Pelajar Siram Air Keras ke 3 Siswa SMK di Cempaka Putih Jakarta Pusat, Pramono Anung: Tindak Tegas!
Irwan Wahyu Kintoko February 10, 2026 02:15 PM

 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung bicara kasus penyiraman air keras yang dilakukan tiga pelajar terhadap tiga siswa sekolah menengah kejuruan (SMK) di Cempaka Putih, Jakarta Pusat. 

Pramono mengatakan, pelaku harus ditindak tegas karena perbuatannya merupakan bentuk kekerasan dan tindak pidana.

"Siapapun yang melakukan tindakan itu, itu tindakan kekerasan, saya minta untuk diambil tindakan tegas," kata Pramono Anung di Jakarta Pusat, Selasa (10/2/2026).

Baca juga: 3 Pelajar yang Menyiramkan Air Keras ke Siswa SMK di Cempaka Putih Jakarta Pusat Ditangkap Polisi

Pramono meminta aparat penegak hukum tak ragu menindak para pelaku.

Ia menegaskan tidak ada ruang kompromi terhadap aksi kekerasan yang membahayakan keselamatan orang lain, terlebih korbannya masih pelajar.

"Nggak ada kompromi untuk itu," ujar Pramono.

Baca juga: 3 Terduga Pelajar Pelaku Penyiraman Air Keras di Cempaka Putih Jakarta Pusat Diburu Polisi

Sebelumnya, tiga pelajar menyiram air keras ke siswa SMK di Jalan Cempaka Raya, Cempaka Putih Barat, Jakarta Pusat, Jumat (6/7/2026).

Peristiwa itu terekam dalam video yang diunggah akun Instagram @baehaqi.

Dalam video tersebut, terlihat tiga siswa berseragam sekolah berboncengan tiga menggunakan sepeda motor.

Baca juga: Tawuran dan Balap Liar Digagalkan di Titik Rawan Jaktim, Polisi Amankan Celurit hingga Air Keras

Mereka sempat berhenti di pinggir jalan sebelum melanjutkan perjalanan.

Saat berpapasan dengan rombongan pelajar lain yang juga berboncengan dari arah berlawanan, ketiga pelaku tiba-tiba menyiramkan cairan ke arah korban.

Cairan tersebut mengenai beberapa siswa yang melintas.

Baca juga: Penjaga Parkir Jadi Korban Penyiraman Air Keras saat Melerai Tawuran Remaja di Cakung Jakarta Timur

Dari hasil pemeriksaan sementara, polisi mengungkapkan bahwa penyiraman dilakukan secara acak dan tanpa motif khusus.

"(Pelaku dan korban) Tidak saling kenal, itu hanya random saja, mereka melihat anak-anak sekolah lain di seberang jalan," kata Kasatreskrim Polres Metro Jakarta Pusat, AKBP Roby Heri Saputra, saat dihubungi Kompas.com, Senin (9/2/2026).

"Kalau alasannya, kebiasaan, takutnya mereka yang (akan) diserang (duluan)," lanjutnya.

Baca juga: Penyiraman Air Keras di Koja Jakut, Pelakunya Berstatus Pelajar, Aksinya Dilakukan Acak

Akibat penyiraman air keras itu, satu siswa mengalami cedera mata.

Polres Metro Jakarta Pusat akan menjadwalkan visum terhadap kondisi siswa tersebut.

Sementara dua siswa lain tidak mengalami luka atau cedera apapun.

Selain motif, polisi juga mengungkap bahwa cairan yang digunakan pelaku untuk menyiram siswa SMK diduga adalah asam klorida atau HCl.

"Untuk sementara berdasarkan keterangan (cairan yang digunakan) merupakan HCl," ujar Roby.

 

Sumber: Kompas.com

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.