TRIBUNNEWS.COM - Gustavo Fernandes menandai debutnya dengan kemenangan bersama Persebaya di Bali akhir pekan lalu (7/2).
Persebaya berhasil membawa pulang tiga poin karena menang 1-3 dari tuan rumah Bali United berkat gol, Mihailo Perovic, Alfan Suaib, dan Risto Mitrevski. Satu gol balasan dari lawan dicetak oleh Jordy Bruijn.
Pada kesempatan tersebut, pemain yang didatangkan dari klub Portugal, Penafiel main sejak awal babak kedua menggantikan Malik Risaldi, dan berduet dengan Leo Lelis serta Mitrevski.
Gustavo Fernandes mencatatkan satu blok, 8 sapuaan, serta empat intersep saat membantu lini pertahanan Persebaya dari serangan Bali United.
Tapi, Gustavo masih memiliki celah yang harus ia benahi untuk laga berikutnya.
Akurasi passingnya hanya 36 persen menurut Sofascore, empat yang berhasil dari total 11 passing.
Selain itu, akurasi umpan panjang ke rekannya juga belum sempurna, hanya satu dari lima yang berhasil.
Gustavo menyadari itu, meskipun hatinya senang bisa menyelesaikan pertandingan dengan kemenangan.
Tak ada yang lebih indah selain membantu tim meraih kemenangan di laga debut.
"Merupakan kebahagiaan yang besar dapat debut dalam pertandingan ini, dan kebahagiaan yang lebih besar lagi dapat pulang dengan kemenangan," kata Gustavo dikutip dari laman resmi klub.
"Saya sudah merindukan suasana ini dan berada di lapangan membantu tim," sambungnya.
Pemain berusia 27 tahun tersebut akan melanjutkan masa adaptasinya dengan skuat Bernardo Tavares agar kekurangannya di laga debut bisa lebih baik saat menghadapi Bhayangkara Presisi akhir pekan ini.
"Kini saatnya untuk melanjutkan pekerjaan yang telah dilakukan dan berusaha untuk terus berkembang setiap hari," tegasnya.
Laga tersebut bisa menjadi momentum bagi Gustavo Fernandes karena untuk kali pertama bermain di hadapan penggemar Persebaya di Stadion Gelora Bung Tomo pada sabtu (14/2/2026).
Baca juga: Yang Menarik dari Pekan 21 Super League: Nasib Persis, Tren Persebaya, hingga Duel Borneo vs Persib
Perombakan skuad ditambah dengan pergantian pelatih yang dilakukan Persebaya untuk bersaing di putaran kedua Super League 2025/2026 sejauh ini berdampak positif.
Di tahun 2026 dalam empat pertandingan, Persebaya belum tersentuh kekalahan.
Tiga laga berakhir dengan kemenangan, dan sekali imbang. Menariknya, tiga laga tersebut melawan kuat di Super League, Dewa United, Malut United, dan Bali United yang terbaru.
Hasilnya, Persebaya kini nangkring di peringkat 5 klasemen Super League dengan koleksi 35 poin.
Jumlah tersebut selisih dua angka dengan Malut United yang duduk di posisi 4, dan enam angka dari Persija (3).
Lebih manis lagi, kemenangan terbaru di Pulau Dewa memutuskan tren negatif Persebaya yang tidak pernah menang dalam empat laga tandang melawan Bali United sejak tahun 2022.
Gelandang Persebaya, Francisco Rivere mengungkapkan, kunci keberhasilan timnya adalah kontribusi seluruh pemain.
Bernardo Tavares memberikan sentuhan yang bisa membuat ruang ganti dan situasi latihan menjadi lebih kondusif sehingga semua pemain terpacu untuk meningkatkan kemampuan mereka.
"Kami kerja keras sepanjang hari, semua pemain berkontribusi banyak," kata Rivera dikutip dari Tribun Jatim.
"Pemain muda dan pemain baru, semua berkontribusi banyak untuk tim," tambahnya.
Tak hanya itu, Persebaya kini menunjukkan mental yang lebih kuat meskipun segenap masalah timbul dari ketersediaan pemain yang mengalami cedera.
Di antaranya Bruno Moreira dan Milos Raickovic.
"Kunci kemenangan ini (lawan Bali United) adalah para pemain merespons situasi sulit dengan pengorbanan mental yang kuat," ucap pelatih yang membawa PSM Makassar juara Liga 1 itu.
"Dalam situasi sulit kita bisa melihat siapa yang benar-benar memiliki karakter."
"Mereka tampil dengan penuh dedikasi, mengikuti instruksi, dan membuat perbedaan," sambungnya.
Daftar pemain cedera Persebaya bertambah dengan yang dialami Malik Risaldi pada laga tersebut.
(Tribunnews.com/Sina)