Jakarta (ANTARA) - Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf) Teuku Riefky Harsya menekankan pers berperan strategis sebagai mitra dalam mendorong kedaulatan ekonomi berbasis kreativitas dan fondasi ekosistem ekonomi kreatif yang sehat lewat kemerdekaan pers.
"Dalam ekosistem ekonomi kreatif, pers memiliki irisan kuat dengan subsektor penerbitan dan pengembangan konten kreatif, mulai dari produksi, pengemasan, hingga distribusi informasi bernilai tambah yang berdaya saing,” ujar Teuku Riefky dalam keterangan pers yang diterima, Selasa.
Menekraf yang menghadiri puncak peringatan Hari Pers Nasional 2026 (HPN) dengan tema “Pers Sehat, Ekonomi Berdaulat, Bangsa Kuat” menegaskan bahwa pers yang profesional dan berintegritas merupakan fondasi penting dalam membangun kedaulatan ekonomi, termasuk melalui penguatan ekonomi kreatif berbasis penerbitan dan konten digital.
Kegiatan tahunan ini menjadi momentum menghormati kontribusi insan pers dalam menjaga kebebasan berekspresi, menyampaikan informasi yang berimbang, serta menjalankan fungsi kontrol sosial dan edukasi publik.
Pers juga dinilai memiliki peran penting dalam membangun literasi masyarakat di berbagai sektor, termasuk ekonomi kreatif.
Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Akhmad Munir yang juga Ketua Panitia HPN mengatakan, tema HPN 2026 memiliki keterkaitan dengan kondisi saat ini. Ia memaknai pers yang sehat adalah pers yang profesional, independen, berintegritas, dan berkelanjutan secara ekonomi.
"Kolaborasi antara pemerintah, pers dan masyarakat dalam menciptakan ekosistem media dan informasi yang sehat termasuk melawan hoak dan disinformasi. Pers akan terus mengawal pemerintah siapapun agar berhasil, karena kami percaya keberhasilan pemerintah adalah keberhasilan rakyat,” ujarnya.
Tantangan pers ke depan tidak ringan, diskusi digital, banjir informasi yang tidak terverifikasi, kecerdasan buatan, polarisasi sosial hingga tekanan ekonomi terhadap industri media adalah realitas yang harus dihadapi.
HPN 2026 diselenggarakan di Masjid Raya Al-Bantani, Serang, Banten, Senin (9/2). Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Republik Indonesia Muhaimin Iskandar (Cak Imin) mengungkap, jurnalisme sebagai motor penggerak bangsa.
Menurutnya, pers tidak bisa lepas dari kepentingan nasional, mulai dari cara bekerja, menjaga nilai-nilai hingga memaknai tanggung jawab sejarah yang diembannya.
“Indonesia telah menjadi pasar digital terbesar di Asia Tenggara dengan lebih dari 229 juta penduduk atau sekitar 80 persen populasi telah terhubung dengan internet. Fakta ini memberikan pesan yang sangat jelas, masa depan ekonomi, stabilitas sosial, bahkan kebangsaan kita sangat dipengaruhi oleh sentimen media dan kualitas informasi,” ungkapnya.
Melalui momentum HPN sejumlah penghargaan diberikan kepada mereka yang bekerja di bidang jurnalistik, mulai dari Anugerah Jurnalistik FWI, Penghargaan Adinegoro, Penghargaan Press Catd Number One, SIWO Awards, PWI Awards, dan Penghargaan Anugerah Kebudayaan PWI.







