TRIBUNBENGKULU.COM - Roby Tremonty kembali menanggapi soal hujatan se-Indonesia yang dilayangkan kepada dirinya.
Seolah tak ada perasaan terganggu setelah ramai dihujat perkara buku Aurelie Moeremans, Roby malah tetap terlihat santai.
Dirinya tak memperdulikan soal ucapannya yang viral bahkan di edit menjadi sebuah lagu.
"Mamah kacamata udahlah, that simple, yang waras," bunyi lirik lagu sindirian netizen untuk Roby.
Menanggapi hujatan yang datang, Roby memilih menenangkan diri dan menulis pesan bijak di Instagram.
Dengan latar hitam, ia membagikan pandangannya soal perundungan:
"Kata-kata hari ini," buka Roby, dikutip Senin (9/2/2026).
Roby menulis, kalau dibully oleh orang bodoh, justru bisa membuat seseorang lebih bijak dan matang secara emosional.
"Di-bully orang bodoh akan membuat kita semakin bijak dan matang secara emosional," tulisnya.
Namun, kalau bullying datang dari orang pintar, dampaknya bisa sangat buruk:
"Tapi di-bully oleh orang pintar maka neraka dunialah bagimu," sambungnya.
Di akhir unggahannya, Roby menegaskan bahwa orang pintar tak akan merundung siapapun karena empati mereka jauh lebih tinggi:
"Kabar baiknya adalah orang pintar tidak akan pernah membully siapapun... karena mereka punya empati yang tidak dimiliki oleh orang bodoh," pungkasnya.
Bantah Nikah Paksa
Roby menegaskan bahwa narasi "nikah paksa" sangat sulit terjadi dalam sistem Gereja Katolik yang memiliki pengawasan ketat terhadap calon mempelai.
"Teman-teman yang mengerti pernikahan Katolik pasti tahu, itu tidak mudah. Tidak bisa hari ini daftar, besok nikah. Ada proses panjang, salah satunya Penyelidikan Kanonik," tegas Roby.
Ia menjelaskan bahwa setiap pasangan harus melewati wawancara empat mata dengan Romo.
Jika ada unsur tekanan, pernikahan tersebut dipastikan tidak akan pernah terjadi.
"Mempelai wanita ditanya sendiri, ditanyakan, 'Apa dasar kamu mau menikah? Ada paksaan tidak?'. Kalau Romo menemukan sedikit saja kejanggalan atau keraguan, pernikahan itu tidak akan disahkan. Faktanya, kami menikah. Artinya, saat itu Aurelie menjawab tidak ada paksaan," ungkapnya.
Rahasia di Balik Surat Pembatalan (Annulment)
Sorotan tajam tertuju pada status annulment atau pembatalan pernikahan yang diklaim telah dikantongi Aurelie.
Roby mengaku heran karena sebagai pihak suami, ia merasa tidak pernah dilibatkan dalam proses hukum gereja tersebut.
"Surat resmi dari gereja bahwa ada pembatalan pernikahan, saya tidak pernah pegang itu. Saya tidak pernah merasa dapat undangan dari gereja terkait untuk pembatalan. Itu tidak ada," akunya.
Aurelie Paksa Roby
Yang paling mengejutkan, Roby membongkar sebuah pesan singkat dari Aurelie beberapa tahun lalu.
Ia mengklaim diminta untuk membuat pengakuan palsu mengenai Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) agar proses pembatalan di gereja bisa berjalan mulus.
"Pernah kala itu di tahun berapa saya lupa ya, ada chat masuk. Dia (Aurelie) cuma bilang istilahnya 'jangan jadi orang yang menyebalkan deh'. Dia bilang, 'Saya mau ngurus pembatalan nih' gitu," ucap Roby.
Namun, kerja sama itu ditolak keras oleh Roby karena ia merasa tidak pernah melakukan tindakan kekerasan tersebut.
"Tapi syaratnya untuk gereja Katolik itu kan harus ada narasi dari masing-masing pasangan untuk kenapa mau gitu'. Ya di situ saya harus menulis bahwa saya KDRT. Kan nggak mungkin, saya nggak melakukan. Itu lho jawabannya," imbuhnya.
Awal Konflik
Perseteruan antara Aurelie Moeremans dan Roby Tremonti bukanlah hal baru.
Benih konflik ini bermula ketika keduanya melangsungkan pernikahan secara diam-diam pada 10 Oktober 2011, saat Aurelie masih berusia 18 tahun.
Pernikahan tersebut sempat ditentang keras oleh orang tua Aurelie.
Beberapa tahun setelah berpisah, Aurelie mulai terbuka kepada publik mengenai pengalaman buruknya.
Ia mengklaim bahwa selama hidup bersama Roby, ia berada di bawah ancaman foto pribadi yang akan disebarluaskan jika ia tidak menuruti kemauan pasangannya.
Aurelie juga menyebut adanya tekanan psikis yang luar biasa, hingga akhirnya ia memutuskan untuk kembali ke pelukan orang tuanya dan menganggap pernikahan tersebut tidak pernah terjadi secara sah.
Puncaknya, melalui buku 'Broken Strings', Aurelie menuangkan detail luka lama tersebut, yang kemudian memicu Roby untuk melakukan klarifikasi ini guna melindungi nama baiknya.
Aurelie Moeremans Masih Usia 15 Tahun
Aurelie Moeremans dan Roby Tremonti pertama kali bertemu saat menjalani syuting iklan bersama pada tahun 2008.
Dari pertemuan tersebut, keduanya dikabarkan terlibat cinta lokasi.
Namun, hubungan ini menuai penolakan keras dari orangtua Aurelie karena jauhnya jarak usia antara Aurelie dan Roby.
Saat itu, usia Aurelie masih sekitar 15 tahun. Terpaut cukup jauh dengan Roby yang sudah menginjak kepala 3 (tepatnya 28 tahun).
Sang ibunda bahkan sempat meminta bantuan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) dan Komnas Perlindungan Anak karena khawatir dengan kondisi putrinya.
Aurelie dan Roby Menikah
Meski tak dapat restu keluarga, hubungan keduanya terus berlanjut hingga akhirnya muncul kabar bahwa Aurelie dan Roby menikah pada 2011.
Pernikahan tersebut juga dikabarkan berlangsung tanpa kehadiran orangtua Aurelie.
Dikutip Grid.id, Aurelie sempat mengaku bahwa pernikahan tersebut dilakukan secara terpaksa. Pengakuan ini ia tulis di akun Facebook-nya pada 28 Desember 2013.
Ia juga menegaskan bahwa pernikahan itu tidak tercatat secara negara.
Aurelie mengaku dipaksa menikah oleh Roby Tremonti. Bahkan, ia menyebut mengalami tekanan, ancaman, hingga kekerasan selama menjalani hubungan tersebut.
"Tanpa ada nya orang tua, tanpa latihan dulu atau belajar apapun di gereja,” tulis Aurelie.
Saat Menikah, Aurelie Diancam dan Alami Kekerasan
Tak hanya mengaku dipaksa menikah, Aurelie juga menyebut mengalami KDRT, baik dalam bentuk kekerasan fisik maupun psikis.
Ia mengaku sempat diminta mengirimkan foto telanjang, yang kemudian digunakan sebagai alat ancaman.
"Aku tadinya ga berani kasih karena kalo sampe itu kesebar karir aku bisa hancur, aku pasti malu semalu malunya dan bisa bisa pulang ke Belgia."
"Tapi, dia ngancam lagi dan ngancam lagi sampe akhirnya aku ngerasa terpaksa harus nurut," tulis Aurelie.
Setelah menikah, Aurelie sempat tinggal di rumah orangtua Roby. Namun, kondisi tersebut justru membuatnya semakin tertekan.
"Aku sampe sakit sakitan karena stress. Udah ga sayang, aku dilarang ketemu orang tua aku lagi.”
"Dan bulan bulan terakhir disitu dia udah berani main kasar. Aku di ludahin bolak balik, di tampar di jambak," ungkapnya.
Setelah 15 bulan menjalani pernikahan, Aurelie akhirnya berhasil berpisah dari Roby dan kembali ke orangtuanya pada 2013.