Tentara Lebanon Bongkar Terowongan Bawah Tanah Hizbullah, Jenderal Tinggi AS Ucapkan Selamat
Whiesa Daniswara February 10, 2026 08:15 AM

TRIBUNNEWS.COM - Jenderal tertinggi Amerika Serikat (AS) untuk Timur Tengah mengucapkan selamat kepada tentara Lebanon, Senin (9/2/2026).

Ucapan selamat itu setelah tentara Lebanon menemukan "terowongan bawah tanah Hizbullah yang sangat besar."

Kepala Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM), Laksamana Brad Cooper, mengatakan pembongkaran terowongan jenis ini mendorong perdamaian dan stabilitas di Lebanon dan di seluruh kawasan.

“LAF dan tim Mekanisme pimpinan AS telah melakukan pekerjaan dengan baik dalam membantu menegakkan komitmen yang dibuat oleh Israel dan Lebanon,” kata Cooper dalam sebuah pernyataan di X, Senin, sebagaimana dilansir Al Arabiya.

Lebanon Serukan agar Israel Diberi Tekanan

Sementara itu, Perdana Menteri Lebanon Nawaf Salam telah menginstruksikan Kementerian Luar Negeri untuk bertindak bersama PBB guna menekan Israel.

Hal ini agar Israel mengungkapkan nasib seorang warga negara Lebanon yang diculik oleh tentara Israel pada Senin pagi.

Dilaporkan bahwa warga Israel menyeberang ke wilayah Lebanon, memasuki kota Habbariyeh di Distrik Hasbaya, dan menculik warga tersebut dari rumahnya.

Invasi dan penculikan ini adalah yang pertama kalinya sejak berakhirnya permusuhan antara kedua negara.

Seorang penembak jitu juga menembak orang lain di kota perbatasan Ayta ash Shab, yang dilaporkan kemudian meninggal dunia.

Atwi Atwi adalah orang yang ditambahkan ke daftar tahanan Lebanon di Israel, sehingga totalnya menjadi 24 orang.

Baca juga: Israel Batalkan Pengeboman Pimpinan Top Hamas Khalil al-Hayya di Detik Terakhir Saat di Lebanon

Tiga dari tahanan tersebut ditangkap sebelum perang Israel terakhir di Lebanon.

Sebuah pasukan Israel dari Brigade ke-210 di daerah Gunung Dov dilaporkan menyusup dari pos terdepan Ruwaisat Al-Alam menuju Bukit Sadanah, berjalan kaki selama sekitar satu jam sebelum mencapai sebuah rumah di pinggiran Habbariyeh.

Para tentara menyerbu rumah dan memborgol istri Atwi.

Atwi yang berusia 65 tahun, berusaha melawan tetapi ditangkap dan dibawa menuju posisi perbatasan Israel.

Pejabat yang diculik itu adalah mantan walikota Habbariyeh dan kepala Kelompok Islam di Hasbaya dan Marjeyoun, sekutu Hizbullah yang didukung Iran dalam perang baru-baru ini.

Menurut beberapa warga, ia bekerja di bidang sosial dan kemanusiaan di daerah tersebut.

Pernyataan militer Israel mengonfirmasi penculikan Atwi dalam "operasi malam hari" yang telah dirancang berdasarkan informasi intelijen yang dikumpulkan dalam beberapa minggu terakhir.

Pernyataan itu menambahkan bahwa ia dipindahkan ke Israel untuk diinterogasi dan bahwa senjata ditemukan di dalam gedung tersebut.

Pernyataan itu juga menegaskan bahwa tentara Israel akan melanjutkan operasinya untuk melenyapkan “ancaman di front utara.”

Baca juga: Kesaksian Komandan Satgas MTF TNI saat Tugas Lebanon: Kami di Bawah Garis Api Perang Iran Vs Israel

SERANGAN UDARA ISRAEL - Tangkapan layar detik-detik Israel melancarkan serangan udara di beberapa lokasi di Lebanon selatan pada Kamis (6/11/2025). Israel mengklaim kelompok militan Hizbullah telah berusaha membangun kembali infrastruktur militernya di wilayah tersebut.
SERANGAN UDARA ISRAEL - Tangkapan layar detik-detik Israel melancarkan serangan udara di beberapa lokasi di Lebanon selatan pada Kamis (6/11/2025). Israel mengklaim kelompok militan Hizbullah telah berusaha membangun kembali infrastruktur militernya di wilayah tersebut. (YouTube ABC News)

Pemerintah kota setempat mengadakan pertemuan dengan delegasi dari Pasukan Sementara PBB di Lebanon untuk memberikan penjelasan tentang insiden tersebut.

Warga di daerah tempat penculikan terjadi juga menggelar protes yang menyatakan kekhawatiran mereka bahwa "praktik-praktik Israel yang lazim pada tahun 1970-an dapat kembali, ketika tentara Israel biasa menyusup jauh ke daerah-daerah padat penduduk."

Bassam Hammoud, wakil kepala biro politik Kelompok Islam di Lebanon, mengatakan bahwa kelompok tersebut "berkomitmen pada keputusan negara Lebanon dan pada apa yang telah disetujui berdasarkan perjanjian penghentian permusuhan."

“Kami tidak mengambil tindakan apa pun di luar kerangka perjanjian ini, baik militer, berbasis lapangan, atau lainnya."

"Dan bahkan jika mereka menemukan senapan di dalam rumah (milik Atwi), lalu kenapa? Apakah ada rumah di Lebanon yang tidak memiliki senapan di dalamnya?” kata Hammoud.

Kelompok Islam tersebut mengeluarkan pernyataan yang menyatakan bahwa “pendudukan Israel sepenuhnya bertanggung jawab atas segala kerugian yang mungkin menimpa individu yang diculik.”

(Tribunnews.com/Nuryanti)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.