SURYA.co.id LAMONGAN – Dua anak buah kapal (ABK) perahu nelayan Sinar Laut asal Paciran, Kecamatan Paciran, Kabupaten Lamongan, berhasil diselamatkan petugas Satuan Polisi Perairan dan Udara (Satpolairud) setelah terombang-ambing di tengah laut akibat kerusakan mesin, Senin (9/2/2026).
Perahu nelayan tersebut dilaporkan mengalami gangguan mesin saat melaut, sehingga tidak dapat kembali ke daratan dan hanyut hingga memasuki wilayah perairan Kabupaten Gresik.
Perahu nekayan nahas yang dinahkodai Markhotib (63) dengan seorang ABK Edi Susanto (43) semula berangkat melaut mencari ikan pada Minggu, (8/2/2026) sekitar pukul 02.00 WIB.
Perahu nelayan itu mencari tangkapan dengan radius 11 mil sekitar Perairan Utara Kranji, Kecamatan Paciran, Kabupaten Lamongan.
Namun hingga pukul 17.00 WIB, perahu tersebut belum kembali ke rumah, padahal biasanya para nelayan tersebut kembali dari melaut sekitar pukul 09.00 WIB.
Baca juga: Bentrok Nelayan Pasuruan Pecah, 4 Perahu Dibakar di Area Pelabuhan
Anggota keluarga mengkhawatirkan keadaan kedua nelayan tersebut, karena tidak kunjung kembali.
Belum kembalinya, Markhotib dan Edi Susanto ke rumah hingga hari kedua cepat meluas ke telinga sesama nelayan Paciran, Blimbing, dan Brondong.
Termasuk ke seorang saksi nelayan bernama Wawan (46). Saksi ternyata telah menjumpai perahu Sinar Laut pada Senin (9/2/2026) pukul 09.00 WIB, dalam kondisi terombang ambing di perairan Ujungpangkah, Kabupaten Gresik.
Wawan pun segera menyampaikan kesaksiaannya kepada sesama nelayan hingga telinga petugas Satpoairud di Sedayu Brondong.
Mendapat laporan adanya nelayan yang membutuhkan pertolongan, petugas Satpolairud segera bergerak menuju lokasi menggunakan kapal patroli untuk melakukan pencarian dan evakuasi.
"Setibanya di titik keberadaan perahu, petugas menemukan dua ABK dalam kondisi selamat namun kelelahan setelah beberapa waktu terombang-ambing di laut," kata Kasi Humas Polres Lamongan, Ipda M Hamzaid, Senin (9/2/2026) petang.
Selanjutnya, keduanya dievakuasi ke kapal patroli untuk dibawa menuju tempat aman. Selain mengevakuasi para nelayan, petugas juga melakukan penarikan perahu Sinar Laut menuju perairan yang lebih aman guna mencegah risiko kecelakaan laut.
Beruntung, dalam peristiwa tersebut tidak terdapat korban jiwa. Kedua ABK kemudian diserahkan kepada pihak keluarga setelah dipastikan dalam kondisi sehat.
Satpolairud Polres Lamongan mengimbau para nelayan agar selalu memastikan kondisi mesin dan perlengkapan keselamatan sebelum melaut.
" Sikap cepat tanggap bagi nelayan untuk segera melaporkan kepada petugas apabila mengalami kendala di tengah laut guna mempercepat proses pertolongan," pungkasnya. (Hanif Manshuri)