Kisah Haru dari Kulon Progo: Nanda Lumpuh karena Gigitan Ular, Ibunya Tak Pernah Menyerah
Iwan Al Khasni February 10, 2026 07:14 AM

 

Tribunjogja.com Kulon Progo -- Di sebuah rumah sederhana di Padukuhan Dhisil, Kalurahan Salamrejo, Sentolo, Kulon Progo, hidup seorang ibu yang tak pernah berhenti berjuang. 

Namanya Deni Rianingsih, akrab disapa Ria. Selama sembilan tahun terakhir, hampir seluruh waktunya ia habiskan di rumah, merawat putra sulungnya, Ananda Yue Riastanto.

Nanda lumpuh sejak 2017. Malam itu, 5 Januari, Ria masih ingat jelas. 

Putranya tiba-tiba bangun dan berkata baru saja digigit ular. 

Panik, keluarga segera membawanya ke RSUD Wates. Awalnya hanya mual, tapi tak lama kemudian sesak napas, bahkan sempat tak sadarkan diri. 

Berkat upaya dokter, nyawa Nanda terselamatkan. Namun sejak itu, hidupnya berubah.

Dirujuk ke RSUP Dr Sardjito, Nanda dirawat 32 hari. Saat pulang, tubuhnya sudah lumpuh. Dokter menyebut ada kerusakan otak besar. 

Sejak saat itu, Nanda tak lagi bisa bersekolah. Padahal dulu ia dikenal sebagai murid berprestasi di kelas 1 SD.

Hari-hari Ria kini penuh rutinitas merawat Nanda. 

Setiap tiga jam sekali, ia menyuapkan makanan cair lewat selang. Setiap bulan, terapi di RSUD Wates tak pernah dilewatkan. 

Kondisi Nanda memang lebih baik dibanding awal kelumpuhan. Dulu tak bisa merespon, kini ia sudah bisa memahami kata-kata ibunya. Sesekali, ia bahkan tertawa kecil, membuat Ria merasa seolah anaknya kembali seperti bayi, hanya dengan tubuh yang lebih besar.

Ria mengaku pernah merasa lelah, bahkan sempat menyalahkan keadaan. Tapi perlahan ia belajar menerima. “Saat saya capek, motivasi saya untuk tetap semangat ya Nanda sendiri,” katanya.

Kondisi ekonomi keluarga membuat perjuangan ini semakin berat. Sang suami, Sugianto, bekerja sebagai buruh harian lepas. Ria berusaha mencari tambahan penghasilan demi biaya perawatan. Namun ia memilih tidak banyak mengeluh, agar suaminya bisa fokus bekerja.

Nanda kini juga mengalami skoliosis, kelainan tulang belakang, sehingga harus rutin terapi. 

Harapan Ria sederhana, putranya bisa bertahan hidup lebih lama, semakin sehat, dan ia sendiri tetap diberi kekuatan untuk merawat. “Saya juga berharap agar tetap kuat, sabar dan sehat untuk merawat Nanda,” ujarnya.

Kisah Nanda akhirnya sampai ke telinga Bupati Kulon Progo, Agung Setyawan. 

Ia datang menjenguk, menyerahkan bantuan, dan menginstruksikan Dinas Sosial untuk memberikan kursi roda serta memperbaiki rumah keluarga itu. “Putra Bapak Sugianto adalah titipan Allah yang harus jadi perhatian kita bersama,” kata Agung.

Di rumah kecil itu, perjuangan seorang ibu terus berlangsung. Sembilan tahun bukan waktu singkat. Tapi bagi Ria, setiap senyum kecil Nanda adalah alasan untuk bertahan.(alx)

• Tak Mau Pasrah, Perempuan Muda Kejar Jambret kemudian Tabrak Pelaku, TKP UH Jogja

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.