Ringkasan Materi Bab 5 Bahasa Indonesia Kelas 12 SMA Dilengkapi Soal HOTS
Siti Umnah February 09, 2026 06:27 PM

SRIPOKU.COM - Kearifan lokal merupakan warisan luhur yang mencerminkan identitas dan kecerdasan nenek moyang kita dalam menjaga harmoni dengan alam serta sesama. 

Melalui rangkuman ini dan latihan soal HOTS yang tersedia, Anda akan diajak untuk mengasah keterampilan bercerita sekaligus menumbuhkan rasa bangga terhadap kekayaan tradisi Nusantara.

Baca juga: Ringkasan Materi Menyampaikan Opini Tentang Perundungan Bahasa Indonesia Kelas 12 SMA + Soal HOTS

Ringkasan Materi Bab 5: Mengungkapkan Kekaguman dalam Narasi Kearifan Lokal

1. Memahami Kearifan Lokal dalam Teks Narasi

Kearifan lokal adalah pandangan hidup dan pengetahuan lokal yang tercipta dari adaptasi komunitas terhadap lingkungannya.

Dalam teks narasi (seperti cerpen atau novel), kearifan lokal sering muncul dalam bentuk adat istiadat, kepercayaan, pengobatan tradisional, hingga arsitektur bangunan yang memiliki makna filosofis.

2. Unsur Intrinsik Narasi Berbasis Budaya

  • Latar (Setting): Penggambaran tempat yang spesifik (misal: rumah panggung di pedalaman) dan suasana yang kental dengan nuansa tradisi.
  • Amanat: Pesan moral yang biasanya berkaitan dengan menjaga keseimbangan alam atau penghormatan kepada orang tua/leluhur.
  • Tokoh: Karakter yang seringkali merepresentasikan nilai-nilai lokal, baik tokoh yang patuh pada tradisi maupun yang mengalami konflik dengan modernitas.

3. Mengungkapkan Kekaguman melalui Kebahasaan

Untuk mengungkapkan kekaguman, penulis biasanya menggunakan:

  • Majas (Gaya Bahasa): Terutama personifikasi dan metafora untuk menggambarkan keindahan alam atau keunikan ritual budaya.
  • Adjektiva (Kata Sifat) Deskriptif: Kata-kata yang mampu membangkitkan panca indera (imajis), seperti megah, sakral, menawan, bersahaja.
  • Kalimat Seruan: Kalimat yang secara langsung menunjukkan rasa takjub (misal: "Betapa indahnya filosofi di balik sehelai kain tenun ini!").

4. Menulis Narasi Kreatif

Menulis narasi kearifan lokal memerlukan riset agar detail budaya yang disampaikan akurat.

Narasi yang baik tidak hanya menceritakan urutan peristiwa, tetapi juga menyisipkan interpretasi penulis mengenai kehebatan nilai-nilai lokal tersebut.

Latihan Soal HOTS

1. Perhatikan kutipan narasi berikut! "Rumah Gadang itu berdiri kokoh tanpa paku, hanya mengandalkan pasak kayu. Saat gempa mengguncang bumi, ia tidak melawan, melainkan menari mengikuti irama tanah. Inilah bukti betapa nenek moyang kita telah akrab dengan alam sebelum sains modern mengenal istilah bangunan tahan gempa."

Makna tersirat dari penggalan narasi di atas adalah...

A. Rumah Gadang adalah bangunan yang sangat mahal harganya.

B. Kekaguman penulis terhadap kecerdasan arsitektur lokal yang adaptif terhadap alam.

C. Penolakan terhadap teknologi konstruksi bangunan modern.

D. Keharusan membangun rumah tanpa menggunakan paku besi.

E. Peristiwa gempa bumi yang sering terjadi di Sumatera Barat.

Jawaban : B. Kekaguman penulis terhadap kecerdasan arsitektur lokal yang adaptif terhadap alam. 

2. Dalam sebuah cerpen tentang tradisi "Subak" di Bali, penulis menggambarkan detail pembagian air yang sangat adil antarpetani. Unsur kearifan lokal yang ingin ditekankan penulis adalah...

A. Keindahan alam persawahan di Bali yang mendunia.

B. Nilai gotong royong dan manajemen konflik dalam pengelolaan sumber daya alam.

C. Teknologi irigasi modern yang diadopsi oleh masyarakat lokal.

D. Ritual keagamaan yang dilakukan sebelum masa panen tiba.

E. Keunggulan beras organik dibandingkan beras biasa.

Jawaban : B. Nilai gotong royong dan manajemen konflik dalam pengelolaan sumber daya alam. 

3. Manakah kalimat berikut yang paling efektif menggunakan majas personifikasi untuk mengungkapkan kekaguman pada budaya?

A. Tari Piring adalah tarian yang berasal dari Minangkabau.

B. Suara angklung itu terdengar sangat merdu di telinga para penonton.

C. Desir angin di antara pepohonan seolah ikut melantunkan doa dalam ritual adat tersebut.

D. Batik merupakan warisan budaya dunia yang telah diakui oleh UNESCO.

E. Kita harus bangga memiliki keragaman budaya dari Sabang sampai Merauke.

Jawaban : C. Desir angin di antara pepohonan seolah ikut melantunkan doa dalam ritual adat tersebut. 

4. "Filosofi 'Satu Tungku Tiga Batu' di Papua mengajarkan kerukunan antarumat beragama yang sangat kuat." Jika kalimat ini ingin diubah menjadi penggalan narasi yang menggugah emosi, maka bentuk yang tepat adalah...

A. Di Papua ada tradisi Satu Tungku Tiga Batu yang harus kita contoh.

B. Tradisi Satu Tungku Tiga Batu melibatkan tiga kelompok yang berbeda.

C. Di bawah langit Papua, tiga keyakinan duduk melingkar dalam satu hangatnya tungku persaudaraan, membuktikan bahwa perbedaan adalah harmoni yang paling merdu.

D. Satu Tungku Tiga Batu artinya adalah tiga batu yang menyokong satu tungku untuk memasak.

E. Pemerintah memuji tradisi Satu Tungku Tiga Batu karena sangat efektif menjaga perdamaian.

Jawaban : C. Di bawah langit Papua, tiga keyakinan duduk melingkar dalam satu hangatnya tungku persaudaraan, membuktikan bahwa perbedaan adalah harmoni yang paling merdu. 

5. Seorang penulis narasi kearifan lokal seringkali dihadapkan pada tantangan "modernisasi". Sikap penulis yang paling kritis dalam menanggapi hal tersebut adalah...

A. Menganggap semua teknologi modern merusak kemurnian budaya lokal.

B. Menulis narasi yang menunjukkan bagaimana nilai lokal dapat beradaptasi dan memberi warna pada kemajuan zaman.

C. Meminta masyarakat untuk kembali hidup seperti nenek moyang di masa lalu.

D. Menghapus semua unsur modern dalam ceritanya agar terlihat lebih etnik. E. Hanya menulis tentang kegagalan modernitas di desa-desa terpencil.

Jawaban : B. Menulis narasi yang menunjukkan bagaimana nilai lokal dapat beradaptasi dan memberi warna pada kemajuan zaman. 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.