TRIBUNJATIM.COM – Johan Ahmat Farizi atau kerap disapa Johan Alfarizi, menjadi salah satu figur penting di tubuh Arema FC dalam kompetisi Liga 1 Indonesia.
Bek kiri kelahiran Malang ini dikenal sebagai pemain paling setia yang tumbuh bersama Singo Edan sejak usia muda hingga dipercaya menjadi kapten tim.
Dengan dedikasi panjang dan sederet prestasi, Johan Alarizi menjelma menjadi simbol loyalitas dan konsistensi Arema FC di kancah sepak bola nasional.
Tak hanya itu, Johan juga menjadi salah satu pemain terbaik di Arema FC dan dikenal sebagai pemain jebolan Akademi Arema yang masuk Timnas Indonesia.
Johan Ahmat Farizi lahir di Malang pada 25 Mei 1990 dan besar di lingkungan yang kental dengan budaya sepak bola.
Pemain dengan tinggi badan 173 cm ini memiliki nomor punggung 87, serta menyandang posisi bek sayap terbaik di Arema FC.
Ketertarikannya pada sepak bola sudah tumbuh sejak ia kecil.
Perjalanan kariernya dimulai dari Sekolah Sepak Bola (SSB) Kitaro Jatigul dan Argo Manunggal Sawunggaling (AMS) Kepanjen, akademi yang dikenal melahirkan pemain-pemain berkualitas di Malang Raya.
Berkat performa impresif sebagai bek kiri, Johan kemudian direkrut ke Akademi Arema.
Bersama Arema U-18, ia sukses menjuarai Piala Soeratin 2007, yang menjadi titik awal promosi ke level profesional.
Baca juga: Kapten Arema FC Johan Alfarizi Jadi Bintang saat Tumbangkan PSM Makassar, Cetak 2 Assist
Performa apik Johan di level junior membuat dirinya menembus tim senior Arema pada musim 2009–2010 di bawah asuhan Robert Rene Alberts.
Debut resminya terjadi saat Arema menang 4-2 atas Persibo Bojonegoro, di ajang ISL (Indonesia Super League) 2010/2011, yang sekarang bernama Liga 1.
Johan berhasil mencetak gol perdananya saat Arema mengalahkan Persidafon Dafonsoro 4-0 pada musim ISL 2011/2012.
Sejak saat itu, ia menjadi langganan starter di sektor bek kiri.
Pada 2013, Johan sempat menjalani masa singkat bersama Persija Jakarta dengan status pinjaman.
Namun kebersamaannya dengan Macan Kemayoran itu tidak berlangsung lama.
Johan kemudian kembali ke Arema FC dan memilih bertahan hingga kini, meski klub mengalami berbagai dinamika, termasuk perubahan nama dari Arema Indonesia, Arema Cronus, hingga Arema FC.
Baca juga: Kemenangan Arema FC Lawan Persija 0-2 Harus Dibayar Mahal, Hansamu Yama dan Walisson Maia Cedera
Johan dikenal sebagai pemain paling setia di Arema FC.
Ia tetap bertahan di tengah naik-turun prestasi klub, termasuk perubahan manajemen hingga dinamika sepak bola nasional.
Berkat pengalaman dan kepemimpinannya, Johan dipercaya mengemban ban kapten Arema FC.
Kemampuannya bermain di berbagai posisi seperti bek kiri, bek kanan, bek tengah, hingga gelandang bertahan, membuatnya sulit tergantikan.
Selain itu, Johan juga dikenal sebagai pemain yang minim cedera parah sepanjang kariernya.
Hal tersebut membuat dirinya selalu menjadi andalan pelatih di berbagai era.
Baca juga: Johan Alfarizi Beber Kunci agar Arema FC Bisa Bangkit di Liga 1: Fokus Mulai Sekarang
Sepanjang kariernya bersama Arema FC, Johan telah mencatatkan lebih dari 169 penampilan, mencetak 10 gol dan 13 assist.
Ia turut berkontribusi dalam meraih sejumlah gelar bergengsi, di antaranya:
Selain itu, ia juga mencatat momen bersejarah saat mencetak dua gol ke gawang Borneo FC, yang menyelamatkan Arema dari kekalahan dan menunjukkan peran krusialnya meski berposisi sebagai bek.
Secara individu, Johan juga dinobatkan sebagai Pemain Terbaik Piala Bhayangkara 2016, menegaskan perannya sebagai pemain kunci Singo Edan.
Adapun pencapaian lain yang telah diraih Johan sepanjang karier di dunia sepak bola, di antaranya:
Karier Klub:
Karier Timnas
Prestasi Klub
Dari sisi teknis, Johan dikenal memiliki kecepatan berlari yang baik dan sering memanfaatkannya untuk melakukan overlap dari sisi kiri lapangan.
Umpan silang akurat ke area penalti lawan kerap menjadi senjata andalannya.
Selain itu, ia juga tidak jarang melakukan tusukan langsung ke jantung pertahanan lawan, memadukan keberanian, visi bermain, serta teknik yang telah terasah sejak usia muda.
Kombinasi antara konsistensi, pengalaman, dan kemampuan teknis inilah yang membuat Johan Alfarizi tetap relevan dan menjadi salah satu pilar penting Arema FC hingga saat ini.
Baca juga: Tarian Samba Gabi Permalukan Persija Jakarta di GBK, Arema FC Menang Telak
Di luar lapangan, sosok Johan Alfarizi dikenal sebagai pribadi sederhana, rendah hati, dan dekat dengan keluarga.
Pada 27 Februari 2013, Johan menikah dengan Dewi Tumita Maqhfuria, yang akrab disapa Diera.
Dari pernikahan tersebut, mereka dikaruniai dua orang putra.
Kehidupan keluarganya yang harmonis menjadi salah satu penopang konsistensi Johan sebagai pesepak bola profesional.
Perjalanan hidup Johan yang dimulai dari akademi hingga menjadi kapten Arema FC menjadikannya inspirasi bagi pemain muda, khususnya di Malang Raya.
Di tengah sepak bola modern yang sarat perpindahan pemain, Johan menjadi contoh loyalitas, kerja keras, dan kesabaran masih memiliki tempat istimewa dalam sepak bola.
Bagi Arema FC dan Aremania, sosok Johan Alfarizi bukan sekadar pemain, melainkan bagian dari identitas dan sejarah Singo Edan.