SURYA.CO.ID, SURABAYA – Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia membantu pemerintah menyiapkan hunian layak bagi warga kurang mampu di Kota Surabaya, Jawa Timur (Jatim).
Hingga awal 2026, sebanyak 100 unit rumah telah rampung diperbaiki melalui program Renovasi Rumah Merah Putih.
Ketua Yayasan Buddha Tzu Chi Surabaya, Vivian Fan, mengatakan program tersebut merupakan bentuk komitmen yayasan dalam pemberdayaan sosial masyarakat.
Secara nasional, Yayasan Buddha Tzu Chi menargetkan renovasi 5.000 unit rumah di 13 kota di Indonesia.
"Untuk Surabaya, target kami adalah 500 unit. Hingga hari ini, 100 unit sudah selesai serah terima, dan 118 unit lainnya sedang dalam proses yang kami targetkan tuntas sebelum Lebaran. Sisanya 282 unit akan menyusul,” kata Vivian Fan pada acara serah terima rumah di Surabaya, Senin (9/2/2026).
Ia juga mengajak masyarakat mendukung gerakan "Satu Koin, Satu Doa" sebagai simbol gotong royong dan estafet kebaikan.
"Kami terus berkomitmen mendukung penyiapan hunian layak bagi masyarakat," tambahnya.
Rasa syukur disampaikan para penerima manfaat. Salah satunya Trianto Santosa, warga Kelurahan Ngagel Rejo.
"Saya mengucapkan banyak terima kasih kepada Bapak Wali Kota, Bapak Presiden Prabowo dan Yayasan Buddha Tzu Chi. Dulu rumah saya bocor semua, sekarang Alhamdulillah sudah baik dan layak," ungkap Trianto.
Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi atau Cak Eri, turut hadir dan memberikan apresiasi dalam penyerahan unit pasca renovasi melalui program Bebenah Kampung “Gotong Royong Renovasi Rumah Merah Putih” di Kantor Kecamatan Wonokromo.
Menurut Cak Eri, program ini menjadi bukti persatuan dan kerukunan antarwarga tanpa memandang suku maupun agama.
"Hari ini warga Surabaya harus berdiri dengan kakinya. Buktinya, rumah jenengan dibangun bukan hanya oleh satu suku. Siapa yang tinggal dan membesarkan Surabaya, itulah warga Surabaya sejati," ujarnya.
Pemkot Surabaya mengikuti arahan Presiden Prabowo Subianto dan Kementerian Sosial dengan memprioritaskan penerima bantuan dari kategori desil 1 hingga 5.
"Kalau ada rumah mau roboh tapi pemiliknya mampu, mohon maaf, kita utamakan yang benar-benar tidak mampu dulu," tegas Eri.
Eri Cahyadi juga mengajak masyarakat yang memiliki rezeki lebih untuk berzakat, berinfak dan bersedekah melalui lembaga resmi.
“Sedekah itu menjauhkan bala dan mendatangkan rezeki. Jangan menunggu kaya untuk membantu orang lain,” imbuhnya.
Ia berharap sinergi antara pemerintah, lembaga sosial, dan masyarakat dapat terus berlanjut demi menghapus kemiskinan serta mewujudkan hunian sehat bagi seluruh warga Kota Pahlawan.