Asap Kawah Utama Berwarna Putih, Gunung Lewotolok 113 Kali Gempa Erupsi
Gordy Donovan February 10, 2026 11:36 AM

TRIBUNFLORES.COM, LEWOTOLOK - Petugas Posmat Gunung Ili Lewotolok Lembata, Yeremias Kristianto Pugel, melaporkan kondisi gunung 24 jam terakhir, Senin (9/2/2026) pukul 00.00-24.00 Wita.

Gunung Ili Lewotolok saat ini Level III atau Siaga.

Gunung Api Ili Lewotolok terletak di Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur dengan posisi geografis di Latitude -8.272°LU, Longitude 123.505°BT dan memiliki ketinggian 1423 mdpl.

"Gunung api terlihat jelas hingga tertutup Kabut 0-III. Teramati asap kawah utama berwarna putih dengan intensitas tipis hingga sedang tinggi sekitar 20-100 meter dari puncak. Cuaca cerah hingga mendung, angin lemah hingga sedang ke arah timur dan barat laut, "tulis dia dikutip dari laman magma.esdm.go.id Selasa (10/2/2026) siang.

Sementara berdasarkan pengamatan klimatologi cuaca cerah hingga mendung, angin lemah hingga sedang ke arah timur dan barat laut. Suhu udara sekitar 24-29°C.

Baca juga: Gunung Lewotolok Meletus Pagi Ini, 6 Jam Terakhir 9 Kali Gempa Erupsi

Gempa Letusan

Ia menyebutkan berdasarkan pengamatan kegempaan, gunung Lewotolok 113 kali gempa Letusan/Erupsi dengan amplitudo 7.8-34 mm, dan lama gempa 35-68 detik.

328 kali gempa Hembusan dengan amplitudo 1.2-13.2 mm, dan lama gempa 23-40 detik.

11 kali Harmonik dengan amplitudo 1.6-9.5 mm, dan lama gempa 169-570 detik.

2 kali Tremor Non-Harmonik dengan amplitudo 1.6-3.1 mm, dan lama gempa 200-207 detik.

1 kali gempa Vulkanik Dangkal dengan amplitudo 1.6 mm, dan lama gempa 16 detik.

3 kali gempa Vulkanik Dalam dengan amplitudo 3-16.7 mm, S-P 0.7-1 detik dan lama gempa 12-18 detik.

Rekomendasi

Pihaknya mengeluarkan sejumlah rekomendasi, diantaranya:

(1) Masyarakat di sekitar G. Ili Lewotolok maupun pengunjung/pendaki/wisatawan agar tidak memasuki dan tidak melakukan aktivitas di dalam wilayah radius 2 km dari pusat aktivitas G. Ili Lewotolok, dan masyarakat Desa Lamatokan, dan Desa Jontona agar selalu mewaspadai potensi ancaman bahaya dari guguran/longsoran lava dari bagian timur puncak/ kawah G. Ili Lewotolok.

(2) Masyarakat di sekitar G. Ili Lewotolok maupun pengunjung/pendaki/wisatawan serta masyarakat Desa Jontona dan Desa Todanara agar tidak memasuki dan tidak melakukan aktivitas di dalam wilayah sektoral selatan dan tenggara sejauh 2,5 km pusat aktivitas G. Ili Lewotolok, dan mewaspadai potensi ancaman bahaya dari guguran/longsoran lava dari bagian, selatan dan tenggara puncak/ kawah G. Ili Lewotolok.

(3) Masyarakat di sekitar G. Ili Lewotolok maupun pengunjung/pendaki/wisatawan serta masyarakat Desa Amakaka agar tidak memasuki dan tidak melakukan aktivitas di dalam wilayah sektoral barat sejauh 2,5 km pusat aktivitas G. Ili Lewotolok, serta mewaspadai potensi ancaman bahaya dari guguran/longsoran lava dari bagian barat puncak/ kawah G. Ili Lewotolok.

(4) Untuk menghindari gangguan pernapasan (ISPA) maupun gangguan kesehatan Iainnya yang disebabkan oleh abu vulkanik maka masyarakat yang berada di sekitar G. Ili Lewotolok dapat menggunakan masker pelindung mulut dan hidung serta perlengkapan lain untuk melindungi mata dan kulit.

(5) Masyarakat yang bermukim di sekitar lembah/aliran sungai-sungai yang berhulu di puncak G. Ili Lewotolok agar selalu mewaspadai potensi ancaman bahaya lahar yang dapat terjadi terutama di saat musim hujan. (Sumber magma.esdm.go.id/kgg).

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.