Iran Perpanjang Hukuman Narges Mohammadi Tambah 7 Tahun Penjara untuk Pemenang Nobel Perdamaian
Ardrianto SatrioUtomo February 09, 2026 10:42 PM

Pemerintah Iran menjatuhkan tambahan hukuman tujuh tahun penjara Kepada peraih penghargaan Nobel Perdamaian 2023.

Putusan ini dijatuhkan kepada Narges Mohammadi, aktivis hak-hak perempuan.

Mohammadi sebelumnya menjalani hukuman 13 tahun 9 bulan atas tuduhan kolusi melawan keamanan negara dan propaganda pemerintah.

Pengadilan Revolusioner Mashhad telah memberikan putusan ini pada Sabtu (7/2/2026).

Pengacara Narges Mohammadi, Mostafa Nili menyampaikan hal ini dalam pernyataan resminya.

Nili, menyatakan bahwa hukuman tambahan tersebut terdiri dari enam tahun penjara karena bersekongkol melakukan kejahatan.

Satu setengah tahun karena propaganda, larangan bepergian selama dua tahun.

Serta pengasingan internal selama dua tahun ke kota Khosf di provinsi Khorasan Selatan.

Meski demikian, putusan pengadilan tersebut dikatakan belum final dan masih dapat mengajukan banding.

Atas hal ini Nili memiliki harapan Mohammadi bisa dibebaskan sementara.

Hal ini lantaran agar Mohammadi bisa mendapatkan perawatan kesehatan karena kondisi tubuhnya yang menurun.

Diketahui, pasca penangkapan beberapa waktu lalu Mohammadi dikabarkan melakukan aksi mogok makan selama enam hari.

Aksi ini dilakukan Mohammadi sebagai bentuk protes dan membuat kondisinya memburuk.

Aksi protesnya ini dilakukan terhadap kondisi penahanannya dan ketidakmampuannya menghubungi pengacara maupun keluarga.

Bahkan Mohammadi dikabarkan dikembalikan ke pusat penahanan Kementerian Intelijen di Mashhad sebelum perawatan selesai.

Diketahui, Mohammadi merupakan wanita Iran kedua yang menerima Hadiah Nobel Perdamaian pada 2023.

Nobel itu diterima lantaran upayanya mempromosikan demokrasi, hak asasi manusia, dan kesetaraan gender.

Mohammadi (53) ditangkap saat menghadiri upacara peringatan pengacara hak asasi manusia Khosrow Alikordi di kota Mashhad, Iran timur laut pada Desember lalu.

Hukuman ini muncul saat Iran bernegosiasi dengan AS soal nuklir untuk cegah ancaman militer Trump.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.