karena asap masih terlihat di beberapa titik.
Satu titik api juga terdeteksi di Kabupaten Pelalawan, tepatnya di Desa Sungai Upih, Kecamatan Kuala Kampar. Hingga laporan ini disampaikan, pemadaman masih berlangsung karena api masih aktif.
Sementara di Kabupaten Indragiri Hilir, terdapat tiga titik api di Desa Teluk Merbau dan Desa Belantaraya, Kecamatan Gaung, serta Desa Bantaiyan, Kecamatan Mandah. Seluruhnya masih dalam tahap pendinginan karena titik asap masih muncul.
Edy Afrizal menegaskan, BPBD Provinsi Riau terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah, TNI-Polri, Manggala Agni, serta relawan untuk memastikan penanganan karhutla berjalan optimal.
Pihaknya memastikan dokumentasi lapangan telah dilampirkan dan pemantauan akan terus dilakukan secara berkala guna menekan risiko kebakaran hutan dan lahan di wilayah Riau.
“Kami mengimbau masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar. Peran serta masyarakat sangat penting untuk mencegah karhutla meluas, apalagi kondisi cuaca saat ini cukup mendukung munculnya kebakaran,” tegasnya.
( Tribunpekanbaru.com/Syaiful Misgiono)