Ikan Mengapung Lemas di Cisadane Diduga Akibat Limbah, Warga Ramai-ramai Turun ke Sungai
Joanita Ary February 10, 2026 12:30 PM

Sejumlah ikan terlihat mengapung lemas di permukaan Sungai Cisadane, tepatnya di sekitar Jembatan Kaca, Kota Tangerang, pada Senin malam (9/2).

Fenomena itu pertama kali ramai diperbincangkan setelah seorang pengguna media sosial mengunggah rekaman video yang memperlihatkan kondisi sungai yang tak biasa.

Dalam video yang beredar, ikan-ikan tampak bergerak lambat di permukaan air, sebagian terombang-ambing mengikuti arus.

Pengunggah video menyebut ikan-ikan tersebut belum dalam kondisi mati, namun diduga mengalami efek “mabuk” setelah terpapar limbah cair kimia, yang disebut-sebut berasal dari bahan pestisida.

Peristiwa itu sontak menarik perhatian warga sekitar.

Sejumlah orang terlihat turun ke aliran sungai dengan membawa serokan dan ember untuk mengambil ikan yang mengapung.

Aktivitas tersebut berlangsung di tengah kekhawatiran akan potensi pencemaran yang dapat berdampak pada kesehatan dan ekosistem sungai.

Dugaan pencemaran mengarah pada insiden kebakaran gudang penyimpanan di kawasan Pergudangan Taman Tekno, Tangerang Selatan, yang terjadi sebelumnya.

Gudang tersebut diduga menyimpan bahan kimia, termasuk pestisida. Limbah sisa kebakaran dan proses pemadaman diduga terbawa aliran air hingga masuk ke sistem drainase dan bermuara ke Sungai Cisadane.

Pada pagi hari sebelum temuan ikan mengapung di Kota Tangerang, warga di wilayah Serpong lebih dulu melaporkan perubahan warna air sungai menjadi putih keruh disertai bau menyengat.

Kondisi tersebut memunculkan dugaan kuat adanya paparan limbah kimia dalam jumlah signifikan.

Sungai Cisadane merupakan salah satu sumber air baku penting bagi masyarakat di Tangerang dan sekitarnya.

Selain menjadi habitat berbagai biota air tawar, sungai ini juga menopang kebutuhan irigasi serta aktivitas warga di sepanjang bantaran.

Pencemaran limbah kimia berpotensi menimbulkan dampak serius, tidak hanya bagi ekosistem perairan tetapi juga bagi kesehatan masyarakat yang memanfaatkan air sungai tersebut.

Dinas Lingkungan Hidup dan aparat setempat diharapkan segera melakukan investigasi menyeluruh, termasuk pengambilan sampel air untuk memastikan kandungan zat kimia yang mencemari aliran sungai.

Pengamat lingkungan menilai, jika benar limbah pestisida masuk ke badan sungai, maka efeknya bisa bersifat akut terhadap ikan dan organisme air lainnya.

Paparan bahan kimia tertentu dapat menyebabkan ikan kekurangan oksigen, gangguan sistem saraf, hingga kematian massal dalam waktu singkat.

Peristiwa ini kembali mengingatkan pentingnya pengawasan ketat terhadap pengelolaan dan penyimpanan bahan kimia berbahaya, terutama di kawasan industri yang berdekatan dengan permukiman dan aliran sungai.

Tanpa pengendalian yang memadai, satu insiden dapat berdampak luas terhadap lingkungan dan masyarakat.

Warga kini berharap ada langkah cepat dan transparan dari pemerintah daerah untuk memastikan kondisi Sungai Cisadane kembali aman serta mencegah kejadian serupa terulang.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.