Kisah Kapolres Lamongan Menyamar Jadi Warga Biasa, Lapor Sepeda Hilang Malah Dicueki Oknum Polisi
Moch Krisna February 09, 2026 07:45 PM

 






TRIBUNSUMSEL.COM --
Kapolres Lamongan AKBP Arif Fazlurrahman mengungkap pengalaman pribadi yang cukup mengejutkan.

Ia menceritakan pernah dicueki oleh oknum polisi saat melaporkan kasus pencurian sepeda miliknya, hingga membuatnya marah besar dan meluapkan emosi.

Kisah tersebut dibagikan langsung melalui akun Instagram pribadinya @arif_fazlurrahman melansir Tribunnews.com, Senin (9/2/2026).

"Saya pernah jadi korban kejahatan. Sepeda saya dicolong maling," katanya mengawali ceritanya.

Usai kejadian, AKBP Arif mendatangi polsek untuk melaporkan kasus tersebut yang terjadi 6 tahun lalu.

Sesampainya di kantor polisi, dirinya diterima petugas piket kala itu.

AKBP Arif tidak mengungkap identitasnya ketika melapor.

"Dia (oknum polisi) mukanya itu masih enggak serius. Saya masih berdiri, disuruh duduk aja belum," katanya.

"Saya enggak ngomong kalau saya polisi." tambah AKBP Arif.

Bukannya melayani dengan baik, oknum polisi itu malah bertanya soal harga sepeda yang hilang.

"Emang berapa harganya?" kata AKBP Arif menirukan percakapan sang oknum.

Perkataan ini membuat hati AKBP Arif hancur.

Emosinya juga langsung meledak hingga melontarkan makian.

"Baru saya marah: 'Woi brengsek kamu. Panggil Kapolsekmu'. Saya bilang. Saya pernah jadi Kapolsek," kata AKBP Arif.

Mendengar pernyataan tersebut, si oknum polisi berubah sikap.

"Baru dia bilang: 'siap...siap ndan'," lanjutnya.

Alasan AKBP Arif bercerita karena dirinya ingin semua polisi memiliki empati kepada masyarakat, khususnya yang sedang ditimpa musibah.

Aparat turut diingatkan jangan melihat laporan dari nilai rupiah kerugian.

Bagi AKBP Arif, baik itu Rp100 ribu atau Rp500 harga barang yang hilang, masyarakat berhak dilayani dengan baik.

"Jangan meremehkan masalah orang. Jangan dianggap enteng. Ada yang nilainya secara rupiah murah. Tapi barang tersebut sangat penting," katanya.

Terakhir, AKBP Arif berharap tidak ada lagi oknum-oknum polisi yang mengabaikan laporan dari masyarakat.

"Mestinya sekarang sudah tidak ada," tandas dia.

 

Sosok AKBP Arif Fazlurrahman

Dirangkum dari Surya.co.id, AKBP Arif Fazlurrahman adalah sosok polisi yang unik sekaligus inspiratif.

Lahir di Jakarta pada 9 Juni 1984 dan menamatkan pendidikan di Akademi Kepolisian (Akpol) pada tahun 2005, Arif bukan hanya dikenal karena kepiawaiannya dalam memimpin, tetapi juga karena latar belakang keagamaannya yang kuat.

Ia pernah menimba ilmu di Pondok Pesantren Assalam, Solo, menyelesaikan pendidikan MTs dan MA di sana.

Pengalaman nyantri inilah yang membentuk karakter disiplin, empati, dan religius dalam dirinya.

Kariernya di kepolisian dimulai dengan sejumlah penugasan strategis. Ia pernah menjabat sebagai Kapolsek Kelapa Gading pada 2018 dan menjadi Kasatgas Electronic Traffic Law Enforcement (E-TLE) di Ditlantas Polda Metro Jaya pada tahun 2020.

Setelah itu, ia dipercaya menjadi Kabag Binopsnal Ditlantas Polda Jawa Timur dan kemudian Kasatlantas Polrestabes Surabaya.

Di Surabaya, ia dikenal sebagai perwira yang gemar berinovasi, terutama dalam edukasi lalu lintas untuk menekan angka kecelakaan.

Pada 14 Januari 2025, Arif resmi dilantik sebagai Kapolres Blitar.

Setelah kurang lebih satu tahun menjabat, AKBP Arif dimutasi sebagai Kapolres Lamongan.

Ia menggantikan AKBP Agus Dwi Suryanto.

Serah terima jabatan tersebut dilaksanakan di Mapolda Jatim pada Senin (12/1/2026). 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.