BBKSDA Riau Selidiki Kemunculan Harimau yang Terekam CCTV di Siak, Mangsa Ayam dan Kucing Warga
Sesri February 09, 2026 05:17 PM

‎TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKDA) Riau menerima laporan dari masyarakat terkait adanya kemunculan satwa diduga Harimau Sumatera di kawasan Desa Benteng Hulu Kecamatan Mempura, Kabupaten Siak pada Jumat (6/2/2026) pukul 22.00 WIB.

‎Menindaklanjuti laporan tersebut, BBKSDA Riau melalui Resort Siak turun ke lokasi untuk melakukan mitigasi konflik.

Disampaikan Kepala Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau, Supartono, Minggu (9/2/2025) saat itu tim langsung berkoordinasi dengan Babinsa serta warga setempat.

Dari lokasi, diketahui bahwa pada malam hari tanggal 6 Februari 2026 sekitar pukul 20.00 WIB, sepasang suami istri, Masruri dan Nurisam menyalakan lampu kandang kambingnya dan melihat sebuah bayangan.

Setelah memanggil anaknya, Yudha, bayangan tersebut terlihat menjauh masuk ke semak belukar ke arah utara dan teramati banyak jejak satwa Harimau di sekitar kandang kambing tersebut.

Jarak beberapa meter ke arah Timur Laut dari kandang kambing tersebut terdapat CCTV warga yang terekam adanya satwa Harimau pada pukul perekaman 21.30 WIB.

Baca juga: Beredar Video Jasad Pria Mengenaskan Diterkam Harimau, BBKSDA Riau Tegaskan Hal Ini

Baca juga: Dua Ekor Kambing Warga Benteng Hulu Siak Diduga Dimangsa Harimau, Jejak Ditemukan Dekat Kandang

Dari CCTV itu, terekam harimau tengah melintas dan masuk ke arah barat laut yaitu perkebunan PT Eks Darpari.

"Dapat diperkirakan Harimau yang terekam merupakan Harimau remaja menuju dewasa atau berukuran tanggung," kata Supartono.

Selanjutnya, pada pukul 22.00 WIB, mobil dari arah Buton ke Pekanbaru yang berhenti di jalan sekitar SPBU melihat juga seekor Harimau yang menyebrang jalan ke arah Timur.

‎"Di lokasi yang berbeda, tim mendapatkan informasi bahwa pada pukul 22.30 WIB, pemilik salah satu rumah bernama bapak Nanang mendengar suara berisik hewan ternak dari arah hutan, dan mendengar suara kucing yang seperti diterkam," kata Supartono lagi.

Dilanjutkannya, keesokannya paginya seorang warga bernama Nanang mendapati 2 ekor ayam dan 1 ekor anak kucingnya telah hilang, setelah diperhatikan di sekitar rumah ditemukan sejumlah jejak dan bulu ayam yang berserakan.

‎"Berdasarkan Identifikasi dilapangan oleh tim Balai Besar KSDA Riau, diketahui pada kediaman bapak Nanang, ditemukan jejak kaki HS berukuran 12 cm beserta bulu ayam yang berserakan di sekitar lokasi," ujarnya.

Dikatakan Supartono, meskipun kamera trap yang dipasang sejak 7 Februari 2026 belum menangkap gambar satwa, tim telah menambah satu unit kamera trap di lokasi baru untuk memperluas jangkauan pantauan. Tim juga melakukan pemantauan menggunakan drone.

"‎Tim telah melakukan langkah preventif dengan mengimbau warga untuk menghindari aktivitas sendirian pada jam aktif satwa serta memasukkan ternak ke kandang dan menutup sekeliling kandang dengan terpal atau seng untuk membatasi pandangan satwa," jelas Supartono seraya menambahkan bahwa tim terus memantau situasi secara intensif.

"Apabila ada warga yang menjumpai segera laporkan ke tim Balai Besar KSDA Riau 0813-7474-2981," tutupnya.

(Tribunpekanbaru.com/Theo Rizky)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.