Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Putri Nurjannah Kurita
TRIBUN-PAPUA.COM, SENTANI - Pemerintah Kabupaten Jayapura resmi menjadwalkan perhelatan akbar Festival Danau Sentani (FDS) ke-XV pada 3 hingga 5 Agustus 2026.
Sebagai salah satu agenda pariwisata unggulan di tanah Papua, festival ini akan didahului dengan rangkaian kegiatan pra-acara yang dimulai sejak Juli mendatang.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Jayapura, Elisa Yarusabra, mengungkapkan bahwa fokus utama persiapan saat ini terletak pada penataan lokasi dan pemantapan rangkaian acara.
Baca juga: Festival Danau Sentani Dipastikan 4 Agustus: Strategi Konektivitas dengan Festival Lembah Baliem
Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, pemerintah menekankan pentingnya integrasi antarinstansi untuk memastikan kenyamanan pengunjung dan kelestarian kawasan danau.
"Sesuai arahan Bupati, kami mengedepankan kolaborasi lintas organisasi perangkat daerah (OPD). Penataan ini tidak bisa dilakukan sendiri oleh Dinas Pariwisata," ujar Elisa di Sentani, Senin (9/2/2026).
Dalam menyiapkan lokasi, Elisa menegaskan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) akan bekerja sama secara terintegrasi yakni Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Dinas Perhubungan, Dinas Pertanahan, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (DP2KP).
Dukungan Dana Otsus dan Kemenparekraf
Terkait pembiayaan, Elisa menyebutkan bahwa salah satu sumber anggaran utama berasal dari Dana Otonomi Khusus (Otsus).
Selain itu, FDS ke-XV dipastikan tetap masuk dalam kalender nasional Kharisma Event Nusantara (KEN) milik Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.
Baca juga: Dari Festival Pelajar ke Masa Depan Cerah: Gubernur Papua Tengah Bantu Laptop dan Umumkan Beasiswa
Meskipun jadwal pelaksanaan bergeser dari bulan Juni ke Agustus, pihak dinas telah berkoordinasi dengan pemerintah pusat untuk memastikan sosialisasi dalam sistem tur kepariwisataan 2026.
Ditambahkan Elisa, pemerintah tingkat distrik dan kampung dipastikan terlibat secara aktif.
Peran mereka difokuskan pada kuliner lokal dan penampilan tari-tarian tradisional dari 139 kampung. (*)