TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Hari ini, Selasa (10/2/2026) deadline Tim Penjaringan dan Penyaringan (TPP) Pemilihan Ketua KONI Riau masa periode 2026-2030 memastikan hasil verifikasi bakal calon (balon).
Hasil verifikasi tersebut nantinya akan menjadi kesimpulan Tim TPP yang akan disampaikan pada musyawarah provisi (Musprov) KONI Riau.
Namun sejauh ini, belum ada keputusan ataupun kesimpulan yang dilahirkan TPP. Terkait hal itu, TPP akan menyurati KONI Riau untuk meminta penambahan waktu kerja.
Hal tersebut disampaikan Ketua Tim TPP, Khairul Fahmi kepada Tribun Pekanbaru.com, Selasa pagi. Dikatakannya, saat ini TPP baru saja selesai melakukan pertemuan dengan KONI pusat.
Pertemuan TPP dengan KONI pusat dalam rangka meminta arahan soal verifikasi dukungan khusunya pada KONI kabupaten kota yang masih kusut.
"Untuk dukungan cabang olahraga (cabor) tidak ada masalah. Soal dukungan KONI kabupaten Kota yang masih belum ada titik temu," ungkapnya.
Dukung cabut yang dilakukan KONI kabupaten Kota pada salah satu bakal calon yang membuat TPP harus mendapatkan arahan yang pasti dari KONI pusat.
Meskipun kata Fahmi, bahwa tidak ada aturan soal berapa kali KONI kabupaten Kota boleh melakukan dukung cabut tersebut.
Baca juga: Pemandangan ASN di Kedai Kopi Kota Dumai Saat Jam Kerja Sudah Biasa
Baca juga: Merokok Saat Berkendara Termasuk Pelanggaran, Polisi di Riau Tindak Pelaku Dalam Operasi Keselamatan
Namun, TPP harus mengambil keputusan tegas soal arah dukungan KONI kabupaten Kota tersebut. "Memang untuk dukungan KONI kabupaten Kota masih ada perbedaan persepsi dari TPP. Karena itu kita minta pandangan KONI pusat sebagai narasumber. Dan itu ada dalam klausul yang bisa dilakukan TPP," ujar Fahmi.
Hasil dari KONI pusat itulah yang kemudian akan dibicarakan lagi oleh TPP. Tentu saja itu butuh waktu. Makanya menurut Fahmi, TPP akan menyurati KONI Riau untuk penambahan waktu.
"Kami harapkan sebelum puasa (ramadan) ini sudah selesai,"pungkas Fahmi.
Seperti diketahui, dua balon ketua KONI Riau masa jabatan 2026-2030 yakni Iskandar Hoesin dan Edi Basri telah menyerah berkas persyaratan untuk maju
Berkas persyaratan tersebut telah diterima pada tanggal 2 Februari 2026 lalu. Tugas TPP kemudian memastikan keabsahan dari syarat tersebut.
Namun, yang jadi masalah, dukungan KONI kabupaten Kota yang masih terjadi dujunb cabut. Kondisi tersebut yang kemudian menjadikan TPP punya persepsi yang berbeda-beda.
Sebagai gambaran saling klaim dukungan. Hal itu tampak saat penyerahan berkas persyaratan oleh dua bakal calon (balon) yakni Edi Basri dan Iskandar Hoesin, Senin (2/2/2026).
Edi Basri yang merupakan ketua Komisi III DPRD Riau lebih dulu menyerahkan berkas persyaratan. Dari berkas yang dibuka Tim TPP diketahui bahwa Edi didukung 35 cabang olahraga dan enam KONI kabupaten Kota.
KONI Kota Pekanbaru
KONI Kabupaten Pelalawan
KONI Kabupaten Kepulauan Meranti
KONI Kabupaten Indragiri Hilir
KONI Kabupaten Rokan Hulu
KONI Kabupaten Bengkalis
Namun, dari enam KONI yang diklaim memberikan dukungan tersebut ternyata beberapa diantaranya juga masuk klaim dari bakal calon Iskandar Hoesin.
Dari berkas persyaratan Iskandar Hoesin diketahui ada 27 cabang olahraga dan 10 KONI Kabupaten Kota yang memberikan dukungan.
Adapun 10 KONI kabupaten Kota yang diklaim memberikan dukungan yakni
Inhu
Dumai
Kuansing
Siak
Kampar
Rohil
Bengkalis
Inhil
Rohul
Meranti
Melihat klaim dukungan KONI kabupaten Kota provinsi Riau tersebut terdapat empat KONI yang ganda atau mendukung kedua calon
Empat KONI kabupaten Kota tersebut yakni
Inhil
Rohul
Bengkalis
Rohil. (Tribun Pekanbaru/Budi Rahmat)