TRIBUNPEKANBARU.COM, KAMPAR - Media sosial diramaikan foto dan video turis yang kenakan bikini di salah satu destinasi wisata di Kampar yakni Danau Rusa.
Objek wisata itu terletak di tepian Waduk PLTA Koto Panjang Kelurahan Batu Bersurat Kecamatan XIII Koto Kampar.
Cuaca yang tampak dalam foto dan video sedang cerah di bawah sinar matahari.
Ada enam orang pengunjung yang disorot video itu.
Seorang wanita paruh baya mengenakan bikini hitam sedang berjalan di tepi pantai.
Tiga lainnya, dua wanita dan seorang pria duduk di pantai. Sementara dua orang dewasa dan satu anak-anak berenang di tepi danau.
Foto dan video itu diunggah akun Facebook Arman Alay, Minggu (8/2/2026).
"Jangan terkejut. Ini bukan di Bali. Tapi di Danau Rusa," tulis pengunggah.
Baca juga: Berbalas Pantun Basiacuong Prosesi Adat Sebelum Makan Bersama pada Hari Jadi Kampar ke-76
Unggahan mengungkap objek wisata itu milik Pemerintah Kabupaten Kampar.
Sorotan ditujukan kepada julukan Kampar sebagai Negeri Serambi Mekkah.
"Semakin lama, semakin rusak negeri kita ini," sambung pengunggah.
Foto itu diunggah kembali akun Facebook Sawir Dt Tandiko.
Nama aku itu merujuk kepada Sawir Datuk Tandiko, seorang pucuk adat Kenegerian Pulau Gadang di Kecamatan XIII Koto Kampar.
Ia mengunggah tulisan yang berisi pernyataan sikapnya terhadap turis berbikini itu. Ia mengaku miris dan prihatin.
"Sungguh miris sekali di Danau Rusa PLTA Koto Panjang ada pengunjung wisatawan melihat penampilannya seperti wisatawan Asing (luar negeri) duduk duduk dan berenang di pantai Danau Rusa berpenampilan layaknya wisatawan bule di Pantai Kuta Bali dengan pakaian yang sangat minim," tulisnya.
Dengan menyatakan diri sebagai tokoh adat di XIII Koto Kampar, ia mengaitkan polah turis itu dengan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor pariwisata.
"Jangan dengan dalih mengejar target PAD dari sektor wisata dan pengembangan wisata di XIII Koto Kampar kita menghalalkan segala macam cara dengan mengorbankan dan melanggar norma norma Agama dan Adat Istiadat. Kabupaten Kampar khususnya XIII Koto Kampar adalah negeri yang agamais dan negeri beradat," tulisnya.
( Tribunpekanbaru.com/Fernando Sihombing)