BANGKAPOS.COM, BANGKA – Matanya berkaca-kaca, sorotnya bergetar antara lelah dan haru. Junaidi (70) mendekap erat bantuan di dadanya seolah memeluk kembali harapan yang sempat runtuh bersama rumahnya.
Bibir bergetar, tak henti-hentinya mengucap syukur dan terima kasih. Kata-kata sederhana yang keluar berulang, namun sarat makna.
Di wajahnya tergambar rasa lega, seakan beban panjang yang ia pikul perlahan diturunkan oleh kepedulian banyak tangan.
Di sekelilingnya, para pejabat berdiri rapat, bahu bersentuhan, membingkai Junaidi di tengah kebersamaan. Ada senyum yang tulus, ada tangan yang menepuk pundak dengan hangat. Gestur kecil yang menjadi penegas bahwa pria lanjut usia itu tidak sendiri.
“Terima kasih atas kepedulian pak Bupati dan juga semuanya,” kata dia saat menerima bantuan dari jajaran forum koordinasi pimpinan daerah di kediamannya di Dusun Parit 9, Desa Gadung, Kecamatan Toboali, Selasa (10/2/2026).
Junaidi bilang rumahnya terkena dampak cuaca ekstrem beberapa waktu lalu. Hembusan angin kuat menyebabkan bagian rumah miliknya mengalami kerusakan.
Terutama pada atap dan sejumlah struktur bangunan. Sehingga rumah tersebut tidak dapat difungsikan secara normal.
Oleh karena itu, dirinya mengaku sangat bersyukur atas bantuan yang diberikan oleh Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan.
Bersama Polres Bangka Selatan, Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), Dinas Sosial hingga Bank Sumsel Babel. Bantuan diberikan sangat berarti untuk perbaikan rumahnya ke depan.
“Bantuan material dan sembako ini sangat berarti bagi saya,” sebut Junaidi.
Bupati Bangka Selatan Riza Herdavid menjelaskan pasca kejadian, kondisi rumah Junaidi dilaporkan oleh masyarakat melalui media sosial.
Informasi tersebut kemudian diteruskan kepada Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan. Menindaklanjuti laporan tersebut, pemerintah daerah segera melakukan koordinasi dengan Polres Bangka Selatan, Baznas, Dinas Sosial, serta pihak perbankan untuk menyalurkan bantuan.
“Saya dapat aduan dari media sosial. Setelah itu saya menghubungi Kapolres, Bank Sumsel Babel, dan dinas terkait. Dari koordinasi itu, terbitlah kegiatan gotong royong seperti saat ini,” kata Bupati kepada Bangkapos.com.
Adapun bantuan yang diberikan berupa sembako, terpal, asbes, kayu, serta material bangunan lainnya. Semuanya disesuaikan dengan kebutuhan mendesak warga.
Oleh karena itu, bantuan yang diberikan dapat dimanfaatkan secara optimal oleh penerima untuk memulihkan kondisi pasca musibah.
Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan berkomitmen untuk terus hadir di tengah masyarakat, terutama dalam situasi darurat.
Menurutnya, bantuan untuk korban bencana alam akan diberikan secara langsung tanpa melalui proses survei yang berbelit.
Agar warga tidak semakin kesulitan menjalani aktivitas sehari-hari. Pemerintah daerah akan konsisten memberikan bantuan bagi masyarakat yang terkena dampak bencana alam. Apalagi pemerintah daerah mendapatkan dukungan dari masyarakat dan stakeholder terkait.
“Pemerintah tetap konsisten dan ini hukumnya wajib. Untuk musibah bencana alam, bantuan akan langsung kita berikan,” sebutnya.
Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas instansi dalam setiap aksi kemanusiaan. Pemerintah daerah akan terus mendorong kerja sama dengan Polres, Baznas, dinas sosial, perbankan, serta pihak lainnya. Untuk memastikan penanganan warga terdampak berjalan cepat dan tepat sasaran.
Melalui kolaborasi yang solid, Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan berharap kehadiran negara benar-benar dirasakan oleh masyarakat.
Khususnya mereka yang sedang menghadapi kondisi sulit akibat bencana. Bantuan yang disalurkan diharapkan mampu memberikan manfaat nyata dan membantu warga bangkit kembali.
“Tujuannya agar masyarakat yang terkena musibah tidak berkesulitan dalam melaksanakan kegiatan sehari-hari dan bisa bertahan pasca musibah,” pungkas Bupati. (Bangkapos.com/Cepi Marlianto)