SURYA.CO.ID, SURABAYA - Di tengah isu negatif investasi emas digital di China, otoritas Indonesia menegaskan bahwa perdagangan pasar fisik emas secara digital di dalam negeri berada dalam kondisi aman dan terawasi.
Kepala Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) Tirta Karma Sanjaya menyatakan, ekosistem perdagangan emas digital di Indonesia telah lengkap dan tunduk pada regulasi yang ketat.
Pedagang Fisik Emas Digital diwajibkan menyimpan emas fisik terlebih dahulu sebelum diperdagangkan kepada nasabah melalui platform digital.
Tirta menjelaskan, emas fisik yang disimpan di lembaga penyimpanan atau Depository harus setara 1:1 dengan jumlah emas digital yang ditransaksikan.
Sebagian aset yang diperdagangkan, maksimal 20 persen, dapat berupa uang atau setara kas yang ditempatkan di Lembaga Kliring untuk mendukung likuiditas transaksi.
Bappebti mengimbau masyarakat untuk berhati-hati terhadap penawaran investasi emas digital yang tidak jelas legalitasnya, baik melalui penawaran langsung maupun media sosial.
Masyarakat disarankan memastikan status izin pedagang emas digital melalui situs resmi Bappebti dan layanan pengecekan legalitas yang disediakan regulator.
Direktur Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX), Nursalam, menegaskan bahwa seluruh transaksi emas digital yang dilaporkan oleh anggota bursa dicatat menggunakan teknologi modern.
ICDX memastikan setiap transaksi emas digital memiliki dukungan emas fisik yang nyata, sehingga nasabah tidak perlu khawatir terhadap keberadaan aset yang dibeli.
Dalam mekanisme ini, pembelian dilakukan secara digital, sementara emas fisik disimpan di lembaga depository hingga nasabah mengajukan penarikan.
Sepanjang tahun 2025, volume perdagangan pasar fisik emas digital di ICDX tercatat mencapai 58.654.322 gram, tumbuh 25,20 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Pada Januari 2026, transaksi emas digital tercatat sebesar 11.913.008 gram, meningkat 229 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025.
Data tersebut menunjukkan minat masyarakat terhadap emas digital terus meningkat di tengah pengawasan regulator dan bursa yang ketat.