Dorong Industri Seni Ukir Naik Kelas, Dekranasda Jepara Ajak Perajin Pameran di Dubai
M Syofri Kurniawan February 10, 2026 07:14 AM

TRIBUNJATENG.COM, JEPARA - Potensi luar biasa Jepara di bidang seni kerajinan ukir dibuktikan dengan adanya 500-an perajin yang mampu mengembangkan usahanya.

Dari angka jumlah perajin ini, perputaran ekonomi yang dihasilkan dari IKM ukir diperkirakan mencapai Rp 3,2 triliun.

Banyaknya pelaku usaha yang muncul menjadikan peluang usaha semakin kompetitif. Mengambil peran pada tumbuhnya ekonomi masyarakat dari tahun ke tahun.

Pelaku usaha kecil dan menengah di Kabupaten Jepara terus tumbuh sebagai mitra strategis pemerintah daerah dalam menghidupkan ekonomi masyarakat.

Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Jepara, Laila Saidah Witiarso Utomo menyebut, upaya untuk memperbaiki UKM dan IKM di Kabupaten Jepara terus dilakukan agar bisa naik kelas.

Pihaknya juga mengembangkan galeri pemasaran produk UKM dan IKM sebagai wadah promosi karya lokal, agar terus berkembang dan semakin dipercaya masyarakat luas.

"Dekranasda mitra strategis daerah dalam mengembangkan perajin dan ekonomi kreatif melalui kegiatan peningkatan mutu pelaku usaha. Pembinaan dan pameran sebagai upaya untuk memperluas jaringan," terangnya, Senin (09/02/2026).

Upaya tersebut juga seiring dengan harapan Ketua Dekranasda Jawa Tengah, Nawal Arafah Yasin berharap agar Pemerintah Kabupaten Jepara mendukung upaya tumbuhnya UKM dan IKM lokal sampai di kancah global.

Setiap UKM dan IKM yang berpotensi berkembang harus didorong agar bisa naik kelas. Mampu melebarkan market pemasaran produk ke tingkat nasional dan internasional. 

Laila mengatakan, pada pertengahan 2026 nanti, industri kecil dan menengah (IKM) di Jepara bakal melebarkan pemasaran produk ke Timur Tengah.

SENI MENGUKIR - Perajin di Desa Pedosawalan RT 09 RW 03, Kecamatan Kalinyamatan, Kabupaten Jepara sedang mengukir karya ukir kaligrafi, Minggu (8/2/2026). Karya produk Nur Art Kaligrafi Jepara kini sudah tembus ke panggung dunia.
SENI MENGUKIR - Perajin di Desa Pedosawalan RT 09 RW 03, Kecamatan Kalinyamatan, Kabupaten Jepara sedang mengukir karya ukir kaligrafi, Minggu (8/2/2026). Karya produk Nur Art Kaligrafi Jepara kini sudah tembus ke panggung dunia. (TRIBUN JATENG/Saiful Ma sum)

Enam dari ratusan IKM di bidang furniture dan ukir di Kabupaten Jepara bersiap membawa produk lokal khas Kota Ukir dalam ajang pameran Index Dubai pada 2-4 Juni 2026.

Mereka mewakili Indonesia menjadi bagian dari peserta pameran dagang internasional tersohor di bidang industri desain interior dan furniture di kawasan Dubai World Trade Centre, yaitu suatu tempat pertemuan para desainer, arsitek, dan pembeli dengan produsen furniture dan produk lain dari berbagai negara.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Jepara, Anjar Jambore Widodo mengatakan, ada 17 IKM furniture di Jepara yang sebelumnya mendaftar sebagai peserta pada pameran di Dubai 2026.

Dari jumlah tersebut, enam IKM terpilih dan berhak mengikuti pameran internasional. Semuanya bergerak di bidang produksi mebel atau furniture lokal Jepara, baik spesifikasi produk interior maupun eksterior.

Saat ini para peserta sedang mempersiapkan diri untuk nantinya benar-benar terbang ke Timur Tengah mengikuti pameran tiga hari di Dubai.

"Seleksi sudah dilakukan dan ada kurasi peserta menjadi 6 peserta. Nanti diikuti banyak negara seluruh dunia. Dan IKM Jepara jadi satu-satunya perwakilan dari Indonesia sebagai peserta pameran internasional," tutur dia.

Bupati Jepara, Witiarso Utomo menuturkan, 6 IKM ini sudah dipersiapkan untuk menampilkan produk lokal Jepara sebagai Kota Ukir agar bisa tampil maksimal di Dubai.

Kata dia, biaya pameran di Dubai tidaklah sedikit. Pemkab Jepara berharap agar Pemerintah Provinsi Jawa Tengah turut serta membantu pembiayaan pameran bagi IKM di Jepara.

"Siapa saja IKM yang berangkat, pelaku usaha yang menentukannya siapa yang siap. Konsepnya nanti pameran bersama IKM dari berbagai negara, dan IKM Jepara mewakili Indonesia," ujar dia.

Kata Wiwit, sapaan akrab Witiarso Utomo, Dubai selama ini dikenal sebagai salah satu hub dan jembatan ekonomi dari berbagai negara masuk ke kawasan Timur Tengah.

Beberapa produk furniture dari Jepara juga sudah dipasarkan di Timur Tengah. Selanjutnya akan dikembangkan lebih luas lagi di bidang ekspor.

"Furniture, terutama kaligrafi ukir dari Jepara sudah banyak dipasarkan di Timur Tengah. Nah dengan pameran ini bisa dikembangkan untuk memperluas jangkauan ekspor produk lokal ke pasar global," tegasnya.

Witiarso mendorong penuh produk-produk lokal Jepara, utamanya di bidang furniture agar naik kelas dan berorientasi pada ekspor ke mancanegara. (Saiful Ma'sum)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.