Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Jiafni Rismawarni
TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU – Program penataan pedagang yang dilakukan Pemerintah Kota (Pemkot) Bengkulu dengan rencana menjadikan Jalan Kedondong sebagai pasar subuh mendapat respons dari para pedagang.
Salah seorang pedagang di kawasan Pasar Panorama, Dio, mengaku mendukung langkah pemerintah pada era kepemimpinan Wali Kota Bengkulu Dedy Wahyudi bersama Wakil Wali Kota Bengkulu Ronny PL Tobing yang ingin menata aktivitas perdagangan agar lebih rapi dan tertib.
Menurut Dio, keberadaan lokasi khusus bagi pedagang dapat memberikan kepastian tempat berjualan sekaligus menciptakan suasana pasar yang lebih nyaman bagi pembeli.
"Saya mendukung program pemerintah kalau memang tujuannya supaya lebih tertata. Kalau rapi, pembeli juga lebih mudah datang," kata Dio, Senin (9/2/2026).
Harapan Pedagang Soal Dampak Ekonomi
Meski demikian, Dio berharap kebijakan relokasi tidak hanya berfokus pada penataan fisik semata, tetapi juga mempertimbangkan kondisi ekonomi pedagang yang menggantungkan penghasilan dari aktivitas harian di pasar.
Ia meminta pemerintah memastikan lokasi baru memiliki fasilitas yang memadai serta tidak mengurangi jumlah pembeli yang datang.
"Yang penting nasib pedagang juga diperhatikan. Jangan sampai kami dipindahkan tapi malah sepi pembeli," paparnya.
Selain itu, Dio berharap adanya komunikasi yang terbuka antara pemerintah dan pedagang agar proses relokasi berjalan lancar dan tidak menimbulkan kebingungan di lapangan.
Pasar Subuh
Di era kepemimpinan Wali Kota Bengkulu Dedy Wahyudi bersama Wakil Wali Kota Bengkulu Ronny PL Tobing, salah satu langkah strategis yang tengah disiapkan yakni menjadikan Jalan Kedondong, Kelurahan Panorama, Bengkulu sebagai lokasi resmi pasar subuh yang tertata rapi melalui pengaturan waktu berdagang.
Hal ini diungkapkan oleh Pelaksana Tugas Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Plt Disperdagrin) Kota Bengkulu, Alex Periansyah.
Ia mengatakan Jalan Kedondong dinilai memiliki potensi sebagai pusat aktivitas perdagangan subuh karena memiliki panjang sekitar 300 meter.
Kawasan tersebut diproyeksikan mampu menampung hingga 350 pedagang.
Menurut Alex, penataan ini dilakukan untuk menciptakan kawasan pasar yang lebih tertib sekaligus mengurangi kesemrawutan pedagang yang selama ini masih berjualan secara terpencar di sejumlah titik.
Tahap Awal Relokasi 151 Pedagang
Pada tahap awal, sebanyak 151 pedagang akan direlokasi ke Jalan Kedondong.
Para pedagang tersebut terdiri dari penjual sayur-mayur, bumbu dapur, ayam, hingga kue yang sebelumnya berjualan di Jalan Semangka dan area sekitar Pasar Panorama.
"Untuk tahap awal ada 151 pedagang yang akan kita pindahkan. Mereka selama ini masih berjualan terpencar dan belum tertata," jelasnya.
Jam Operasional Pasar Subuh Diperketat
Selain relokasi, Pemkot Bengkulu juga akan memberlakukan aturan jam operasional yang ketat.
Pasar subuh direncanakan mulai beroperasi pada pukul 17.00 WIB dan seluruh aktivitas perdagangan harus sudah selesai serta lokasi dalam kondisi bersih sebelum pukul 07.00 WIB.
Pengaturan waktu ini dilakukan agar aktivitas pasar tidak mengganggu arus lalu lintas dan aktivitas masyarakat pada siang hari.
Dengan demikian, jalan dapat kembali berfungsi normal setelah aktivitas pasar selesai.
Rencana Segera Direalisasikan
Alex menambahkan, rencana pembentukan pasar subuh tersebut akan segera direalisasikan dalam waktu dekat.
Program penataan ini menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kota Bengkulu di era kepemimpinan Dedy Wahyudi dan Ronny PL Tobing dalam menghadirkan pasar yang lebih tertib, nyaman, dan mendukung kelancaran aktivitas ekonomi masyarakat.
"Insyaallah dalam waktu dekat akan kita realisasikan. Rencananya nama pasar ini nanti Pasar Lima Enam, sesuai dengan jam buka dan tutupnya."
Gabung grup Facebook TribunBengkulu.com untuk informasi terkini