TRIBUNGAYO.COM — Dominasi Jakarta Pertamina Enduro di Proliga 2026 tak hanya terlihat di puncak klasemen tim, tetapi juga menjalar ke daftar top skor. Tim juara bertahan sukses mengambil alih singgasana sektor putri setelah menyalip Gresik Phonska Plus Pupuk Indonesia yang sempat memimpin sejak awal musim.
Momentum kebangkitan Enduro terjadi saat rival utamanya, Phonska Plus, justru terpeleset lewat dua kekalahan beruntun. Sebaliknya, skuad asuhan Bulent Karslioglu tampil tak terbendung dengan menyapu lima laga terakhir dengan kemenangan.
Performa terbaru mereka tersaji saat menjadi tuan rumah seri Malang di GOR Ken Arok, Jawa Timur. Enduro tampil perkasa dengan menaklukkan Jakarta Electric PLN 3-0 pada Kamis (5/2/2026), lalu menutup seri dengan kemenangan identik 3-0 atas Medan Falcons, Minggu (8/2/2026).
Kekuatan utama Pertamina Enduro terletak pada lini serang yang luar biasa tajam. Mereka memiliki tiga spiker dengan produktivitas nyaris seimbang. Selain mempertahankan Iana Shcherban dari skuad juara musim lalu, Enduro juga diperkuat Wilma Salas serta kembalinya opposite andalan Timnas Indonesia, Megawati Hangestri Pertiwi.
Ketiganya langsung menunjukkan statistik mengerikan di daftar top skor Proliga 2026. Megawati memimpin trio dengan 153 poin, disusul Shcherban 151 poin, dan Salas 150 poin. Mereka berderet di papan atas, memperlihatkan distribusi serangan Enduro yang merata — berbeda dengan tim lain yang cenderung bertumpu pada satu pemain saja.
Di balik ketajaman trio “SMS” tersebut, peran setter Tisya Amallya Putri tak bisa diabaikan. Setter andalan klub TNI AL itu menjadi otak permainan Enduro dalam dua musim terakhir dan mengoleksi penghargaan setter terbaik Proliga secara beruntun.
Ironisnya, performa konsisten Tisya di level klub belum membuatnya kembali dipercaya di tim nasional. Ia tidak masuk dalam pemanggilan pelatih Marcos Sugiyama sejak pemusatan latihan, termasuk saat timnas meraih perunggu SEA Games 2025. Padahal sebelumnya, Tisya rutin tampil di berbagai ajang internasional seperti SEA V League, AVC Nations Cup, hingga kualifikasi Olimpiade.
Kontribusi Tisya justru makin terasa di Proliga musim ini. Kolaborasinya dengan Megawati, Shcherban, dan Salas membuat pola serangan Enduro sulit dibaca. Dalam lima kemenangan beruntun terakhir, rasio keberhasilan serangan mereka menembus angka di atas 45 persen — hampir menghasilkan satu poin dari setiap dua percobaan smash.
Baca juga: Jadwal Proliga 2026 Seri Bojonegoro: Penentuan Nasib Menuju Final Four
Baca juga: Harga Emas Antam 10 Februari 2026 Naik Rp14.000, Tembus Rp2,95 Juta per Gram