Janji Tak Terwujud Wabup Klaten Benny Indra, Pertama Kali Opname Lalu Meninggal, Tak Bisa Dibesuk
ninda iswara February 10, 2026 03:38 AM

TRIBUNTRENDS.COM - Wakil Bupati Klaten, Benny Indra Ardhianto, dikenal sebagai sosok yang sehat sepanjang hidupnya.

Bahkan, hingga akhirnya harus menjalani perawatan di rumah sakit, Benny tak pernah sekalipun mengalami sakit serius.

Namun, takdir berkata lain, dan ia harus menjalani opname untuk pertama kalinya sebelum akhirnya berpulang.

Hal itu diceritakan dengan haru oleh sang ayah, Hariyanto, yang mengenang anak tunggalnya dengan penuh rasa kehilangan.

Ia mengaku tak pernah menyangka bahwa sakit yang diderita Benny akan berujung pada kabar duka yang datang begitu cepat.

Baca juga: Benny Indra Ardhianto Meninggal, Sri Mulyani Sempat Rasakan Firasat, Chat Mas Wabup Klaten: Sehat Ya

"Anak saya itu adalah Benny, satu-satunya anak saya," ungkap Hariyanto kepada wartawan, Minggu (8/2/2026).

"Belum pernah sakit," tambahnya, menegaskan betapa sehatnya Benny selama ini.

Menurut Hariyanto, pengalaman opname di rumah sakit menjadi yang pertama kali bagi putranya sepanjang hidup.

"Opname itu belum pernah. Cuman ini, kok langsung mendadak," kenangnya.

Selama sekitar 20 hari, Benny menjalani perawatan intensif di RS Kariadi Semarang.

Hariyanto pun mengaku tak pernah membayangkan bahwa kondisi kesehatan sang anak bisa menurun begitu drastis hingga akhirnya meninggal dunia.

Kisah ini menjadi pengingat bagi banyak orang tentang betapa rapuhnya kehidupan, meski terlihat sehat dan kuat.

"Saya itu sebelumnya enggak enggak berpikir, artinya enggak berpikir jauh ini," ucapnya.

"Sampai terjadi anak saya sudah kembali kepada Allah, itu belum istilahnya seperti mimpi," tambahnya.

Ia menjelaskan, selama dirawat di Semarang, kondisi Benny tidak memungkinkan untuk dijenguk karena trombosit menurun sehingga imunitas tubuhnya juga melemah.

"Dirawat di Semarang kan enggak boleh dibesuk. Karena penyakitnya itu kan trombositnya menurun, otomatis imunnya menurun," paparnya.

Namun karena rasa rindu yang mendalam, Hariyanto akhirnya memaksa untuk bisa bertemu dengan sang anak pada hari kedelapan perawatan.

"Tapi alhamdulillah ya, sebelumnya (bertemu)," ujarnya.

Anak yang Penurut

Hariyanto menuturkan, sejak kecil hingga dewasa, Benny dikenal sebagai anak yang baik dan penurut.

Ia menyebut almarhum tidak pernah menunjukkan perilaku nakal serta selalu patuh kepada orang tua.

"Dulunya orangnya nurut dengan orang tua, tidak nakal. Mulai dari TK sampai kuliah di Jogja dia nurut enggak nakal," jelasnya.

Sebagai orang tua, Hariyanto memohon doa dari masyarakat agar almarhum Benny Indra Ardhianto diterima amal ibadahnya, diampuni dosa-dosanya, serta meninggal dalam keadaan khusnul khatimah.

Baca juga: Sosok Benny Ardhianto, Wakil Bupati Klaten Meninggal di Usia 33, Pengusaha, Pendiri Kuliner Delanggu

WABUP KLATEN MENINGGAL - Wakil Bupati (Wabup) Klaten Benny Indra Ardhianto meninggal dunia
WABUP KLATEN MENINGGAL - Wakil Bupati (Wabup) Klaten Benny Indra Ardhianto meninggal dunia (TribunSolo/Ibnu Dwi Tamtomo)

Janji umrah yang tak terwujud

Orang tua almarhum, Hariyanto, mengungkapkan janji tersebut saat ditemui usai pemakaman. Ia mengenang komunikasi terakhir putranya yang berisi harapan sederhana: bisa kembali sehat dan berangkat umrah bersama keluarga.

"Nek (kalau) janji sama mamanya," ujar Hariyanto.

Janji itu disampaikan Benny melalui voice note dari rumah sakit. Dalam pesan tersebut, ia berharap dapat segera pulih agar bisa menunaikan ibadah umrah bersama orang tua dan keluarga.

"Voice note, itu yaitu kalau nanti sudah sembuh mau umrah bersama-sama keluarga gitu," ujarnya.

Selain janji kepada keluarga, Benny juga masih menyimpan cita-cita besar sebagai Wakil Bupati Klaten.

Ia ingin menuntaskan amanah jabatan dengan merealisasikan visi dan misi yang telah dijanjikan kepada masyarakat saat kampanye.

"Ya, cita-citanya itu kalau besok itu jadi (Wakil Bupati) ya harus bisa menyukseskan, merealisasikan visi-misinya," jelasnya.

Menurut Hariyanto, sang anak berkomitmen menjalankan 10 program prioritas yang telah disusun. Benny merasa memiliki tanggung jawab untuk menepati janji politiknya selama lima tahun masa jabatan.

"Dia berpikirnya ya itu karena sudah janji waktu kampanye, ya harus di realisasikan selama 5 tahun gitu," ucap Hariyanto.

Namun, takdir berkata lain. Belum genap satu tahun menjabat sebagai Wakil Bupati Klaten, Benny harus berpulang.

"Baru 1 tahun tanggal 20, kan pelantikan Februari. Ini Allah sudah menghendaki lain," ujarnya.

Sebagai orang tua, Hariyanto mengaku berusaha ikhlas menerima kepergian anak semata wayangnya. Ia meyakini kepergian Benny adalah takdir yang tidak bisa dihindari siapa pun.

"Ya kita sebagai orang tua, bagaimana juga ya harus sering ikhlas," tambahnya.

Menurutnya, kepergian Benny menjadi pengingat bahwa segala sesuatu telah diatur oleh Tuhan.

"Karena sudah takdir, siapapun tidak bisa melawan takdir. Cuman berdoa ya, semoga anak saya meninggal dalam keadaan husnul khotimah," pungkasnya.

(TribunTrends/TribunSolo)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.