TRIBUNNEWS.COM – Angkatan Laut Amerika Serikat merupakan angkatan laut terkuat di dunia dengan jumlah kapal induk yang besar.
AS memiliki armada 11 kapal induk aktif, belum termasuk sembilan kapal serbu amfibi yang berbeda dari kapal induk.
China diyakini tengah berupaya keras untuk menyamai kekuatan angkatan laut AS.
Hal ini mendorong Angkatan Laut Tentara Pembebasan Rakyat (PLA Navy/PLAN) untuk membangun armada kapal induk supernya sendiri.
Mengutip Slash Gear, PLAN saat ini memiliki tiga kapal induk, salah satunya merupakan kapal penjelajah berat bekas Uni Soviet yang telah dimodifikasi.
Dua lainnya merupakan desain yang lebih baru, sejalan dengan ambisi China untuk mengerahkan total sembilan kapal induk pada 2035.
Hal tersebut didasarkan pada laporan Departemen Pertahanan AS yang merinci kepentingan China dalam membangun kekuatan militernya agar menjadi pesaing yang hampir setara dengan Amerika Serikat.
Meskipun China juga mengoperasikan tiga kapal induk serbu amfibi, target utamanya adalah mengerahkan sembilan kapal induk penuh, yang meski belum menyamai jumlah kapal induk AS, akan mendekatinya secara signifikan.
Selain itu, sebagian besar armada kapal induk AS terdiri dari kapal induk kelas Nimitz yang sudah berusia tua.
Kapal-kapal tersebut kini sedang digantikan oleh kapal induk kelas Gerald R. Ford yang baru dikembangkan, yang merupakan kapal induk tercanggih di dunia.
Meskipun kapal induk AS memiliki masa pakai sekitar 50 tahun, kapal-kapal tersebut menjalani peremajaan dan modernisasi besar-besaran pada tahun ke-25 masa operasionalnya.
Namun, apa pun kapal induk baru yang dikembangkan China berpotensi diluncurkan dengan teknologi yang lebih mutakhir, persenjataan rudal hipersonik yang lebih banyak, dan kemampuan tempur lainnya.
Baca juga: 5 Hal tentang Kapal Induk Terbang China seperti di Film Star Wars, Target Operasi 20–30 Tahun Lagi
Inilah sebabnya Departemen Pertahanan AS memberi perhatian besar terhadap upaya China tersebut.
Meskipun China dikenal mampu membangun berbagai infrastruktur dengan cepat, mulai dari gedung hingga pesawat pembom, rencan untuk menambah enam kapal induk hingga 2035 akan menjadi tantangan tersendiri.
Kapal induk nuklir modern, baik buatan Amerika Serikat maupun China, memerlukan waktu lama untuk dibangun, diuji, dan dioperasikan.
USS John F. Kennedy (CVN-79) baru memasuki uji coba laut pada Januari 2026 dan diperkirakan akan resmi beroperasi pada 2027.
Pembangunannya dimulai pada 2015, yang berarti membutuhkan waktu sekitar 12 tahun sejak peletakan lunas hingga peresmian.
Kapal induk China Tipe 003 “Fujian” merupakan kapal induk paling canggih yang dimiliki negara tersebut dan pertama kali mulai dibangun pada 2017.
Meskipun mulai dioperasikan pada 2025, dua tahun lebih cepat dibandingkan kapal induk terbaru AS, China tampaknya masih akan kesulitan menyelesaikan pembangunan enam kapal induk tambahan sebelum 2035.
Namun demikian, semakin banyak kapal induk yang dibangun China, semakin cepat pula proses produksinya.
Hal ini seiring dengan pengembangan Tipe 003 dan rencana Tipe 004 yang merupakan hasil puluhan tahun penelitian dan eksperimen.
Laporan tahunan Departemen Pertahanan AS kepada Kongres tidak merinci secara spesifik bagaimana China akan membangun jumlah kapal induk yang diinginkannya.
Kapal induk Tipe 004 diperkirakan akan mulai beroperasi pada akhir 2020-an, dan belum jelas apakah China saat ini sedang mengembangkan kapal induk tambahan lainnya.
Menurut laporan Departemen Pertahanan AS, PLAN tertarik membangun total enam kapal induk Tipe 004, yang akan berukuran lebih besar dibandingkan USS Gerald R. Ford, serta berpotensi mendorong PLAN naik kelas sebagai kekuatan angkatan laut global.
Menurut worldpopulationreview.com, terdapat 14 negara yang memiliki total 51 kapal induk.
Namun, dari jumlah tersebut, hanya 22 kapal induk yang saat ini aktif dan dimiliki oleh tujuh negara, berikut rinciannya:
1. Amerika Serikat
Jumlah kapal induk aktif: 11
Sebanyak 10 kapal induk berasal dari kelas Nimitz dan satu dari kelas Gerald R. Ford, mengutip nationalinterest.org.
2. China
Jumlah kapal induk aktif: 3
China mengoperasikan tiga kapal induk aktif, yakni Liaoning, Shandong, serta Fujian yang terbaru.
3. India
Jumlah kapal induk aktif: 2
Mengutip warsearcher.com, India saat ini mengoperasikan dua kapal induk, yakni INS Vikramaditya buatan Rusia dan INS Vikrant buatan dalam negeri.
Keduanya menggunakan landasan luncur (STOBAR) untuk meluncurkan pesawat seperti MiG-29K dan LCA Tejas.
India juga berencana membangun kapal induk ketiga yang lebih besar dan bertenaga nuklir, INS Vishal, yang akan dilengkapi ketapel (CATOBAR).
4. Inggris
Jumlah kapal induk aktif: 2
Inggris memiliki dua kapal induk dari kelas Queen Elizabeth, yakni HMS Queen Elizabeth dan HMS Prince of Wales.
5. Italia
Jumlah kapal induk aktif: 2
Mengutip Forbes, Italia mengoperasikan dua kapal induk utama, yaitu ITS Cavour dan kapal yang lebih kecil, ITS Giuseppe Garibaldi.
Italia juga memiliki kapal serbu amfibi besar baru, ITS Trieste, yang berfungsi serupa sebagai kapal induk untuk jet F-35B, sehingga memperkuat kemampuan udara maritimnya.
6. Prancis
Jumlah kapal induk aktif: 1
Prancis mengoperasikan satu kapal induk bertenaga nuklir, Charles de Gaulle (R91), yang merupakan kapal utama Angkatan Laut Prancis dan satu-satunya kapal induk nuklir non-AS.
Prancis juga tengah mengembangkan kapal induk nuklir baru yang lebih besar, PANG (Porte-Avions de Nouvelle Génération), yang diperkirakan mulai beroperasi sekitar 2038.
7. Rusia
Jumlah kapal induk aktif: 1
Rusia hanya memiliki satu kapal induk, Admiral Kuznetsov.
Namun, pada akhir 2025 kapal ini dilaporkan akan dinonaktifkan akibat kerusakan parah, insiden kebakaran, serta biaya perbaikan yang sangat mahal.
(Tribunnews.com, Tiara Shelavie)