TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR — Kasus pembegalan yang menimpa Juhaeryah Velina (46) alias Tante Jenna terus didalami oleh pihak kepolisian.
Hal ini karena usai dibegal, Tante Jenna menghembuskan nafas terakhirnya di rumah sakit dan ini menjadi tindakan pidana yang harus diusut tuntas.
Menurut pihak kepolisian, ada beberapa fakta yang berhasil didapat dalam kasus pembegalan ini termasuk bukti bahwa aksi ini gagal dilakukan oleh pelaku.
Nah, berikut beberapa fakta yang berhasil dirangkum oleh TribunBali:
Baca juga: MAUT Sopir Truk Diduga Mengantuk di Jalur Tengkorak, Kondektur Tewas Terjepit di TKP Usai Tabrakan!
1. Semula Dilaporkan Sebagai Kecelakaan Tunggal
Saat pertama kali kejadian, dilaporkan bahwa korban mengalami kecelakaan lalu lintas yang terjadi di Jalan Pengubengan Kauh, Kelurahan Kerobokan, Kecamatan Kuta Utara, Badung, Sabtu malam (7/2/2026).
Namun setelah dilakukan penyidikan, diketahui bahwa kecelakaan tersebut terungkap sebagai aksi penjambretan yang berujung maut.
Kapolsek Kuta Utara, AKP I Ketut Agus Pasek Sudiana, menjelaskan bahwa laporan awal yang diterima polisi menyebutkan korban mengalami kecelakaan tunggal dengan menabrak tiang listrik.
“Awalnya informasi yang kami terima adalah kecelakaan lalu lintas,”
“Namun setelah dilakukan pendalaman dan penelusuran CCTV, terlihat adanya upaya penjambretan terhadap korban,” ujarnya.
2. Kronologi Kecelakaan Terungkap CCTV
Setelah aparat kepolisian menelusuri rekaman kamera pengawas (CCTV) di sekitar lokasi kejadian, kronologi penjambretan berhasil terungkap.
Dalam rekaman CCTV, terlihat pelaku mencoba menarik tas yang dibawa korban.
Tarikan tersebut menyebabkan sepeda motor korban oleng ke kiri hingga akhirnya menghantam tiang listrik di pinggir jalan.
Akibat benturan keras itu, korban mengalami luka serius dan langsung dilarikan ke rumah sakit di wilayah Kerobokan oleh rekan-rekannya.
Sayangnya, nyawa korban tidak tertolong dan dinyatakan meninggal dunia sekitar pukul 01.00 WITA.
Baca juga: JAMBRET di Kerobokan Diburu Polisi! Tante Jenna Meninggal Dunia di RS, Motor Tabrak Tiang Listrik
3. Aksi Penjambretan gagal
AKP Agus Pasek menambahkan, aksi penjambretan tersebut gagal, sehingga tidak ada barang milik korban yang hilang.
Dari rekaman CCTV juga terlihat bahwa korban dan pelaku sama-sama terjatuh setelah kejadian.
“Pelaku tidak berhasil membawa barang korban. Namun akibat aksinya, korban mengalami kecelakaan fatal,” jelasnya.
Baca juga: Kondektur Truk Tewas di TKP, Terjepit Truk Usai Tabrak Pantat Truk Boks di Jembrana
4. Polisi gerak Cepat Buru Pelaku
Pasca kejadian, aparat Polsek Kuta Utara bersama Polres Badung langsung bergerak cepat dengan memeriksa saksi-saksi dan menyisir rekaman CCTV di sejumlah titik sekitar lokasi kejadian.
Hingga kini, penyelidikan masih terus dilakukan.
“Kasus ini menjadi perhatian serius kami. Lokasi tersebut sebelumnya bukan termasuk daerah rawan kriminalitas,”
“Ke depan, patroli akan kami tingkatkan,” tegas Agus Pasek.
5. Bukan Tindakan Terencana
Polisi memastikan bahwa korban tidak dibuntuti oleh pelaku sehingga ini tindakan yang tidak terencana.
Berdasarkan hasil analisis CCTV, korban dan pelaku bertemu secara tidak sengaja di sebuah persimpangan.
“Saat melihat ada kesempatan, pelaku langsung melakukan aksi penjambretan,” imbuhnya.
6. Komunitas HAI Minta Pertanggungjawaban
Ketua Umum Honda ADV Indonesia (HAI), Ali Abel, mengutuk keras tindakan keji tersebut.
Mewakili seluruh pengurus nasional dan keluarga besar HAI, ia meminta pertanggungjawaban penuh dari pelaku.
"Kami mengutuk dan menuntut pertanggungjawaban dari pelaku atas kejadian pembegalan yang berujung hilangnya nyawa member kami,”
“Kami meminta pihak Kepolisian untuk segera menemukan dan menghukum pelaku seberat-beratnya," tegas Ali Abel kepada Tribun Bali, pada Senin 9 Februari 2026.
7. Harapkan Perhatian Serius dari Polisi
Ali berharap agar kasus ini menjadi perhatian serius bagi aparat penegak hukum demi menjaga keamanan pengendara motor, khususnya perempuan di Bali.
"Kami berharap ini menjadi kejadian yang terakhir di Bali, sehingga keamanan dan kenyamanan pengendara tetap terjaga," tuturnya.
8. Dikenal dengan Julukan Miss Yuhui
Kepergian Tante Jenna meninggalkan duka mendalam bagi kerabat dan teman dekatnya.
Heni Kurnianingsih, teman dekat korban, mengenang sosok almarhumah sebagai pribadi yang sangat ceria. Di kalangan teman-temannya, ia dijuluki sebagai "Miss Yuhui".
"Dia sangat baik dan humoris. Setiap kali membuka pembicaraan, dia selalu bilang 'Yuhuii guys', makanya dijuluki Miss Yuhui," kenang Heni dengan nada sedih.
9. Dikenal Sosok Pekerja Keras
Sehari-harinya, perempuan asal Balaraja ini dikenal sebagai sosok pekerja keras yang berprofesi sebagai terapis refleksi sekaligus pengajar di Atlas.
Jenazah almarhumah telah dipulangkan ke kampung halamannya di Balaraja menggunakan ambulans pada malam itu juga dan langsung menjalani proses pemakaman oleh pihak keluarga.
10. Bakal Gelar Doa Bersama
Komunitas Honda ADV Indonesia (HAI) malam ini bakal menggelar doa bersama di Tempat Kejadian Perkara (TKP) yang menewaskan Juhaeryah Velina (46).
Doa bersama bakal digelar sekitar pukul 20.00 WITA di Jalan Pengubengan Kauh, Kerobokan Kelod.
"Kami akan berkumpul di Tempat Kejadian Perkara (TKP) untuk menggelar doa bersama bagi almarhumah Tante Jenna jam 8 malam ini," kata teman dekat korban Heni Kurnianingsih kepada Tribun Bali.
Aksi ini merupakan bentuk penghormatan terakhir sekaligus desakan moral bagi aparat kepolisian untuk segera mengungkap pelaku dugaan pembegalan yang merenggut nyawa sosok perempuan yang berprofesi sebagai terapis tersebut. (*)