Jalan Rusak Renggut Nyawa Pelajar, DPRD DKI Tegaskan Perbaikan Infrastruktur Tak Boleh Tunggu Korban
Suci BangunDS February 09, 2026 07:38 PM

TRIBUNNEWS.COM - Kasus laka lantas karena kondisi jalanan rusak masih kerap terjadi.

Terbaru, kecelakaan tunggal menimpa pengendara motor di Jalan Matraman Raya, Matraman, Jakarta Timur, Senin (9/2/2026) pagi tadi.

Insiden tersebut, menambah jumlah laka lantas yang terjadi di Indonesia. Sebulan belakangan sejak Januari 2026, terdapat 1.816 kecelakaan lalu lintas.

Dilihat dari data Pusiknas Bareskrim Polri, jumlah korban akibat kecelakaan yakni 2.912 orang. Dari total tersebut, 144 di antaranya korban meninggal dunia.

Pada hari ini, Senin pagi, terjadi kecelakaan di Jaktim yang merenggut nyawa seorang pelajar SMK. Pengendara motor tersebut, tewas dalam perjalanan menuju sekolahnya di kawasan Jakarta Pusat.

Korban berinisial AI diduga terjatuh akibat kondisi Jalan Matraman Raya yang rusak dan bergelombang.

"Mungkin karena jalannya ada bekas tambalan enggak rata ya. Karena pas saya melihat korban sudah tergeletak itu kondisi jalan sepi," ujar warga sekitar, Ardhi.

Ia menceritakan, motor korban tak terlalu rusak dan warga sekitar juga mengatakan bahwa kawasan tersebut rawan kecelakaan karena jalan yang licin dan rusak.

"Untuk kerusakan sepeda motornya enggak terlalu parah, (body) depan agak pecah saja. Memang di sini (Jalan Matraman Raya) rawan kecelakaan, sudah beberapa kali kejadian," ujar Ardhi.

Kejadian tewasnya pelajar ini mendapat sorotan dari DPRD DKI Jakarta.

Anggota DPRD DKI Jakarta, Ade Suherman, menilai pemerintah daerah harus gerak cepat merespons kerusakan jalan.

Terlebih, banyak jalan rusak setelah banjir dan hujan dengan intensitas tinggi beberapa waktu terakhir yang melanda Ibu Kota.

"Tadi saya juga lewat, di depan itu memang sedang diperbaiki. Tapi tentu kita mendorong pemerintah agar gercep (gerak cepat) dalam merespons kondisi jalan-jalan yang habis hujan," kata Ade, dikutip dari TribunJakarta.com.

Menurutnya cuaca ekstrem yang masih berpotensi terjadi harus diantisipasi dengan pemantauan kondisi infrastruktur jalan.

Baca juga: Pelajar SMK Tewas Terperosok di Jalan Rusak di Jaktim, Ini Kata Gubernur Pramono

Keselamatan warga, tegasnya, harus jadi prioritas utama Pemprov DKI Jakarta.

“Cuaca masih terus berjalan, dan pemerintah harus memastikan warga jangan sampai kecelakaan dan seterusnya,” ujarnya.

Perbaikan jalan tidak seharusnya menunggu adanya korban jiwa maupun laporan dari masyarakat.

Pemerintah harus aktif memetakan titik-titik rawan yang berpotensi menimbulkan kecelakaan.

JALAN RUSAK - Ruas Jalan Matraman Raya di Kelurahan Kebon Manggis lokasi pelajar meninggal dunia, Matraman, Jakarta Timur, Senin (9/2/2026). Kecelakaan tunggal menimpa pengendara motor di Jalan Matraman Raya, Matraman, Jakarta Timur, Senin (9/2/2026) pagi tadi. (HO/IST)

“Jangan perlu menunggu ada kecelakaan, jangan menunggu ada laporan. Semua harus memantau. Kalau ada potensi yang bisa menyebabkan kecelakaan, segeralah diperbaiki,” tegasnya.

Semua instansi terkait, ujar Ardhi, harus saling berkoordinasi supaya hal serupa tidak terjadi lagi.

"Dishub harus bekerja sama dengan dinas lain, ya Bina Marga, yang bertanggung jawab dengan lubang-lubang jalan. Semua pihak harus kerja sama supaya jangan sampai warga celaka," katanya.

Pemprov Tanggung Biaya Pemakaman

Terpisah, Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung menyampaikan bahwa seluruh biaya pemakaman korban ditanggung oleh Pemprov DKI.

"Biaya rumah sakit ditanggung sepenuhnya oleh Pemprov DKI Jakarta,"

"Kami juga telah menyiapkan pemakaman yang disiapkan Pemprov DKI Jakarta di TPU Menteng Pulo," ujarnya, dikutip dari Kompas.com.

Pramono menyebut, dari hasil rekaman CCTV, korban alami kecelakaan karena jalan yang berlubang dan licin serta kendaraan yang melaju kencang.

"Kami sudah memantau hasil CCTV. Penyebab kecelakaan adalah jalanan yang licin dan berlubang lalu dilalui dengan kecepatan yang tinggi. Jadi ini kecelakaannya tunggal," kata dia.

Terkait jalan yang berlubang, ia sudah meminta dinas terkait untuk menambalnya meski sifatnya sementara.

Pemprov DKI Jakarta Perbaiki Jalan Berlubang Pascabanjir

Pada Januari 2026 lalu, banjir melanda sejumlah titik di DKI Jakarta dan membuat jalanan rusak hingga berlubang.

Rusaknya aspal tentu saja membahayakan bagi keselamatan pengendara roda dua dan roda empat.

Baca juga: Upaya Pemprov DKI Berikan Layanan Inklusif untuk Dorong Siswa Disabilitas Mandiri dan Kompeten

Pramono Anung selaku Gubernur DKI Jakarta pun langsung memerintahkan Dinas Bina Marga untuk menambal jalan yang rusak.

Sebagai penunjang percepatan, Pemprov DKI siap menambah 'Pasukan Kuning' Dinas Bina Marga untuk memperbaiki jalan rusak.

Pasukan Kuning merupakan pasukan warga yang berada di bawah Dinas Bina Marga DKI Jakarta.

Mereka bertugas untuk merapikan atau memperbaiki jalan dan trotoar di jalan-jalan protokol maupun jalan perkampungan.

KECELAKAAN MAUT - Pelajar SMK berinisial AI yang tewas dalam kecelakaan lalu lintas di Jalan Matraman Raya, Matraman, Jakarta Timur, Senin (9/2/2026)
KECELAKAAN MAUT - Pelajar SMK berinisial AI yang tewas dalam kecelakaan lalu lintas di Jalan Matraman Raya, Matraman, Jakarta Timur, Senin (9/2/2026) (HO/IST/Istimewa/HO)

Mengutip Wartakotalive.com, langkah kembali dibukanya rekrutmen Pasukan Kuning ini karena jumlah Penyedia Jasa Lainnya Perorangan (PJLP) Bina Marga dinilai makin menyusut dan tak sebanding dengan kebutuhan pemeliharaan jalan di DKI Jakarta.

Salah satu penyebab berkurangnya tenaga adalah karena banyak yang sudah masuk di usia pensiun.

"Secara khusus kami tadi juga memutuskan PJLP di Bina Marga yang berjumlah 1.400 memang dirasakan kurang karena banyak yang pensiun," ujar Pramono, Kamis (29/1/2026).

Ia menuturkan, penambahan kuota PJLP ini telah disepakati bersama Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno.

Pramono juga menekankan pentingnya perubahan pola kerja.

Perbaikan jalan, lanjutnya, tak boleh lagi mengandalkan respons darurat ketika lubang sudah membahayakan pengguna jalan.

Perawatan juga harus dilakukan dan menjadi agenda tetap.

“Secara khusus kepada Dinas Bina Marga, selain penanganan darurat untuk jalan, juga diminta untuk perawatan jalan secara rutin tetap diadakan,” ucap Pramono.

Menurutnya, keterbatasan jumlah pasukan kuning saat ini berdampak pada kualitas perawatan jalan.

Terpisah, Kepala Dinas Bina marga DKI Jakarta, Heru Suwondo mengatakan bahwa tidak seluruh PJLP saat ini difokuskan untuk penanganan lubang jalan.

Dari 1.400 PJLP, hanya kurang lebih setengahnya saja yang berfokus pada kerusakan jalan.

“Jadi kan kebutuhan PJLP kami saat ini, kami punya PJLP 1.400-an ya. Yang nanganin lubang itu cuma 755. se-Jakarta,” kata Heru.

(Tribunnews.com, Muhammad Renald Shiftanto)(TribunJakarta.com, Yusuf Backtiar)(Wartakotalive.com, Yolanda Putri Dewanti)(Kompas.com, Ruby Rachmadina)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.